Purbaya Ungkap Syarat Utama IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
Purbaya Yudhi Sadewa menilai IHSG berpotensi tembus 28.000 pada 2030 jika reformasi ekonomi konsisten, pertumbuhan di atas 5%, dan investasi swasta meningkat.

Purbaya Yudhi Sadewa menilai IHSG berpotensi tembus 28.000 pada 2030 jika reformasi ekonomi konsisten, pertumbuhan di atas 5%, dan investasi swasta meningkat.
Bareksa – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4) menyampaikan pandangan optimistis terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka panjang.
Menurut dia, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi meningkat signifikan hingga kisaran 28.000 pada 2029-2030 atau akhir dekade ini apabila reformasi ekonomi berjalan konsisten dan pertumbuhan nasional mampu dipercepat secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinan pemerintah bahwa valuasi pasar saham pada akhirnya akan mengikuti kekuatan fundamental ekonomi, bukan sekadar sentimen jangka pendek.
Promo Terbaru di Bareksa
IHSG 28.000 Disebut Skenario Jangka Panjang
Purbaya menegaskan angka tersebut bukan target jangka pendek untuk 2026, melainkan gambaran potensi pasar bila Indonesia mampu masuk ke fase ekspansi ekonomi baru hingga sekitar 2029–2030.
Dengan posisi IHSG saat ini yang masih jauh di bawah level tersebut, maka proyeksi 28.000 mencerminkan potensi kenaikan multi-tahun apabila didukung pertumbuhan laba emiten, arus modal masuk, serta peningkatan kepercayaan investor.
Syarat Utama agar IHSG Bisa Melonjak
Menurut Purbaya, terdapat beberapa prasyarat agar pasar saham mengalami rerating valuasi lebih tinggi:
Pertumbuhan ekonomi nasional terjaga tinggi dan stabil
Investasi swasta meningkat signifikan
Birokrasi makin efisien dan ramah usaha
Penerimaan negara menguat
Stabilitas sistem keuangan terjaga
Pasar modal makin dalam dan likuid.
Jika faktor-faktor tersebut tercapai, Indonesia dinilai berpeluang mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding tren historis.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Kunci
Purbaya juga menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan kuartal II 2026 di atas 5,5%. Bila momentum itu berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, maka pasar saham berpotensi menikmati kenaikan valuasi seiring ekspansi laba perusahaan.
Secara historis, pasar saham negara berkembang cenderung menguat ketika ekonomi tumbuh cepat, suku bunga stabil, dan konsumsi domestik tetap kuat.
Investor Ritel Diminta Fokus Jangka Panjang
Bagi investor ritel, pesan utama dari pernyataan tersebut adalah melihat saham sebagai instrumen pembangunan kekayaan jangka panjang, bukan sekadar spekulasi harian.
Investor yang belum siap memilih saham individual dapat mempertimbangkan instrumen kolektif seperti:
Reksadana pasar uang
Reksadana pendapatan tetap
Reksadana saham
ETF sesuai profil risiko
Risiko Tetap Perlu Dicermati
Meski bernada optimistis, terdapat sejumlah risiko yang dapat menghambat skenario IHSG 28.000:
Perlambatan ekonomi global
Suku bunga tinggi lebih lama
Pelemahan rupiah
Harga komoditas berfluktuasi tajam
ketegangan geopolitik global.
Karena itu, level 28.000 sebaiknya dibaca sebagai skenario potensial berbasis reformasi, bukan target resmi pemerintah yang dijamin tercapai.
Kesimpulan
Pernyataan Purbaya memberi sinyal bahwa pemerintah melihat pasar modal sebagai cerminan kemajuan ekonomi nasional. Jika reformasi berjalan konsisten, pertumbuhan ekonomi mampu dipertahankan di atas 5%, dan investasi swasta meningkat, maka IHSG berpeluang memasuki siklus bullish jangka panjang menuju akhir dekade ini, dengan level 28.000 sebagai ilustrasi optimistis.
FAQ
1. Benarkah IHSG bisa tembus 28.000?
Menurut Purbaya, level 28.000 adalah skenario jangka panjang jika fundamental ekonomi Indonesia terus membaik.
2. Kapan IHSG 28.000 diproyeksikan tercapai?
Perkiraan tersebut merujuk akhir dekade ini atau sekitar 2029–2030, bukan target 2026.
3. Apa syarat utama IHSG naik ke 28.000?
Pertumbuhan ekonomi tinggi, investasi swasta naik, birokrasi efisien, dan pasar modal lebih dalam.
4. Apakah ini target resmi pemerintah?
Bukan. Angka 28.000 merupakan pandangan optimistis berbasis asumsi reformasi berjalan sukses.
5. Apa risiko yang bisa menghambat?
Perlambatan global, suku bunga tinggi, pelemahan rupiah, volatilitas komoditas, dan geopolitik.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.213,23 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.200,1 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,39 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.050,3 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang