BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Chandra Daya Investasi (CDIA) Bukukan EBITDA US$14,1 Juta di Q1 2026, Naik 125,4%

Abdul Malik30 April 2026
Tags:
Chandra Daya Investasi (CDIA) Bukukan EBITDA US$14,1 Juta di Q1 2026, Naik 125,4%
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) meresmikan Boreas, kapal logistik kimia berkapasitas 9.000 DWT. (Dok. Perusahaan)

CDI Group (CDIA) bukukan adjusted EBITDA US$14,1 juta (naik 125,4% YoY) dan laba bersih US$9,5 juta di Q1 2026. Likuiditas solid US$954,2 juta.

Bareksa - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat adjusted EBITDA US$14,1 juta (setara Rp243,2 miliar, asumsi kurs tengah BI per 29 April Rp17.245 per dolar AS) pada kuartal I 2026, tumbuh 125,4% secara tahunan (YoY). Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan akselerasi profitabilitas operasional pasca ekspansi aset strategis sepanjang 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 29 April 2026, perseroan juga membukukan laba bersih US$9,5 juta (setara Rp163,8 miliar). Pendapatan bersih konsolidasi naik 19,0% YoY menjadi US$41,2 juta (setara Rp710,5 miliar) dari US$34,6 juta (sekitar Rp596,7 miliar) pada Q1 2025.

Segmen logistik menjadi pendorong utama dengan pendapatan US$14,3 juta (sekitar Rp246,6 miliar), naik 48,9% YoY. Sementara segmen energi tumbuh 6,8% menjadi US$25,3 juta (sekitar Rp436,3 miliar). Margin EBITDA meningkat dari 18,1% menjadi 34,2%, mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik. CDIA merupakan emiten sektor infrastruktur terintegrasi yang bergerak di bidang energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

Promo Terbaru di Bareksa

Posisi Keuangan dan Ekspansi Aset

Laba bersih Q1 2026 tercatat US$9,5 juta (Rp163,8 miliar), turun dari US$30,2 juta (sekitar Rp520,8 miliar) pada Q1 2025. Penurunan ini bisa dicermati karena laba tahun sebelumnya dipengaruhi item non-recurring, sedangkan kinerja 2026 lebih merefleksikan operasional berulang yang berkelanjutan.

Total aset CDIA Group tercatat US$1.901,6 juta (sekitar Rp32,79 triliun) per Maret 2026, tumbuh 9% dari US$1.743,8 juta (sekitar Rp30,07 triliun) per akhir 2025. Posisi kas dan surat berharga tetap solid di US$954,2 juta (sekitar Rp16,46 triliun), naik 18,8% dari US$803,3 juta (sekitar Rp13,85 triliun).

Rasio utang terhadap kapitalisasi berada di 39%, naik dari 33% pada 2025, seiring peningkatan belanja modal US$28,4 juta (sekitar Rp489,8 miliar) pada Q1 2026. Ini menunjukkan agresivitas ekspansi yang tetap ditopang likuiditas kuat.

Strategi Pertumbuhan 2026

Pada periode ini, CDIA menambah kapal tanker kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Fukuoka Shipbuilding Co. Ltd. dan dijadwalkan beroperasi pada 2026. Di segmen energi, kapasitas surya mencapai 11 MWp dengan tambahan sekitar 5 MWp dalam pengembangan.

Direktur CDI Group Jonathan Kandinata menyatakan perseroan memasuki sisa 2026 dengan posisi keuangan yang kuat dan pipeline proyek yang solid. Target ekspansi armada logistik menuju sekitar 20 kapal hingga akhir 2026 menjadi salah satu fokus utama pasar.

Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan CDIA Q1 2026

Indikator
Q1 2026
Q1 2025
Perubahan

Pendapatan Bersih

US$41,2 juta

US$34,6 juta

19,0%

Laba Kotor

US$10,0 juta

US$9,2 juta

9,4%

Adjusted EBITDA

US$14,1 juta

US$6,3 juta

125,4%

Laba Bersih Setelah Pajak

US$9,5 juta

US$30,2 juta

-68,6%

Margin Laba Kotor

24,4%

26,6%

Margin EBITDA

34,2%

18,1%

Margin Laba Bersih

23,0%

87,3%

Sumber: CDIA, diolah

Tabel Neraca Keuangan

Indikator
Q1 2026
FY 2025
Perubahan

Total Aset

US$1.901,6 juta

US$1.743,8 juta

9,0%

Total Liabilitas

US$766,4 juta

US$607,9 juta

26,1%

Total Ekuitas

US$1.135,2 juta

US$1.135,9 juta

-0,1%

Utang Berbunga

US$712,9 juta

US$562,6 juta

26,7%

Kas & Surat Berharga

US$954,2 juta

US$803,3 juta

18,8%

Rasio Utang/Kapitalisasi

39%

33%

Belanja Modal

US$28,4 juta

US$11,9 juta (Q1 2025)

Sumber: CDIA, diolah

Catatan Penting untuk Investor

  • Ekspansi armada logistik menuju sekitar 20 kapal hingga akhir 2026

  • Kapal kimia Boreas dijadwalkan beroperasi pada 2026

  • Kapasitas tenaga surya 11 MWp dengan tambahan 5 MWp

  • Infrastruktur IPO di segmen pelabuhan telah mencapai 60% penyelesaian

  • Likuiditas kuat menopang ekspansi agresif

Kesimpulan

Kinerja CDIA pada Q1 2026 mencerminkan pertumbuhan operasional yang kuat, terutama dari segmen logistik dan energi. Kenaikan adjusted EBITDA menunjukkan perbaikan profitabilitas yang lebih berkelanjutan dibanding sekadar laba nominal. Bagi investor, kombinasi ekspansi aset, posisi kas besar, dan proyek infrastruktur aktif menjadikan CDIA sebagai emiten yang patut dicermati dalam peta pertumbuhan infrastruktur 2026.

FAQ

1. Berapa adjusted EBITDA CDIA pada Q1 2026?
US$14,1 juta atau sekitar Rp243,2 miliar.

2. Berapa laba bersih CDIA?
US$9,5 juta atau sekitar Rp163,8 miliar.

3. Mengapa laba bersih turun YoY?
Karena Q1 2025 dipengaruhi item non-recurring.

4. Berapa posisi kas CDIA?
US$954,2 juta atau sekitar Rp16,46 triliun.

5. Apa fokus ekspansi CDIA pada 2026?
Logistik maritim, energi surya, dan infrastruktur pelabuhan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211,21

Up0,78%
Up1,50%
Up0,40%
Up7,56%
Up20,28%
Up14,56%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.200,25

Up0,44%
Up2,26%
Up1,30%
Up7,90%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,52

Up0,68%
Up2,23%
Up1,41%
Up7,64%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,08

Up0,45%
Up2,19%
Up0,14%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua