Rekomendasi Saham Hari Ini: ARTO, BBTN, BJBR & HRUM, Sinyal Pemulihan IHSG Terbentuk
Rekomendasi saham hari ini ARTO, BBTN, BJBR, dan HRUM. IHSG mulai pulih, namun masih bergerak konsolidasi dengan peluang trading jangka pendek.

Rekomendasi saham hari ini ARTO, BBTN, BJBR, dan HRUM. IHSG mulai pulih, namun masih bergerak konsolidasi dengan peluang trading jangka pendek.
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (5/2) merekomendasikan PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJBR) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 5 Februari 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan momentum pemulihan jangka pendek mulai terbentuk, namun belum ada sinyal kuat untuk menembus ke atas.
1.ARTO: Beli spekulatif jika harga menembus Rp1.670
Saham ARTO ditutup tidak berubah di level Rp1.630 (4/2). Sebelumnya, saham ini menembus ke bawah level support penting Rp1.600–1.585 dan sempat turun hingga area Rp1.500, yang kini menjadi penopang utama.
Upaya kenaikan sejauh ini masih terlihat lemah, menandakan tekanan jual masih lebih dominan. Meski begitu, indikator teknikal menunjukkan saham sudah mendekati area jenuh jual, sehingga ada peluang pantulan jangka pendek.
Promo Terbaru di Bareksa
Strateginya bersifat spekulatif: beli jika harga menembus Rp1.670, dengan batas rugi di Rp1.590 dan target keuntungan di sekitar Rp1.800.
2. BBTN: Beli saat harga melemah di sekitar Rp1.310
Saham BBTN melonjak 9,39% dan ditutup di Rp1.340 (4/2). Secara tren menengah, BBTN masih berada dalam tren naik, terlihat dari pergerakan harga yang terus membentuk level terendah yang makin tinggi.
Sebelumnya, harga sempat memantul kuat dari area Rp1.070, lalu naik mendekati Rp1.350–1.370 yang kini menjadi area tantangan. Selama harga tidak jatuh jauh, arah tren masih tergolong positif.
Strategi yang disarankan adalah beli saat harga terkoreksi di sekitar Rp1.310, dengan batas rugi di Rp1.250 dan target keuntungan di sekitar Rp1.450.
3. BJBR: Beli saat turun di area Rp820
Saham BJBR naik 2,47% dan ditutup di Rp830 (4/2). Saat ini BJBR bergerak mendatar cenderung naik setelah sebelumnya memantul dari area Rp710–745.
Pergerakan harga membentuk level terendah yang makin tinggi, menandakan mulai ada akumulasi beli secara bertahap. Namun, kenaikan masih tertahan di area Rp855, sehingga lajunya belum terlalu kencang.
Indikator teknikal menunjukkan momentum mulai membaik, sehingga masih ada ruang untuk melanjutkan kenaikan.
Strateginya, beli saat harga melemah di sekitar Rp820, dengan batas rugi di Rp800 dan target ambil untung di Rp855 hingga Rp885.
4. HRUM: Beli spekulatif di sekitar Rp1.065
Saham HRUM naik 2,4% dan ditutup di Rp1.065 (4/2). Secara tren menengah, HRUM masih berada dalam tren naik, setelah tahun lalu berhasil keluar dari area pergerakan datar Rp770–960.
Saham ini sebelumnya sempat naik kencang hingga Rp1.335, lalu mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Saat ini, indikator teknikal menunjukkan momentum kenaikan mulai kembali menguat, sehingga masih ada peluang harga bergerak lebih tinggi.
Strateginya bersifat spekulatif: beli di sekitar Rp1.065, dengan batas rugi di Rp1.015 dan target keuntungan di sekitar Rp1.185.
Highlight Pasar
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup naik 24 poin (+0,3%) ke level 8.147 (4/2). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.050 – 8.195. Kenaikan indeks terutama ditopang saham AMMN, BBCA, dan BMRI.
Saat ini IHSG mulai masuk fase konsolidasi (bergerak mendatar) setelah sebelumnya reli cukup kencang. Indeks belum mampu bertahan di atas area 9.170, menandakan mulai ada aksi ambil untung dan pelaku pasar masih ragu menentukan arah.
Sebelumnya IHSG sempat turun mendekati area 7.480–7.550, namun langsung memantul. Ini menunjukkan minat beli masih kuat di level bawah. Meski begitu, pergerakan ke atas masih tertahan di kisaran 8.500–8.525, sehingga IHSG cenderung bergerak dalam rentang terbatas.
Indikator teknikal menunjukkan momentum pemulihan jangka pendek mulai terbentuk, namun belum ada sinyal kuat untuk menembus ke atas.
Level penting IHSG:
- Resistance: 8.525, 8.700, 9.174
- Support: 7.854, 7.548, 7.482
Kesimpulan
Sinyal pemulihan jangka pendek IHSG mulai terbentuk, tetapi pasar masih bergerak hati-hati karena belum ada konfirmasi penembusan resistance utama. Dalam kondisi ini, strategi trading selektif menjadi kunci. Saham ARTO, BBTN, BJBR, dan HRUM dinilai menarik untuk jangka pendek dengan pendekatan beli di area tertentu dan disiplin batas risiko, sambil mencermati arah lanjutan IHSG.
FAQ
1. Apakah rekomendasi ini cocok untuk investor jangka panjang?
Rekomendasi ini lebih ditujukan untuk trading jangka pendek, bukan akumulasi jangka panjang.
2. Apa risiko utama saat IHSG masih konsolidasi?
Harga saham bisa bergerak naik-turun cepat tanpa arah jelas, sehingga penting memasang stop loss.
3. Apakah semua saham harus dibeli sekaligus?
Tidak. Pilih saham yang paling sesuai dengan profil risiko dan pergerakan harga saat itu.
4. Kapan sinyal pasar dianggap lebih kuat?
Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas area resistance utama, terutama di atas 8.525.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.211,79 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.190,82 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.163,01 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.049,62 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
