Pendapatan Q1 2026 EXCL Melesat, Investor Cermati ARPU & Integrasi, Ini Rekomendasi Sahamnya
Kinerja EXCL kuartal I 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan dan ARPU. Integrasi XLSmart serta efisiensi biaya menjadi perhatian investor.

Kinerja EXCL kuartal I 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan dan ARPU. Integrasi XLSmart serta efisiensi biaya menjadi perhatian investor.
Bareksa - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan pendapatan Rp11,84 triliun pada kuartal I 2026, naik 37,6% secara tahunan. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan pertumbuhan bisnis data dan efektivitas integrasi pascamerger XLSmart. Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia tertanggal 13 Mei 2026, EXCL merupakan emiten sektor telekomunikasi dan layanan digital.
EBITDA EXCL tercatat Rp5,40 triliun dengan margin stabil di level 46%. Namun laba bersih masih negatif Rp716 miliar akibat biaya integrasi dan faktor non-operasional, meski laba bersih normalisasi naik signifikan menjadi Rp1,38 triliun. Kondisi ini menjadi perhatian pasar karena menunjukkan tekanan jangka pendek masih terjadi di tengah proses konsolidasi bisnis.
Kinerja operasional EXCL juga menunjukkan perbaikan kualitas pelanggan. Blended mobile ARPU naik menjadi Rp47,3 ribu atau tumbuh 19,7% YoY, ditopang monetisasi layanan data dan disiplin harga. Di sisi lain, jumlah pelanggan seluler turun menjadi 69,4 juta pelanggan karena implementasi registrasi biometrik SIM dan fokus pada pelanggan berkualitas.
Promo Terbaru di Bareksa
Integrasi dan Ekspansi Jaringan Jadi Fokus
Progres integrasi XLSmart disebut lebih cepat dari target. Perseroan telah mengintegrasikan sekitar 40,3 ribu site dan menyelesaikan 77% pembongkaran menara yang ditargetkan. Manajemen menargetkan integrasi jaringan selesai pada 2026 dengan potensi sinergi US$250–300 juta.
Ekspansi jaringan juga terus berjalan dengan jumlah BTS mencapai 253,8 ribu unit atau naik 54% YoY. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,6 ribu BTS merupakan BTS 5G dan kini telah menjangkau 43 kota di Indonesia. Pertumbuhan trafik data mencapai 3.867 PB atau naik 35,8% YoY turut mencerminkan konsumsi data yang masih kuat.
Analis Ciptadana mempertahankan rekomendasi “buy” untuk EXCL dengan target harga Rp4.000 per saham dari harga terakhir Rp3.100. Target tersebut didasarkan pada ekspektasi efisiensi pascaintegrasi, pertumbuhan EBITDA yang berpotensi lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan, serta biaya integrasi yang lebih rendah dari estimasi awal.
Ringkasan Kinerja EXCL Kuartal I 2026
Indikator | Realisasi Q1 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|
Pendapatan | Rp11,84 triliun | 37,6% |
EBITDA | Rp5,40 triliun | 25% |
Margin EBITDA | 46% | Stabil |
Rugi Bersih | Rp716 miliar | Berbalik rugi |
ARPU Mobile | Rp47,3 ribu | 19,7% |
Trafik Data | 3.867 PB | 35,8% |
BTS | 253,8 ribu | 54% |
BTS 5G | 12,6 ribu | - |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia
Faktor yang Dicermati Investor
Pertumbuhan ARPU yang mencerminkan kualitas monetisasi pelanggan
Efisiensi biaya integrasi merger XLSmart
Potensi sinergi US$250–300 juta
Ekspansi jaringan 4G dan 5G nasional
Risiko beban utang dan tekanan laba jangka pendek
Proyeksi EBITDA tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan
Kesimpulan
Kinerja EXCL pada kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan operasional yang tetap solid di tengah proses integrasi bisnis. Kenaikan ARPU, trafik data, dan ekspansi BTS menjadi indikator utama yang dicermati pasar.
Di sisi lain, rugi bersih akibat biaya integrasi masih menjadi faktor penekan jangka pendek. Investor berpotensi mencermati percepatan sinergi merger dan efektivitas efisiensi biaya dalam mendukung profitabilitas ke depan.
FAQ
1. Apa penyebab EXCL masih rugi pada kuartal I 2026?
Rugi bersih terutama dipengaruhi biaya integrasi dan faktor non-operasional pascamerger XLSmart.
2. Berapa pendapatan EXCL pada kuartal I 2026?
Pendapatan mencapai Rp11,84 triliun atau naik 37,6% YoY.
3. Apa itu ARPU dan kenapa penting?
ARPU adalah rata-rata pendapatan per pengguna. Kenaikan ARPU mencerminkan kualitas monetisasi pelanggan yang lebih baik.
4. Berapa target harga EXCL dari analis Ciptadana?
Ciptadana mempertahankan target harga Rp4.000 per saham.
5. Apa bisnis utama EXCL?
EXCL bergerak di sektor telekomunikasi dan layanan data digital di Indonesia.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,07 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,32 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,42 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
