Harga Emas Dunia Hari Ini Melemah, Rupiah Menguat Usai BI Naikkan Suku Bunga
Harga emas dunia turun ke US$4.255/troy ons pada 10 Juni 2026 di tengah tekanan geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, rupiah menguat ke Rp17.875/US$ setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%.

Harga emas dunia turun ke US$4.255/troy ons pada 10 Juni 2026 di tengah tekanan geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, rupiah menguat ke Rp17.875/US$ setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%.
Bareksa - Harga emas dunia melemah ke US$4.255,28/troy ons pada Rabu pagi, 10 Juni 2026, turun dari penutupan Selasa, 9 Juni 2026 di US$4.262,52/troy ons, berdasarkan Daily Market Update PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) tertanggal 10 Juni 2026.
Tekanan terhadap emas meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang memicu kekhawatiran inflasi. Penurunan ini menempatkan harga emas pada level terendah dalam lebih dari dua bulan. Berdasarkan Daily Market Update Treasury. Secara year-to-date, kinerja emas dalam rupiah masih tercatat positif 0,74%, meski dalam satu bulan terakhir melemah 7,2%.
Secara teknikal, emas telah turun 19% sejak konflik Timur Tengah pecah, dan posisi harga yang kini berada di bawah MA200, moving average 200 hari atau rata-rata harga 200 hari terakhir sebagai acuan tren jangka panjang, memperparah sentimen dan memicu momentum selling oleh investor.
Promo Terbaru di Bareksa
Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS berupa CPI (Consumer Price Index - indeks harga konsumen) dan PPI (Producer Price Index - indeks harga produsen) yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi US$4.000/troy ons, turun dari proyeksi sebelumnya US$4.300, dengan dasar ekspektasi suku bunga AS lebih tinggi tahun ini akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi.
Rupiah Menguat Usai BI Naikkan BI Rate Jadi 5,5%
Pelaku pasar masih merespons keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan pada Selasa, 9 Juni 2026. Kenaikan tersebut diputuskan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak perang di Timur Tengah.
Rupiah mengawali perdagangan Rabu, 10 Juni 2026 di Rp17.875 per dolar AS, menguat dari penutupan Selasa, 9 Juni 2026 di Rp18.050 per dolar AS. Pelemahan dolar AS di pasar global turut membuka ruang penguatan bagi rupiah setelah harga minyak mentah turun tajam.
Secara year-to-date, dolar AS tercatat menguat 7,9% terhadap rupiah. Commerzbank menilai inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menekan emas lebih lanjut, meski peluang pemulihan masih terbuka apabila The Fed tidak kembali menaikkan suku bunga.
Posisi emas di bawah MA200 kini menjadi perhatian pelaku pasar karena memperparah sentimen jangka pendek, sementara data CPI dan PPI AS yang akan dirilis menjadi katalis berikutnya yang dipantau pasar.
Harga Emas Fisik Digital di Bareksa
Platform | Harga | Kinerja (1 Tahun) |
|---|---|---|
Platform | Harga | Kinerja (1 Tahun) |
Treasury | Rp2.482.289/gram | 38,08% |
Indogold | Rp2.528.400/gram | 41,65% |
Pegadaian Digital | Rp2.618.000/gram | 42,28% |
Emas Antam (harga batangan) | Rp2.733.000/gram | 43,53% |
Sumber: Fitur Bareksa Emas, 9 Juni 2026
Proyeksi Analis
Lembaga | Proyeksi / Rekomendasi |
|---|---|
Citi | Target harga emas jangka pendek dipangkas menjadi US$4.000/troy ons (dari US$4.300) |
Commerzbank | Peluang pemulihan terbuka apabila The Fed tidak kembali menaikkan suku bunga |
Treasury — Konservatif | Buy |
Treasury — Moderat | Strong Sell |
Treasury — Agresif | Strong Sell |
Sumber: Daily Market Update Treasury tertanggal 10 Juni 2026.
Kesimpulan
Harga emas dunia pada 10 Juni 2026 tercatat di US$4.255,28/troy ons, melemah ke level terendah dalam lebih dari dua bulan di tengah tekanan geopolitik Timur Tengah, ekspektasi suku bunga AS lebih tinggi, dan posisi teknikal di bawah MA200. Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi US$4.000/troy ons dari sebelumnya US$4.300 akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi, sementara data inflasi AS berupa CPI dan PPI yang akan dirilis menjadi penentu arah berikutnya yang dipantau pasar.
Investor perlu mencermati risiko eskalasi geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga The Fed yang dapat menggerakkan harga emas dan nilai tukar rupiah secara bersamaan.
FAQ
1. Mengapa harga emas dunia turun pada 10 Juni 2026?
Harga emas tertekan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga AS lebih tinggi akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi, berdasarkan Daily Market Update Treasury tertanggal 10 Juni 2026. Posisi teknikal emas yang berada di bawah MA200 turut memperparah sentimen dan memicu momentum selling oleh investor.
2. Apa keputusan Bank Indonesia yang mempengaruhi rupiah pada Juni 2026?
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan pada Selasa, 9 Juni 2026. Kenaikan tersebut diputuskan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak gejolak perang di Timur Tengah.
3. Berapa target harga emas terbaru menurut analis internasional?
Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi US$4.000/troy ons, turun dari proyeksi sebelumnya US$4.300, akibat ekspektasi suku bunga AS lebih tinggi tahun ini karena kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi, berdasarkan Daily Market Update Treasury tertanggal 10 Juni 2026. Commerzbank menilai peluang pemulihan masih terbuka apabila The Fed tidak kembali menaikkan suku bunga.
4. Apa yang dimaksud dengan MA200 dalam analisis harga emas?
MA200 atau moving average 200 hari adalah rata-rata harga emas selama 200 hari terakhir yang digunakan sebagai acuan tren jangka panjang oleh pelaku pasar. Posisi harga emas di bawah MA200 memperparah sentimen dan memicu momentum selling oleh investor, berdasarkan Daily Market Update Treasury tertanggal 10 Juni 2026.
Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(Rahmat Hidayat/AM)
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial
digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan
edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, emas, SBN dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.203,94 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.161,2 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.194,13 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.016,45 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



