BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Indo Tambangraya (ITMG) di Tengah Skema Baru Ekspor Batu Bara

Abdul Malik26 Mei 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Indo Tambangraya (ITMG) di Tengah Skema Baru Ekspor Batu Bara
Ilustrasi pekerja di area pertambangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Dok. Perusahaan)

Analis Ciptadana Sekuritas mempertahankan rating BUY saham ITMG dengan target Rp34.200, namun regulasi ekspor batu bara via DSI dinilai berpotensi menekan margin.

Bareksa - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dinilai masih memiliki valuasi menarik meski menghadapi tekanan operasional dan risiko regulasi ekspor batu bara baru. Informasi ini penting bagi investor karena dapat memengaruhi margin, arus kas, dan prospek laba emiten batu bara.

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia tertanggal 25 Mei 2026, analis mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham ITMG dengan target harga Rp34.200 per saham atau sekitar 47,6% di atas harga terakhir Rp23.175. Secara valuasi, ITMG diperdagangkan pada PER 2026F sekitar 4,5 kali dan EV/EBITDA 1,3 kali, mencerminkan valuasi yang relatif rendah dibanding historis sektor batu bara.

Pada kuartal I 2026, laba bersih ITMG tercatat US$55 juta, turun 9% secara kuartalan dan turun 16% secara tahunan. Pendapatan tercatat US$498 juta, relatif stabil didukung kenaikan average selling price (ASP) menjadi US$79,4 per ton meski produksi turun 19% kuartalan menjadi 4,7 juta ton. ITMG merupakan emiten sektor batu bara dan energi.

Promo Terbaru di Bareksa

Risiko Regulasi Ekspor dan Margin

Analis menilai kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi faktor yang dicermati pasar. Pada fase awal 1 Juni–31 Agustus 2026, DSI hanya bertindak sebagai perantara administrasi sehingga belum berdampak material terhadap keuangan perusahaan.

Namun mulai 1 September 2026, DSI direncanakan mengambil alih kontrak ekspor sebagai pihak pembeli langsung dari produsen domestik. Skema ini dinilai berpotensi memengaruhi margin ITMG dan waktu penyelesaian pembayaran ekspor batu bara.

Di sisi lain, pasar batu bara global masih mendapat dukungan dari kenaikan permintaan substitusi LNG pascakonflik AS-Iran dan potensi pengetatan inspeksi tambang di China. Meski demikian, perhatian investor disebut mulai bergeser dari harga batu bara menuju implementasi teknis kebijakan ekspor baru tersebut.

Ringkasan Kinerja dan Valuasi ITMG

Indikator
Data

Harga terakhir

Rp23.175

Target harga Ciptadana

Rp34.200

Potensi kenaikan

47,6%

Laba bersih Q1 2026

US$55 juta

Pendapatan Q1 2026

US$498 juta

Produksi Q1 2026

4,7 juta ton

Volume penjualan

6,3 juta ton

ASP batu bara

US$79,4/ton

PER 2026F

4,5x

Dividend yield 2026F

6,8%

ROE 2026F

17,4%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Berpotensi Positif

  • Valuasi ITMG relatif rendah

  • Harga batu bara global masih kuat

  • Permintaan substitusi energi meningkat

  • Posisi kas bersih tetap solid

Berpotensi Menjadi Risiko

  • Skema ekspor baru melalui DSI

  • Potensi tekanan margin

  • Penurunan produksi akibat kuota nasional

  • Kenaikan biaya bahan bakar dan stripping ratio

Kesimpulan

Riset terbaru Ciptadana Sekuritas menunjukkan fundamental ITMG masih cukup kuat di tengah volatilitas sektor batu bara global. Valuasi yang rendah dan posisi kas bersih menjadi faktor pendukung utama perhatian investor.

Namun, implementasi kebijakan ekspor baru melalui DSI berpotensi menjadi faktor penentu arah sentimen pasar ke depan. Investor juga mencermati dampaknya terhadap margin dan arus kas emiten batu bara nasional.

FAQ

1. Berapa target harga ITMG versi Ciptadana?
Target harga ITMG dipatok Rp34.200 per saham.

2. Mengapa regulasi ekspor baru menjadi perhatian?
Karena DSI berpotensi mengambil alih kontrak ekspor sehingga dapat memengaruhi margin dan pembayaran perusahaan batu bara.

3. Berapa laba bersih ITMG pada Q1 2026?
Laba bersih ITMG tercatat US$55 juta pada kuartal I-2026.

4. Apa faktor yang menekan produksi ITMG?
Penurunan kuota produksi nasional dan musim hujan menjadi faktor utama.

5. Berapa estimasi dividend yield ITMG?
Ciptadana memperkirakan dividend yield ITMG 2026F sekitar 6,8%.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,41

Up0,12%
Up1,32%
Up0,66%
Up7,18%
Up19,39%
Up14,10%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,65

Down- 0,31%
Up1,77%
Up1,25%
Up6,64%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,28

Up0,40%
Up2,19%
Up1,64%
Up7,49%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,68

Down- 1,17%
Up0,32%
Down- 1,04%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua