BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SMIL, BUVA, BBYB, IHSG Uji Level 7.500

Abdul Malik14 April 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SMIL, BUVA, BBYB, IHSG Uji Level 7.500
Ilustrasi salah satu kantor PT Bank Neo Commerce Tbk atau BBYB. (Shutterstock))

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa, 14 April 2026: SMIL, BUVA, BBYB. IHSG naik ke 7.500 dengan net buy asing Rp397 miliar. Simak analisis dan strategi.

Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 14 April 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguji level 7.500.

1. SMIL – Beli Spekulatif di Rp224–248

Harga saham SMIL naik 3,28% ke Rp252 (13/4) dan ditutup dekat level tertinggi, mengindikasikan momentum masih kuat.

Support berada di Rp244–248 dengan support kuat Rp224, sementara resistance di Rp266–272. Target ambil untung Rp266–272 dan batas rugi Rp220.

Promo Terbaru di Bareksa

Strategi: dapat dipertimbangkan beli saat harga turun tipis, dengan peluang uji resistance jika transaksi meningkat.

2. BUVA – Beli Spekulatif di Rp1.040 – 1.185

BUVA naik 2,56% ke Rp1.200 (13/4), sempat menyentuh Rp1.260 dan kini stabil di atas Rp1.180.

Support di Rp1.170–1.185 dengan support kuat Rp1.040, sementara resistance di Rp1.260–1.300. Target ambil untung Rp1.260–1.300 dan batas rugi Rp1.030.

Strategi: dapat menunggu penurunan terbatas sebelum masuk, dengan peluang melanjutkan kenaikan.

3. BBYB – Beli Spekulatif di Rp304–328

BBYB naik 1,84% ke Rp332 (13/4) dan bergerak naik bertahap dengan posisi harga relatif stabil.

Support di Rp326–328 dengan support kuat Rp304, sementara resistance di Rp350–360. Target ambil untung Rp350–360 dan batas rugi Rp302.

Strategi: dapat dipertimbangkan akumulasi bertahap, dengan konfirmasi lanjutan jika menembus Rp335–340.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup naik 42 poin atau 0,56% ke level 7.500 pada 13 April 2026, dengan pergerakan di kisaran 7.351–7.528. Kenaikan ini didukung aksi beli bersih investor asing Rp397 miliar.

Mengutip riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (14/4), sektor energi (naik 2,64%), bahan baku (naik 2,36%), dan konsumer siklikal (naik 2,3%) memimpin penguatan. Saham seperti Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), dan Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi penggerak utama. Rupiah melemah tipis ke Rp17.103 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan rebound jangka pendek setelah bertahan di area 6.900–7.000 dan kini menguji level 7.500. Namun, indeks masih berada di bawah resistance 7.800–8.000 sehingga ruang kenaikan dinilai terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.488–7.527.

Kesimpulan

Rekomendasi saham SMIL, BUVA, dan BBYB menarik untuk trading jangka pendek di tengah IHSG yang sedang rebound. Namun, investor tetap perlu disiplin pada level support dan batas rugi, mengingat tren besar IHSG masih belum sepenuhnya kuat.

FAQ

1. Apa kondisi IHSG saat ini?
Sedang rebound ke 7.500 dengan dukungan net buy asing Rp397 miliar.

2. Apakah tren sudah bullish?
Belum, karena masih di bawah resistance 7.800–8.000.

3. Strategi yang cocok?
Trading jangka pendek dengan disiplin batas rugi.

4. Risiko utama?
Jika turun di bawah 7.482, IHSG berpotensi kembali ke 7.000.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,02

Up0,77%
Up2,24%
Up0,71%
Up8,61%
Up20,41%
Up15,83%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.197,67

Up0,06%
Up2,36%
Up1,09%
Up8,02%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,02

Up0,43%
Up2,66%
Up1,37%
Up8,04%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.050,34

Up0,64%
Up3,09%
Up0,26%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua