BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

MAMI: Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Global & Pasar Modal Bergantung Ini

Abdul Malik15 April 2026
Tags:
MAMI: Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Global & Pasar Modal Bergantung Ini
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di Jakarta. (dok. MAMI)

Dampak konflik Timur Tengah ke ekonomi global dinilai bergantung durasi dan pasokan minyak. Simak pandangan Manulife AM dan implikasinya ke inflasi, suku bunga, dan pasar.

Bareksa - Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasar global. Namun dampaknya terhadap ekonomi dunia tidak selalu besar.

Menurut Rizki Ardhi, Senior Portfolio Manager - Equity di Manulife Aset Manajemen Indonesia, dalam keterangannya (15/4), dampak konflik sangat ditentukan oleh durasi konflik dan normalisasi pasokan minyak.

Jika gangguan hanya sementara, dampaknya cenderung terbatas. Sebaliknya, konflik berkepanjangan berisiko menekan ekonomi global, terutama dari sisi energi.

Promo Terbaru di Bareksa

Risiko Utama: Jalur Strategis Minyak

Situasi saat ini dinilai berbeda dari episode sebelumnya karena adanya risiko gangguan di jalur penting seperti Selat Hormuz.

Meski begitu, proyeksi OECD Maret 2026 masih memperkirakan pertumbuhan global relatif stabil, dengan asumsi harga minyak mereda di pertengahan tahun.

Dampak ke Inflasi dan Kebijakan Suku Bunga

Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi, khususnya sektor energi dan transportasi.

Namun menurut Rizki, inflasi inti masih relatif stabil, sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter belum terlalu besar. Artinya, bank sentral global masih memiliki ruang untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga.

Arah Kebijakan: The Fed dan Bank Indonesia

Di AS, arah suku bunga masih dipengaruhi dinamika inflasi dan geopolitik. Sementara di Indonesia, Bank Indonesia tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia juga belum memberikan sinyal kuat penurunan suku bunga dalam waktu dekat, mencerminkan sikap kehati-hatian.

Dampak Kebijakan BBM ke APBN

Pemerintah memutuskan menahan harga BBM, yang berdampak positif pada daya beli dan inflasi.

Namun, konsekuensinya adalah peningkatan subsidi energi. Dengan asumsi harga minyak sekitar US$85 per barel, tambahan beban subsidi diperkirakan mencapai sekitar Rp103 triliun.

Kinerja Pasar Saat Gejolak Geopolitik

Berikut gambaran historis dampak konflik geopolitik terhadap pasar finansial:

Illustration

Sumber: Bloomberg, Manulife Aset Manajemen Indonesia

Strategi Investor: Diversifikasi Jadi Kunci

Dalam kondisi tidak pasti, strategi utama adalah diversifikasi. Menurut Rizki:

  • Sektor energi dan komoditas dapat menjadi pelindung
  • Beberapa komoditas diuntungkan tren jangka panjang (energi bersih, elektrifikasi)
  • Sektor konsumsi domestik berpotensi menarik seiring perbaikan ekonomi

Kesimpulan

Dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global sangat bergantung pada durasi dan stabilitas pasokan energi. Saat ini, inflasi masih relatif terkendali dan bank sentral cenderung berhati-hati.

Bagi investor, pendekatan yang lebih defensif dan terdiversifikasi menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global.

FAQ

1. Apa risiko terbesar dari konflik ini?
Gangguan pasokan minyak global.

2. Apakah inflasi akan melonjak?
Berpotensi naik, tapi masih terkendali saat ini.

3. Apa sikap bank sentral?
Masih hati-hati, belum agresif menaikkan suku bunga.

4. Strategi investor saat ini?
Fokus pada diversifikasi dan sektor defensif.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.218,62

Up1,45%
Up2,28%
Up1,01%
Up8,72%
Up20,88%
Up15,65%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.198,17

Up0,21%
Up2,31%
Up1,13%
Up7,97%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,07

Up0,86%
Up2,75%
Up1,55%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.055,71

Up1,33%
Up3,21%
Up0,78%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua