BBRI Catat Laba Rp15,5 triliun di Q1 2026, Rekomendasi Buy, Ini Target Harganya
BBRI mencatat laba Rp15,5 triliun di Q1 2026. Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp4.800.

BBRI mencatat laba Rp15,5 triliun di Q1 2026. Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp4.800.
Bareksa - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026, naik 14% secara tahunan. Kinerja ini penting bagi investor karena menunjukkan profitabilitas yang tetap kuat di tengah tekanan margin industri perbankan.
Berdasarkan riset PT Ciptadana Sekuritas Asia (30/4), BBRI tetap menjadi salah satu saham bank unggulan dengan fokus pada segmen mikro dan ultra-mikro. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12% YoY.
Net Interest Margin (NIM) tercatat 8,2%, naik 4 basis poin secara tahunan, menjadikan BBRI tampil lebih solid dibanding bank besar lain yang mengalami kontraksi margin. Di sisi risiko, Cost of Credit (CoC) turun ke 3,3% dari 3,8% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan biaya kredit ini menjadi sinyal bahwa kualitas aset mulai membaik dan tekanan pencadangan mulai mereda.
Promo Terbaru di Bareksa
Rekomendasi Tetap Positif
Analis Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.800 per saham. Valuasi tersebut mencerminkan sekitar 2,2 kali Price to Book Value (P/BV) proyeksi 2026.
Rekomendasi ini didukung oleh ketahanan margin bunga, pertumbuhan kredit 14% YoY, serta kualitas aset yang tetap stabil. Kontribusi kredit ultra-mikro meningkat menjadi 14,9% dari total pinjaman, memberikan yield lebih tinggi dibanding kredit korporasi.
Meski demikian, analis memperkirakan NIM BBRI telah mendekati puncak. Manajemen menargetkan NIM 2026 di kisaran 7,4%–7,8%, lebih rendah dari capaian 7,9% pada Q1 2026, sehingga normalisasi margin menjadi perhatian pasar.
Ringkasan Rekomendasi Analis
Rekomendasi: Buy
Target Harga: Rp4.800/saham
Valuasi: 2,2x P/BV 2026F
Pendorong Positif: NIM kuat, CoC menurun
Risiko Utama: Normalisasi margin bunga
Catatan Penting untuk Investor
- NIM berpotensi normalisasi ke kisaran 7,4%–7,8% pada 2026, lebih rendah dari capaian Q1 2026.
- Ekspansi kredit korporasi dapat menekan yield karena marginnya lebih rendah dibanding kredit mikro.
- Kualitas aset tetap krusial, terutama melalui pemantauan NPL, LAR, dan CoC di kuartal berikutnya.
- Pertumbuhan CASA menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi biaya dana.
- Kenaikan yield instrumen pasar seperti SRBI dapat memberi tekanan tambahan pada margin bunga.
- Keberlanjutan kinerja jangka menengah perlu lebih dicermati dibanding hanya laba kuartalan.
Kesimpulan
Kinerja BBRI pada awal 2026 menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dengan pertumbuhan laba dua digit dan risiko kredit yang terkendali. Hal ini menjadi dasar analis mempertahankan pandangan positif terhadap saham perseroan. Meski prospek tetap menarik, investor perlu mencermati potensi penurunan margin bunga pada kuartal berikutnya. Perkembangan suku bunga dan kualitas aset akan menjadi faktor utama yang menentukan arah kinerja ke depan.
FAQ
1. Berapa laba bersih BBRI di Q1 2026?
Rp15,5 triliun, naik 14% YoY.
2. Berapa target harga saham BBRI menurut Ciptadana?
Rp4.800 per saham.
3. Apa rekomendasi analis?
Buy.
4. Apa risiko utama BBRI ke depan?
Normalisasi NIM atau penurunan margin bunga.
5. Apa yang menopang kinerja BBRI?
Pertumbuhan kredit, margin bunga yang kuat, dan biaya kredit yang menurun.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,09 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.200,4 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,94 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.049,18 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang