Cukai Membaik, Rokok Ilegal Diberantas, Saham Emiten Rokok Dinilai Makin Menarik
Prospek sektor rokok dinilai membaik seiring pemulihan penerimaan cukai, penindakan rokok ilegal, dan potensi tarif cukai tetap pada 2027. Simak saham pilihan analis.

Prospek sektor rokok dinilai membaik seiring pemulihan penerimaan cukai, penindakan rokok ilegal, dan potensi tarif cukai tetap pada 2027. Simak saham pilihan analis.
Bareksa - Sektor rokok Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa tahun tertekan kenaikan cukai dan maraknya peredaran rokok ilegal.
Analis menilai perbaikan penerimaan cukai, peningkatan produksi, serta kebijakan pemerintah yang lebih kondusif dapat menjadi katalis positif bagi kinerja emiten rokok ke depan.
Laporan riset Ciptadana Sekuritas Asia pada 29 Juni 2026 mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor rokok. Penilaian tersebut didukung membaiknya fundamental industri, valuasi yang relatif murah, serta prospek dividen yang tetap menarik bagi investor.
Promo Terbaru di Bareksa
Penerimaan Cukai dan Produksi Rokok Mulai Pulih
Setelah sempat mengalami penurunan dua digit pada awal tahun, penerimaan cukai hasil tembakau kembali tumbuh positif pada April-Mei 2026. Perbaikan tersebut diikuti lonjakan produksi rokok legal.
Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menunjukkan produksi rokok pada April 2026 mencapai 31 miliar batang, naik 34% secara tahunan dibandingkan 23,1 miliar batang pada April 2025.
Menurut analis, peningkatan produksi mengindikasikan aktivitas produsen legal mulai membaik meski pemulihan volume penjualan belum sepenuhnya terjadi.
Penindakan Rokok Ilegal Makin Agresif
Perbaikan industri juga didukung langkah pemerintah yang semakin intensif memberantas rokok ilegal.
Hingga Mei 2026, aparat telah menyita 865 juta batang rokok ilegal, melonjak 128% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah tersebut bahkan sudah melampaui total sitaan sepanjang 2024 sebesar 792 juta batang dan mencapai sekitar 62% dari total sitaan sepanjang 2025 yang mencapai 1,4 miliar batang.
Meski dampaknya terhadap pangsa pasar rokok ilegal belum dapat diukur secara pasti, penegakan hukum yang lebih ketat dinilai menciptakan persaingan yang lebih sehat bagi produsen rokok legal.
Pada saat yang sama, pertumbuhan volume penjualan industri meningkat menjadi 3,5% secara tahunan dari 2,6% pada kuartal I 2025, menjadi sinyal awal bahwa produsen legal mulai merasakan manfaat dari pengetatan pengawasan tersebut.
Kebijakan Cukai Diperkirakan Lebih Stabil
Analis juga melihat arah kebijakan pemerintah menjadi lebih konstruktif. Wacana penambahan lapisan tarif cukai memang masih dibahas, namun fokus pemerintah kini lebih diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan dan memperluas basis penerimaan negara dibandingkan kembali menaikkan beban bagi industri.
Selain itu, pemerintah mengindikasikan tarif cukai rokok berpotensi tidak berubah pada 2027, sehingga risiko gangguan terhadap volume penjualan akibat kenaikan cukai dinilai lebih rendah dibanding beberapa tahun terakhir.
Saham Pilihan: GGRM dan HMSP
Analis Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy untuk dua emiten rokok besar.
Emiten | Rekomendasi | Harga Terakhir | Target Harga | Potensi Kenaikan |
|---|---|---|---|---|
GGRM | Buy | Rp16.475 | Rp19.500 | 18,4% |
HMSP | Buy | Rp660 | Rp950 | 43,9% |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Secara valuasi, sektor rokok diperdagangkan pada sekitar 11 kali PER FY2026, atau sekitar 35% lebih murah dibandingkan rata-rata historis tiga tahun terakhir.
Dividen Tetap Menarik
Selain valuasi murah, sektor rokok juga dinilai menarik karena konsisten membagikan dividen.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian analis antara lain:
HMSP tetap mempertahankan kebijakan dividend payout yang tinggi.
GGRM menaikkan dividen menjadi Rp800 per saham, dari Rp500 per saham tahun sebelumnya.
WIIM membagikan dividen Rp104,4 per saham setelah mencatatkan kinerja yang solid.
Rata-rata dividend yield emiten dalam cakupan riset mencapai sekitar 7%.
Risiko yang Perlu Dicermati
Meski prospek industri membaik, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, antara lain:
Kenaikan tarif cukai yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Pelemahan daya beli masyarakat yang dapat menekan konsumsi rokok.
Perkembangan kebijakan pemerintah terkait regulasi industri hasil tembakau.
Key Takeaways
Penerimaan cukai dan produksi rokok legal mulai menunjukkan pemulihan.
Penindakan rokok ilegal meningkat tajam dan berpotensi menguntungkan produsen legal.
Pemerintah memberi sinyal tarif cukai rokok tidak berubah pada 2027.
Valuasi sektor rokok dinilai masih murah dengan PER sekitar 11 kali.
Ciptadana mempertahankan rekomendasi Overweight, dengan saham favorit GGRM dan HMSP.
Kesimpulan
Prospek sektor rokok mulai menunjukkan perbaikan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat kenaikan cukai dan maraknya rokok ilegal. Pemulihan penerimaan cukai, lonjakan produksi rokok legal, serta penindakan yang semakin agresif terhadap rokok ilegal menjadi sinyal positif bagi industri.
Di sisi lain, indikasi pemerintah tidak menaikkan tarif cukai pada 2027 berpotensi menciptakan lingkungan usaha yang lebih stabil. Dengan valuasi yang masih berada di bawah rata-rata historis dan dividend yield yang menarik, analis Ciptadana tetap mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor rokok. Namun investor tetap perlu mencermati risiko pelemahan daya beli masyarakat maupun perubahan kebijakan cukai di masa mendatang.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa prospek sektor rokok dinilai membaik?
Karena penerimaan cukai mulai pulih, produksi rokok legal meningkat, dan
pemerintah semakin agresif memberantas peredaran rokok ilegal sehingga
persaingan menjadi lebih sehat.
Berapa kenaikan produksi rokok terbaru?
Produksi rokok pada April 2026 mencapai sekitar 31 miliar batang, naik
34% dibandingkan April 2025 yang sebesar 23,1 miliar batang.
Apa dampak pemberantasan rokok ilegal bagi emiten rokok?
Penindakan terhadap rokok ilegal dapat mengurangi persaingan dari produk
tanpa cukai sehingga berpotensi meningkatkan penjualan produsen rokok
legal. Hingga Mei 2026, sitaan rokok ilegal telah mencapai 865 juta
batang, naik 128% YoY.
Bagaimana prospek tarif cukai rokok pada 2027?
Pemerintah mengindikasikan tarif cukai rokok kemungkinan tidak mengalami
kenaikan pada 2027, sehingga memberikan kepastian yang lebih baik bagi
industri.
Saham rokok apa yang direkomendasikan analis?
Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk Gudang Garam
(GGRM) dengan target harga Rp19.500 dan HM Sampoerna (HMSP) dengan
target harga Rp950, serta memberikan rating Overweight untuk sektor
rokok
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.224,09 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.180,62 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.024,81 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.200,30 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
