Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: MAPI, BMRI & MDKA, IHSG Diprediksi Lanjutkan Rebound
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 10 Juni 2026 menyoroti MAPI, BMRI, dan MDKA. IHSG diprediksi melanjutkan rebound di kisaran 5.594–5.883.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 10 Juni 2026 menyoroti MAPI, BMRI, dan MDKA. IHSG diprediksi melanjutkan rebound di kisaran 5.594–5.883.
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 10 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal rebound teknikal yang kuat setelah kapitulasi ke level 5.318 pada sesi sebelumnya, dengan stochastic oscillator yang mulai berbalik naik dari area bawah dan membuka peluang pemulihan lanjutan.
1. MAPI: Hold / Beli Spekulatif di Rp1.470–1.475
MAPI direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp1.470–Rp1.475. Harga terakhir saham MAPI naik 0,34% ke Rp1.490 pada perdagangan 9 Juni 2026.
Secara teknikal, MAPI bergerak di atas MA20 di Rp1.491 dan MA50 di Rp1.381 yang mencerminkan struktur bullish yang solid dengan tren naik yang terkonfirmasi. RSI di level 50,34 berada di zona netral dengan bias positif sehingga ruang kenaikan masih terbuka dan belum memasuki area overbought. MAPI juga merupakan salah satu dari sedikit saham yang mempertahankan return 20 hari positif di tengah tekanan pasar yang dalam.
Promo Terbaru di Bareksa
Strategi: buy saat pullback ke area Rp1.470–Rp1.475 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp1.565–Rp1.610, dengan batas risiko Rp1.455.
2. BMRI: Hold / Beli Spekulatif di Rp4.040–4.120
BMRI direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp4.040–Rp4.120. Harga terakhir saham BMRI naik 10,24% ke Rp4.090 pada perdagangan 9 Juni 2026.
Secara teknikal, BMRI bergerak di atas MA20 di Rp4.102 yang mencerminkan momentum breakout yang mulai terkonfirmasi. RSI di level 48,08 berada di zona netral dengan bias positif dan momentum yang mulai membaik. BMRI juga mendapat katalis tambahan dari dorongan DPR terkait buyback saham BUMN dan rekomendasi Beli yang dipertahankan Ciptadana Sekuritas Asia untuk saham-saham bank BUMN.
Strategi: buy saat pullback ke area Rp4.040–Rp4.120 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp4.300–Rp4.420, dengan batas risiko Rp4.080.
3. MDKA: Hold / Beli Spekulatif di Rp2.550–2.610
MDKA direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp2.550–Rp2.610. Harga terakhir saham MDKA naik 6,61% ke Rp2.580 pada perdagangan 9 Juni 2026.
Secara teknikal, MDKA mendekati MA20 di Rp2.592 dengan momentum pemulihan yang mulai terbentuk. RSI di level 47,73 berada di zona netral, belum overbought, dengan ruang kenaikan yang masih terbuka dari posisi saat ini. Potensi breakout MA20 menjadi sinyal awal tren pemulihan yang lebih konstruktif.
Strategi: buy saat pullback ke area Rp2.550–Rp2.610 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp2.710–Rp2.790, dengan batas risiko Rp2.580.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
MAPI | Hold / Beli Spekulatif | Rp1.470–Rp1.475 | Rp1.565–Rp1.610 | Rp1.455 |
BMRI | Hold / Beli Spekulatif | Rp4.040–Rp4.120 | Rp4.300–Rp4.420 | Rp4.080 |
MDKA | Hold / Beli Spekulatif | Rp2.550–Rp2.610 | Rp2.710–Rp2.790 | Rp2.580 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 9 Juni 2026
IHSG Diprediksi Lanjut Rebound, Range 5.594–5.883
Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
IHSG melonjak 405 poin atau 7,57% ke level 5.747 pada perdagangan Selasa (9/6), meski investor asing masih mencatatkan net sell Rp2,4 triliun. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (10/6/2026), penguatan dipimpin sektor Basic Materials (9,97%), Energy (9,20%), dan Industrials (8,55%). Saham yang menjadi penopang utama antara lain BBRI (7,72% ke Rp2.790), BMRI (10,24% ke Rp4.090), dan TLKM (11,49% ke Rp2.620). Nilai tukar rupiah menguat 118 poin ke level Rp18.060 per dolar AS.
IHSG menunjukkan potensi rebound teknikal yang kuat setelah pergerakan kapitulasi tajam ke sekitar 5.318, diikuti pemulihan agresif kembali ke dekat 5.746. Lower wick yang panjang mengindikasikan aksi beli selektif yang kuat dan penolakan dari zona koreksi dalam, sementara stochastic oscillator yang sudah di area bawah dan mulai berbalik naik mendukung kemungkinan rebound jangka pendek yang kuat.
Menurut analis, jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas 5.883–6.000, maka momentum kenaikan berpotensi mengakselerasi menuju 6.220 sebagai target pertama, dilanjutkan 6.784 sebagai resistance Fibonacci major berikutnya. Namun tren yang lebih luas tetap dalam tekanan selama harga masih berada di bawah area MA55, sehingga rebound ini kemungkinan bersifat teknikal kecuali IHSG mampu merebut kembali zona resistance yang lebih tinggi dengan volume yang kuat.
Pada perdagangan 10 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.594 dan resistance 5.883 dengan peluang ditutup di level yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan MAPI, BMRI, dan MDKA sebagai pilihan trading jangka pendek di tengah momentum rebound teknikal IHSG yang kuat. MAPI unggul karena struktur teknikal bullish yang terjaga di atas kedua garis MA dengan return 20 hari positif yang langka di tengah pasar yang tertekan. BMRI mendapat dukungan ganda dari teknikal yang membaik dan katalis wacana buyback saham BUMN yang digulirkan DPR. Sementara MDKA menawarkan peluang dari potensi breakout MA20 yang mulai terbentuk.
Investor tetap disarankan waspada dan disiplin pada batas rugi yang ditetapkan, mengingat rebound IHSG saat ini masih bersifat teknikal dan belum dikonfirmasi sebagai pembalikan tren jangka menengah.
FAQ
1. Apa dampak kenaikan BI-Rate ke 5,5% terhadap saham bank seperti BMRI?
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (10/6/2026), kenaikan BI-Rate berdampak ganda bagi perbankan. Di sisi positif, imbal hasil aset berpotensi naik. Namun biaya dana juga berpotensi meningkat lebih cepat, sehingga dampak bersih terhadap NIM perlu dicermati per bank. BMRI dinilai relatif diuntungkan dengan eksposur kredit korporasi berbunga mengambang yang lebih besar.
2. Apakah wacana buyback saham BUMN oleh DPR akan terealisasi?
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (10/6/2026), pertanyaan kunci adalah apakah wacana ini akan diterjemahkan menjadi eksekusi nyata. Jika terealisasi, ini akan menjadi katalis positif signifikan bagi saham-saham bank BUMN mengingat valuasi yang dinilai sudah sangat menarik.
3. Mengapa lonjakan IHSG 7,57% kemarin belum cukup mengonfirmasi pembalikan tren?
Menurut analis Ciptadana Sekuritas Asia (10/6/2026), rebound ini masih bersifat teknikal karena IHSG belum menembus dan bertahan di atas area resistance 5.883–6.000 secara meyakinkan, dan harga masih berada di bawah MA55 yang menjadi indikator tren menengah utama.
4. Bagaimana kenaikan harga Pertamax berdampak pada portofolio saham?
Kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan tekanan inflasi melalui sektor transportasi, yang dapat menekan daya beli dan berdampak negatif pada saham-saham konsumer. Di sisi lain, penyesuaian ini mengurangi beban kompensasi pemerintah kepada Pertamina, yang positif bagi fiskal.
5. Apa target resistance IHSG berikutnya jika rebound berlanjut?
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (10/6/2026), jika IHSG mampu menembus 5.883–6.000 secara meyakinkan, target kenaikan berikutnya berada di 6.220 sebagai resistance pertama, dilanjutkan 6.784 sebagai resistance Fibonacci major berikutnya.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.203,25 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,62 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,95 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.015,07 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



