BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

INCO Tetapkan Dividen Tunai US$45,6 Juta untuk Tahun Buku 2025, Dibayar 26 Juni 2026

Abdul Malik03 Juni 2026
Tags:
INCO Tetapkan Dividen Tunai US$45,6 Juta untuk Tahun Buku 2025, Dibayar 26 Juni 2026
Seorang pekerja sedang mengolah nikel di pabrik PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Sorowako, Sulawesi Selatan. (Shutterstock)

RUPST INCO 2 Juni 2026 setujui dividen US$45,6 juta atau ~Rp77/saham, DPR 60%, yield ~1,6%. Recording date 12 Juni, payment 26 Juni 2026. Simak analisis lengkapnya.

Bareksa - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Juni 2026 dan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$45.638.211 untuk tahun buku 2025, mewakili rasio pembayaran 60% dari laba bersih. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan konsistensi kebijakan distribusi laba perseroan sekaligus mengonfirmasi kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan siaran pers resmi PT Vale Indonesia Tbk (2/6/2026), Sepanjang tahun buku 2025, PT Vale membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi US$76 juta, didukung pertumbuhan pendapatan 4% menjadi US$990 juta dan EBITDA sebesar US$228 juta.

Estimasi dividen per saham berada di sekitar US$0,0043 atau sekitar Rp77 per saham berdasarkan kurs yang berlaku, dengan recording date ditetapkan pada 12 Juni 2026 dan tanggal pembayaran pada 26 Juni 2026. Berdasarkan harga penutupan terakhir Rp4.730 per saham, estimasi imbal hasil dividen (dividend yield) berada di sekitar 1,6%.

Promo Terbaru di Bareksa

Katalis Utama: Fundamental

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026), imbal hasil dividen ini dinilai belum cukup menarik sehingga dividen tidak dipandang sebagai katalis re-rating utama saham INCO. Katalis fundamental yang lebih signifikan adalah pemulihan laba dari peningkatan volume bijih nikel setelah hambatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) terselesaikan di kuartal pertama 2026.

Laba bersih kuartal pertama 2026 tumbuh dua kali lipat secara tahunan menjadi US$44 juta, namun masih di bawah ekspektasi akibat overhang produksi yang belum sepenuhnya teratasi. INCO merupakan emiten sektor pertambangan nikel terintegrasi dan berkelanjutan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Perubahan Susunan Dewan Komisaris INCO

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris menyusul pengunduran diri Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave sebagai Komisaris. Sebagai pengganti, RUPST mengangkat Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris baru. Perubahan ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas dalam menghadapi dinamika industri mineral kritis yang semakin kompetitif.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyatakan dividen yang ditetapkan dan kemajuan proyek HPAL mencerminkan keyakinan perseroan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon bagi transisi energi global. RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers) yang terdaftar di OJK sebagai auditor independen tahun buku 2026. Seluruh enam mata acara RUPST disetujui oleh para pemegang saham.

Ringkasan Dividen INCO Tahun Buku 2025

Keterangan
Nilai

Total dividen

US$45.638.211

Estimasi dividen per saham

US$0,0043 (~Rp77)

Harga saham terakhir

Rp4.730

Estimasi dividend yield

~1,6%

Dividend payout ratio

60% dari laba bersih tahun buku 2025

Laba bersih tahun buku 2025

US$76 juta (naik 32% secara tahunan)

Pendapatan tahun buku 2025

US$990 juta (naik 4% secara tahunan)

EBITDA tahun buku 2025

US$228 juta

Sumber: INCO

Jadwal Dividen INCO Tahun Buku 2025

Agenda
Tanggal

Recording date

12 Juni 2026

Payment date

26 Juni 2026

Cum dividen

Belum diumumkan*

Ex dividen

Belum diumumkan*

Cum date dan ex date belum tercantum dalam siaran pers resmi PT Vale Indonesia Tbk (2/6/2026). Investor disarankan memantau keterbukaan informasi resmi INCO di Bursa Efek Indonesia.

