PSAB Umumkan Dividen Jumbo Rp105 per Saham, Potensi Yield 21%
PSAB bagikan dividen tunai Rp105/saham untuk tahun buku 2025 dengan dividend yield 21%. Simak jadwal lengkap dan analisis Ciptadana Sekuritas.

PSAB bagikan dividen tunai Rp105/saham untuk tahun buku 2025 dengan dividend yield 21%. Simak jadwal lengkap dan analisis Ciptadana Sekuritas.
Bareksa - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan mendistribusikan dividen tunai sebesar Rp105 per saham untuk tahun buku 2025, setara total dividen Rp2,77 triliun.
Berdasarkan harga penutupan terakhir Rp500 per saham, dividen ini mengimplikasikan dividend yield yang sangat menarik sebesar 21%.
Analis Ciptadana Sekuritas menilai dividen ini merupakan katalis jangka pendek yang kuat bagi PSAB, khususnya karena implied yield-nya melampaui rata-rata sektor pertambangan emas.
Promo Terbaru di Bareksa
Namun perlu dicermati bahwa ini merupakan dividen spesial dengan payout ratio yang sangat tinggi, mencapai 448% dari laba bersih tahun buku 2025.
Jadwal Dividen PSAB Tahun Buku 2025
Keterangan | Tanggal |
|---|---|
Cum dividend | 11 Juni 2026 |
Ex dividend | 12 Juni 2026 |
Recording date | 15 Juni 2026 |
Pembayaran dividen | 30 Juni 2026 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 8 Juni 2026
Kesimpulan
PSAB membagikan dividen jumbo Rp105 per saham dengan yield 21%, jauh di atas rata-rata sektor pertambangan emas. Meski menjadi katalis jangka pendek yang kuat, investor perlu mencermati bahwa ini merupakan dividen spesial dengan payout ratio 448% dari laba bersih tahun buku 2025.
FAQ
1. Berapa besar dividen yang dibagikan PSAB?
Rp105 per saham untuk tahun buku 2025, setara total Rp2,77 triliun.
2. Kapan PSAB membayarkan dividen?
Pembayaran dijadwalkan pada 30 Juni 2026 dengan cum dividend 11 Juni 2026.
3. Apa yang dimaksud dividen spesial PSAB?
Dividen spesial berarti pembagian ini tidak mencerminkan kebijakan dividen rutin perusahaan, dengan payout ratio 448% dari laba bersih tahun buku 2025 yang jauh di atas rata-rata historis.
4. Apakah dividend yield 21% PSAB menarik dibanding sektor lain?
Menurut analis Ciptadana, yield tersebut melampaui rata-rata sektor pertambangan emas, menjadikannya salah satu yield tertinggi di sektornya.
5. Apa risiko yang perlu diperhatikan investor?
Karena ini dividen spesial, investor tidak dapat mengharapkan tingkat dividen serupa di tahun-tahun berikutnya.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.203,25 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,62 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,95 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.015,07 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



