Grab Siap Konsolidasikan Superbank (SUPA), Kepemilikan Berpotensi Melebihi 50%
Grab berencana mengonsolidasikan Superbank SUPA melalui GXS Bank. Langkah ini memperkuat sinergi bank digital dengan ekosistem Grab dan OVO.

Grab berencana mengonsolidasikan Superbank SUPA melalui GXS Bank. Langkah ini memperkuat sinergi bank digital dengan ekosistem Grab dan OVO.
Bareksa - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank berpotensi masuk dalam konsolidasi laporan keuangan Grab setelah perusahaan teknologi tersebut meningkatkan kepemilikan langsung dan tidak langsung menjadi lebih dari 50%. Informasi ini penting dicermati investor karena mencerminkan penguatan komitmen strategis Grab terhadap ekspansi bisnis bank digital Superbank.
Berdasarkan siaran pers perseroan tanggal 20 Mei 2026, rencana konsolidasi dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. GXS Bank merupakan bank digital asal Singapura yang dimiliki konsorsium Grab dan Singtel. Setelah transaksi selesai, laporan keuangan Superbank akan mulai terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.
Perseroan menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat sinergi layanan keuangan digital di ekosistem Grab dan OVO. Superbank juga menyebut dukungan ekosistem ride-hailing, pengantaran makanan, dan pembayaran digital dapat memperluas penetrasi layanan perbankan bagi segmen ritel dan UMKM di Indonesia. SUPA bergerak di sektor perbankan digital berbasis ekosistem.
Promo Terbaru di Bareksa
Kinerja Superbank Tumbuh
Di tengah rencana konsolidasi tersebut, Superbank tetap mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat hingga April 2026. Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar atau tumbuh 1.528,8% secara tahunan. Total aset meningkat 71,5% YoY menjadi Rp24 triliun.
Penyaluran kredit mencapai Rp12,2 triliun atau naik 55,4% YoY, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh 98,4% YoY menjadi Rp15,1 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income juga meningkat 84,5% YoY menjadi Rp671 miliar. Kinerja ini mencerminkan ekspansi bisnis dan pertumbuhan intermediasi yang masih agresif di sektor bank digital.
Superbank juga terus memperluas integrasi layanan dengan ekosistem pemegang sahamnya. Perseroan telah menghadirkan fitur pembukaan rekening melalui aplikasi Grab, layanan OVO Nabung by Superbank, hingga produk Kartu Untung bersama KakaoBank. Strategi embedded finance tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan akuisisi nasabah dan utilisasi layanan keuangan digital.
Ringkasan Kinerja Superbank April 2026
Indikator | Nilai | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
Laba Sebelum Pajak | Rp142 miliar | 1.528,8% |
Total Aset | Rp24 triliun | 71,5% |
Kredit | Rp12,2 triliun | 55,4% |
Dana Pihak Ketiga | Rp15,1 triliun | 98,4% |
Pendapatan Bunga Bersih | Rp671 miliar | 84,5% |
Sumber: SUPA
Catatan Penting yang Dicermati Investor
Grab berencana mengonsolidasikan laporan keuangan Superbank
Kepemilikan Grab di SUPA berpotensi meningkat menjadi di atas 50%
Transaksi dilakukan melalui GXS Bank milik Grab dan Singtel
Superbank memperluas integrasi layanan dengan Grab dan OVO
Fokus bisnis mencakup layanan digital untuk ritel dan UMKM
Kesimpulan
Rencana konsolidasi Superbank oleh Grab menjadi perkembangan penting di sektor bank digital Indonesia. Langkah tersebut mencerminkan penguatan dukungan strategis pemegang saham utama terhadap ekspansi bisnis SUPA.
Di sisi lain, pertumbuhan laba, kredit, dan dana pihak ketiga menunjukkan fundamental operasional Superbank masih bertumbuh. Sinergi dengan ekosistem digital Grab dan OVO juga berpotensi menjadi faktor pendukung pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.
FAQ
1. Apa yang diumumkan Grab terkait Superbank SUPA?
Grab berencana mengonsolidasikan laporan keuangan Superbank melalui GXS Bank.
2. Berapa potensi kepemilikan Grab di Superbank?
Kepemilikan langsung dan tidak langsung Grab diperkirakan melebihi 50%.
3. Berapa laba Superbank hingga April 2026?
Laba sebelum pajak mencapai Rp142 miliar.
4. Apa bisnis utama Superbank?
Superbank bergerak di sektor perbankan digital berbasis ekosistem.
5. Mengapa langkah Grab menjadi perhatian pasar?
Karena berpotensi memperkuat sinergi ekosistem digital dan ekspansi layanan keuangan SUPA.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.212,65 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.169,48 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.203,73 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.037,49 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
