BeritaArrow iconEmasArrow iconArtikel

Harga Emas Naik 2% Usai Kabar Gencatan Senjata AS–Iran, Sinyal Rebound?

Abdul Malik08 April 2026
Tags:
Harga Emas Naik 2% Usai Kabar Gencatan Senjata AS–Iran, Sinyal Rebound?
Ilustrasi harga emas naik. (Shutterstock)

Harga emas melonjak 2% setelah kabar gencatan senjata AS–Iran. Simak penyebab, level penting, dan prospek emas ke depan.

Bareksa - Harga emas dunia kembali naik pada Rabu (8/4/2026), didorong kabar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini langsung memicu reaksi pasar global.

Mengutip Kitco News, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu, sambil meninjau proposal damai dari Iran.

Dampaknya:

Promo Terbaru di Bareksa

  • Emas spot naik di atas US$4.800/ons (naik 2%)
  • Emas berjangka naik sekitar 2,3%
  • Perak melonjak lebih dari 4%

Harga Emas Digital Dalam Negeri di Bareksa

  • Treasury: Rp2.709.318/gram
  • Pegadaian: Rp2.819.000/gram
  • Indogold: Rp2.708.077/gram

Kenaikan 1 Tahun

  • Treasury: 61,36%
  • Pegadaian: 68,19%
  • Indogold: 60,79%

Kabar ini mengubah arah pasar secara cepat:

  • Saham global menguat (S&P 500 futures naik 2%)
  • Harga minyak anjlok (WTI turun hingga 18%)
  • Logam mulia naik

Artinya, pasar mulai melihat risiko jangka pendek mereda, meski belum sepenuhnya aman.

Kenapa Emas Justru Naik?

Secara teori, saat konflik mereda, emas biasanya melemah. Namun kali ini ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan:

1. Harapan Penurunan Suku Bunga

Meredanya konflik bisa:

  • Menekan harga energi
  • Mengurangi tekanan inflasi

Ini membuka peluang bank sentral seperti The Fed untuk menurunkan suku bunga, yang positif untuk emas.

2. Rebound Setelah Koreksi Tajam

Emas sempat turun lebih dari 10% bulan lalu, penurunan terdalam sejak 1980-an. Kenaikan saat ini bisa menjadi rebound teknikal setelah tekanan jual besar.

3. Dukungan dari Bank Sentral

Bank Sentral Tiongkok atau People's Bank of China terus membeli emas selama 17 bulan berturut-turut. Ini menjadi penopang kuat harga emas dalam jangka menengah.

Risiko Masih Membayangi

Meski sentimen membaik, ada beberapa risiko:

  • Gencatan senjata hanya sementara (2 minggu)
  • Potensi konflik bisa kembali meningkat
  • Dampak inflasi dari lonjakan harga energi belum sepenuhnya hilang

Jika konflik kembali memanas:

  • Harga minyak bisa naik lagi
  • Inflasi meningkat
  • Emas bisa kembali volatil

Menurut analis, level kunci harga emas:

  • Resistance awal: US$4.800/ons
  • Level psikologis: US$5.000/ons

Jika tembus US$5.000, potensi tren bullish bisa semakin kuat.

Kesimpulan

Kenaikan harga emas saat ini dipicu kombinasi sentimen geopolitik yang mereda, harapan penurunan suku bunga, dan aksi beli global. Namun, karena situasi masih belum pasti, arah emas ke depan tetap bergantung pada perkembangan konflik dan kebijakan moneter.

Strategi:

Emas masih menarik untuk dipantau, tapi hindari keputusan terburu-buru karena volatilitas masih tinggi.

FAQ

1. Kenapa emas naik saat konflik mereda?
Karena pasar fokus pada potensi turunnya suku bunga dan efek rebound harga.

2. Apakah emas akan terus naik?
Belum tentu, tergantung kelanjutan gencatan senjata dan kondisi inflasi.

3. Level penting emas saat ini?
Area US$4.800–5.000 menjadi kunci arah selanjutnya.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tengang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,63

Down- 0,21%
Up2,02%
Up0,35%
Up8,27%
Up20,11%
Up14,71%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.196,81

Up0,08%
Up2,42%
Up1,01%
Up7,99%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.168,08

Down- 0,11%
Up2,58%
Up1,11%
Up7,83%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,89

Down- 0,46%
Up2,82%
Down- 0,07%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua