BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba BBRI Tumbuh Melambat di 4 Bulan Pertama 2026, CoF Perlu Dicermati

Abdul Malik26 Mei 2026
Tags:
Laba BBRI Tumbuh Melambat di 4 Bulan Pertama 2026, CoF Perlu Dicermati
Gedung kantor PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau Bank BRI di Jakarta. (Shutterstock)

Laba BBRI tumbuh 6% YoY di 4M26, melambat dari 7% di 3M26. NIM tertekan dan LDR mengencang, namun pertumbuhan kredit tetap solid di 11% YoY.

Bareksa - Laporan keuangan unaudited PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mengungkap pertumbuhan laba yang melambat ke 6% secara tahunan (YoY) pada 4M26 dari 7% YoY di 3M26, mencapai 26% dari target tahunan 2026, masih sejalan dengan estimasi analis meski di bawah historical run rate 28%.

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/5), tekanan utama datang dari sisi margin dan biaya dana yang mulai meningkat sejak Maret–April 2026. NIM turun 30 basis poin (bps) YoY ke level 6,8% pada 4M26, dengan annualized NIM bulanan di April mencapai 6,7%.

Biaya kredit (CoC) bulanan naik ke 3,3% di April dari 2,9% di Maret, meski CoC kumulatif 4M26 masih membaik ke 3,2% dari 3,5% di periode yang sama tahun lalu.

Promo Terbaru di Bareksa

Ringkasan Kinerja BBRI 4M26

Indikator
4M25
4M26
Perubahan

Pertumbuhan laba YoY

7% (3M26)

6%

Melambat

NIM (%)

7,1

6,8

-30 bps YoY

CoC kumulatif (%)

3,5

3,2

-30 bps YoY

CoC bulanan Apr-26 (%)

2,9

3,3

40 bps MoM

LDR bank-only (%)

88 (3M25)

92

4 ppt

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 26 Mei 2026

Menurut analis Ciptadana, pertumbuhan kredit tetap solid di 11% YoY namun LDR mengencang ke 92% seiring deposito berjangka yang turun 11% YoY dan 11% MoM.

Ke depan, pergerakan CoF menjadi variabel kunci yang perlu dipantau mengingat kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% berpotensi mempercepat repricing biaya dana. Analis mempertahankan rekomendasi Beli saham BBRI dengan target harga Rp4.800 per saham.

Kesimpulan

Kinerja BBRI 4M26 masih dalam jalur target meski momentum pertumbuhan laba mulai melambat. Menurut analis Ciptadana Sekuritas Asia, perkembangan CoF dan LDR di kuartal II 2026 akan menjadi penentu utama apakah tekanan margin berlanjut atau mulai mereda.

FAQ

1. Apakah pembebasan pajak DHE SDA akan membantu menekan CoF BBRI?
Berpotensi positif, khususnya jika eksportir agribisnis dan komoditas yang menjadi nasabah BBRI memarkir lebih banyak DHE di bank ini. Namun dampaknya bersifat bertahap dan bergantung pada besaran dana DHE yang masuk.

2. Apakah LDR 92% sudah berada di level yang mengkhawatirkan?
Belum mengkhawatirkan secara regulatori, namun menyempitkan ruang pertumbuhan kredit ke depan. Manajemen perlu memprioritaskan pertumbuhan DPK agar LDR tidak terus mengencang.

3. Mengapa time deposit BBRI turun tajam -11% YoY dan -11% MoM?
Penurunan ini kemungkinan terkait persaingan bunga deposito antarbank pascakenaikan BI Rate dan ekspektasi nasabah terhadap imbal hasil yang lebih tinggi. Tren ini perlu dicermati dalam laporan kuartal berikutnya.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,41

Up0,12%
Up1,32%
Up0,66%
Up7,18%
Up19,39%
Up14,10%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,65

Down- 0,31%
Up1,77%
Up1,25%
Up6,64%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,28

Up0,40%
Up2,19%
Up1,64%
Up7,49%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,68

Down- 1,17%
Up0,32%
Down- 1,04%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua