Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SMIL & PGEO, IHSG Diprediksi Menguat
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 22 Juni 2026 menyoroti SMIL dan PGEO sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang bergerak terbatas di zona positif.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 22 Juni 2026 menyoroti SMIL dan PGEO sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang bergerak terbatas di zona positif.
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 22 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 6.074–6.300 dengan kemungkinan bergerak terbatas di zona positif.
1. SMIL: Hold / Quick Trade di Rp238–266
SMIL direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp238–266. Harga terakhir saham SMIL naik 0,75% ke Rp270 pada perdagangan 19 Juni 2026.
Secara teknikal, SMIL berada di atas MA20 Rp259 dan mendekati MA50 Rp271, mencerminkan momentum rebound yang mulai terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 62,50 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp266–259, sementara resistance di kisaran Rp271–284.
Promo Terbaru di Bareksa
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp238–266. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp238–259 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp284–292, batas rugi: Rp234.
2. PGEO: Hold / Quick Trade di Rp815–885
PGEO direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp815–885. Harga terakhir saham PGEO naik 1,13% ke Rp895 pada perdagangan 19 Juni 2026.
Secara teknikal, PGEO berada di atas MA20 Rp866 dan mendekati MA50 Rp941, menandakan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 58,48 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp885–866, sementara resistance di kisaran Rp940–941.
Sebagai emiten panas bumi (geothermal) terbesar di Indonesia yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero), PGEO dapat dicermati di tengah tren transisi energi yang mendorong permintaan energi terbarukan secara global. Pengumuman klasifikasi MSCI yang dijadwalkan 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aliran modal asing ke saham-saham berkapitalisasi menengah seperti PGEO.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp815–885. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp815–866 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp940–970, batas rugi: Rp805.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
SMIL | Hold / Quick Trade | Rp238–266 | Rp238–259 | Rp284–292 | Rp234 |
PGEO | Hold / Quick Trade | Rp815–885 | Rp815–866 | Rp940–970 | Rp805 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 19 Juni 2026
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Zona Positif
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup naik tipis 5 poin atau 0,08% ke level 6.177 pada perdagangan Jumat (19/6), meski asing mencatat net sell Rp3,2 triliun. Penguatan dipimpin sektor Infrastructures (+1,61%), Healthcare (+1,52%), dan Consumer Non-Cyclicals (+1,09%), sementara Properties & Real Estate (−1,86%), Basic Materials (−1,83%), dan Technology (−1,01%) menjadi penekan. BBCA (+3,70% ke Rp6.300), BYAN (+13,40% ke Rp11.000), dan DSSA (+8,97% ke Rp850) menjadi penopang utama. Rupiah melemah 80 poin ke Rp17.790 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (22/6/2026), IHSG bergerak sideways setelah rebound tajam dari level rendah 5.318, dengan harga mengonsolidasi di sekitar 6.177 dekat area Fibonacci 0.236 dan masih di bawah zona resistance kunci 6.377–6.820. Moving average masih bergerak menurun, mengindikasikan tekanan lebih luas belum sepenuhnya berbalik, sementara indikator stochastic mulai melandai dari zona overbought, mencerminkan momentum yang terbatas dalam jangka pendek. Breakout yang bertahan di atas 6.377 diperlukan sebagai konfirmasi pemulihan yang lebih kuat.
Untuk 22 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.074–6.300 dengan kemungkinan bergerak terbatas di zona positif.
Kesimpulan
Rekomendasi saham Bareksa hari ini menempatkan SMIL dan PGEO sebagai pilihan quick trade jangka pendek dengan strategi buy on pullback ke area support teknikal masing-masing di tengah IHSG yang bergerak sideways dalam kisaran konsolidasi 6.074–6.377. RSI kedua saham berada di kisaran 58–62, mencerminkan momentum yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range — Rp238–259 untuk SMIL dan Rp815–866 untuk PGEO — dan disiplin pada batas rugi masing-masing saham mengingat kedua saham belum melampaui MA50 dan IHSG masih dalam fase konsolidasi menjelang pengumuman klasifikasi MSCI 24 Juni 2026.
FAQ
1. Mengapa rekomendasi Bareksa hari ini hanya dua saham?
Berdasarkan hasil screening teknikal harian tim analis Bareksa dari data penutupan 19 Juni 2026, hanya SMIL dan PGEO yang memenuhi kriteria sinyal rebound jangka pendek dengan posisi di atas MA20, RSI yang belum memasuki zona overbought, dan profil risiko yang terukur. Jumlah rekomendasi ditentukan oleh kualitas sinyal teknikal, bukan kuantitas.
2. Apa latar belakang bisnis SMIL dan mengapa saham ini menarik secara teknikal?
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL) merupakan emiten produsen pipa baja yang melayani sektor konstruksi, infrastruktur, dan migas. Secara teknikal, SMIL berada di atas MA20 Rp259 dengan RSI 62,50 yang mencerminkan momentum pemulihan, meski harga masih mendekati MA50 Rp271 sehingga breakout MA50 menjadi konfirmasi lanjutan yang perlu dicermati.
3. Mengapa PGEO menarik sebagai quick trade menjelang pengumuman MSCI 24 Juni 2026?
Kepastian dipertahankannya status Emerging Market Indonesia pada pengumuman MSCI 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi mendorong aliran modal asing kembali ke pasar Indonesia, termasuk saham-saham sektor energi terbarukan seperti PGEO. Secara teknikal, RSI 58,48 dan posisi di atas MA20 Rp866 mencerminkan momentum yang menguat dengan ruang kenaikan menuju MA50 Rp941.
4. Apa dampak pergerakan IHSG sideways terhadap strategi entry kedua saham ini?
Kondisi IHSG yang bergerak sideways dalam kisaran 6.074–6.377 mencerminkan minimnya katalis direksioanal jangka pendek, sehingga strategi buy on pullback ke area support menjadi lebih relevan dibandingkan mengejar harga. Investor disarankan menunggu konfirmasi pullback ke area entry prioritas sebelum mengambil posisi.
5. Bagaimana dampak wacana revisi harga DMO batu bara terhadap konteks pasar hari ini?
Wacana revisi harga DMO batu bara pasca pemadaman listrik di Jawa mencerminkan adanya katalis sektoral yang dapat memengaruhi sentimen saham energi secara keseluruhan. Meski SMIL dan PGEO tidak terdampak langsung, perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan dari katalis ini berpotensi mendukung pergerakan kedua saham dalam jangka pendek.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,03 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,63 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,52 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.021,73 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