Ringkasan Kinerja Keuangan INCO

Indikator
Tahun Buku 2024
Tahun Buku 2025
Perubahan Tahunan

Pendapatan

~US$952 juta

US$990 juta

4%

EBITDA

US$228 juta

Laba bersih

~US$58 juta

US$76 juta

32%

Dividend payout ratio

60%

60%

Konsisten

Indikator
Kuartal Pertama 2025
Kuartal Pertama 2026
Perubahan Tahunan

Laba bersih

~US$22 juta

US$44 juta

100%

Pencapaian vs. ekspektasi

Di bawah ekspektasi

Overhang produksi

Sumber: INCO, riset Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026)

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris INCO Pasca RUPST 2026

Direksi:

  • Presiden Direktur & CEO: Bernardus Irmanto

  • Wakil Presiden Direktur & COO: Abu Ashar

  • Direktur & CHCO: Heriyanto Agung Putra

  • Direktur & Chief Sustainability: Budiawansyah

  • Direktur & CFO: Rizky Andhika Putra

  • Direktur & CPO: Muhammad Asril

  • Direktur & Chief Strategy: Slamet Sugiharto

Dewan Komisaris (setelah perubahan):

  • Presiden Komisaris: F.S. Multhazar

  • Wakil Presiden Komisaris: Kristina Gauthier (baru)

  • Komisaris: Patricia Renee Pegues (baru)

  • Komisaris: Adam MacMillan (baru)

  • Komisaris Independen: Rudiantara, Retno Marsudi, Marita Alisjahbana

Kesimpulan

RUPST PT Vale Indonesia Tbk pada 2 Juni 2026 menyetujui dividen tunai US$45,6 juta untuk tahun buku 2025 dengan rasio pembayaran 60%, konsisten dengan kebijakan tahun sebelumnya, yang akan dibayarkan pada 26 Juni 2026 kepada pemegang saham yang terdaftar pada 12 Juni 2026. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026), meski imbal hasil dividen ~1,6% dinilai belum cukup kompetitif sebagai katalis re-rating, investor lebih disarankan mencermati perkembangan pemulihan volume produksi nikel dan kemajuan proyek HPAL sebagai indikator fundamental yang lebih signifikan bagi prospek jangka menengah perseroan.

FAQ

1. Berapa total dividen dan dividen per saham INCO untuk tahun buku 2025?
Berdasarkan siaran pers resmi PT Vale Indonesia Tbk (2/6/2026), total dividen tunai ditetapkan sebesar US$45.638.211 dengan estimasi dividen per saham sekitar US$0,0043 atau ~Rp77 per saham.

2. Kapan jadwal pembayaran dividen INCO?
Berdasarkan siaran pers resmi PT Vale Indonesia Tbk (2/6/2026), recording date ditetapkan pada 12 Juni 2026 dan tanggal pembayaran pada 26 Juni 2026. Cum date dan ex date dapat dicermati melalui keterbukaan informasi resmi di BEI.

3. Berapa dividend yield INCO saat ini?
Berdasarkan harga penutupan terakhir Rp4.730 per saham, estimasi dividend yield INCO berada di sekitar 1,6%.

4. Bagaimana kinerja keuangan INCO di tahun buku 2025?
Laba bersih tahun buku 2025 tumbuh 32% menjadi US$76 juta, pendapatan naik 4% menjadi US$990 juta, dan EBITDA tercatat US$228 juta.

5. Apa yang diputuskan RUPST INCO selain dividen?
RUPST menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dengan pengangkatan tiga komisaris baru — Kristina Gauthier, Patricia Renee Pegues, dan Adam MacMillan — serta menunjuk Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers) sebagai auditor independen tahun buku 2026.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.212,85

Up0,12%
Up1,12%
Up0,53%
Up6,76%
Up19,18%
Up13,30%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,11

Down- 0,03%
Up1,77%
Up1,38%
Up6,52%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.205,9

Up0,41%
Up2,19%
Up1,78%
Up7,29%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.028,21

Down- 2,05%
Down- 0,47%
Down- 1,85%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua