Laba ARTO Naik 42% di Q1 2026, Kinerja Solid Tapi di Bawah Ekspektasi, Ini Rekomendasinya
Laba ARTO naik 42% YoY di Q1 2026. Meski sedikit di bawah ekspektasi, kinerja dinilai solid. Simak outlook dan target harga terbaru.

Laba ARTO naik 42% YoY di Q1 2026. Meski sedikit di bawah ekspektasi, kinerja dinilai solid. Simak outlook dan target harga terbaru.
Bareksa - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026. Kinerja ini penting karena menunjukkan pertumbuhan kuat meski di tengah perlambatan ekspansi dan tekanan margin.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/4), laba bersih ARTO naik 42% secara tahunan menjadi Rp86 miliar pada Q1 2026.
PT Bank Jago Tbk (ARTO) merupakan bank digital yang fokus pada layanan perbankan berbasis teknologi. Bank ini terus memperluas bisnis melalui pertumbuhan kredit dan akuisisi nasabah digital.
Promo Terbaru di Bareksa
Di Bawah Konsensus
Secara kuartalan, laba juga tumbuh 11%. Namun, capaian ini sedikit di bawah ekspektasi analis dan konsensus. Hal ini tercermin dari kontribusi terhadap target tahunan yang berada di kisaran 18–19%.
Tekanan utama berasal dari pertumbuhan PPoP yang lebih moderat akibat pendapatan bunga yang melambat. Pertumbuhan kredit tercatat 24,4% YoY, berada di batas bawah target 25–30%. Manajemen dinilai lebih berhati-hati dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan risiko.
Segmen direct lending terus meningkat dan kini mencapai 5% dari total kredit. Target kontribusi segmen ini diproyeksikan naik hingga sekitar 10% pada akhir tahun. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL di level 0,8% dan coverage tinggi 341%.
Margin dan Likuiditas Tetap Solid
Margin berbasis risiko tercatat 5,6%, masih relatif stabil dibanding periode sebelumnya. Hal ini didukung oleh biaya dana (CoF) yang menurun menjadi 3,7%. Bank juga mulai mendapatkan pendanaan wholesale baru untuk memperkuat likuiditas.
Langkah ini mencerminkan strategi pendanaan yang lebih konservatif. Pendapatan non-bunga tumbuh kuat 39% YoY, menjadi penopang kinerja di tengah tekanan NII. Dana tabungan tumbuh tinggi 59% YoY, didorong akuisisi nasabah langsung. Jumlah nasabah baru mencapai 1,2 juta hanya dalam satu kuartal.
Efisiensi juga meningkat dengan biaya akuisisi turun sekitar 25%. Hal ini berdampak positif pada kualitas dana dan penurunan biaya dana. Rasio CASA meningkat ke 53%, menunjukkan perbaikan struktur pendanaan.
Rekomendasi Buy Dipertahankan
Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham ARTO. Target harga ditetapkan di Rp2.300 per saham. Valuasi mencerminkan PBV 3,4x untuk proyeksi 2026.
Kinerja dinilai tetap solid meski pertumbuhan mulai lebih selektif. Risiko utama berasal dari perlambatan kredit dan potensi penurunan kualitas aset.
Tabel Ringkasan Kinerja ARTO Q1 2026
Indikator | Keterangan |
|---|---|
Laba Bersih | Rp86 miliar |
Pertumbuhan Laba | +42% YoY |
Pertumbuhan Kredit | +24,4% YoY |
NPL | 0,8% |
Margin (Risk-adjusted) | 5,6% |
CASA Ratio | 53% |
Rekomendasi | Buy |
Target Harga | Rp2.300 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Kesimpulan
Kinerja Bank Jago di awal 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat meski sedikit di bawah ekspektasi. Fundamental tetap solid dengan dukungan pertumbuhan nasabah dan dana murah. Namun, strategi pertumbuhan yang lebih selektif menjadi faktor penting yang perlu dicermati.
FAQ
1. Kenapa laba ARTO naik signifikan?
Didorong pertumbuhan kredit, pendapatan non-bunga, dan efisiensi biaya.
2. Kenapa kinerja disebut di bawah ekspektasi?
Karena kontribusi laba terhadap target tahunan sedikit lebih rendah dari biasanya.
3. Apa faktor utama pertumbuhan ARTO?
Akuisisi nasabah digital dan ekspansi kredit, khususnya direct lending.
4. Apa risiko utama saham ARTO?
Perlambatan kredit dan potensi kenaikan kredit bermasalah.
5. Berapa target harga ARTO?
Target harga dari analis berada di Rp2.300 per saham.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.212,91 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.199,48 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,28 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.048,94 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang