BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Wall Street Rebound, BBCA Biayai Sektor Berkelanjutan, TPIA Bangun Pabrik US$800 Juta

Abdul Malik11 Januari 2024
Tags:
Wall Street Rebound, BBCA Biayai Sektor Berkelanjutan, TPIA Bangun Pabrik US$800 Juta
Aplikasi BCA yang diakses melalui telepon seluler. (Shutterstock)

BBCA, INKP, INTP, TOWR, EXCL, LSIP dan ERAA direkomendasikan beli, harga minyak, emas dan batu bara melemah, harga CPO naik 5 hari beruntun

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dan Daily & Technical Update oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia dipublikasi Kamis (11/1/2024) :

Stock Pick

EXCL

Harga saham PT XL Axiata naik 1,9% atau bertambah 40 poin menjadi Rp2.150 pada Rabu (10/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham EXCL dengan target harga Rp2.300 dan stop rugi di Rp2.000, support Rp2.130 ; Rp2.100 dan resisten Rp2.180 ; Rp2.200. Volume perdagangan saham EXCL pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham EXCL berpotensi menguji resisten Rp2.180, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp2.200.

LSIP

Harga saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menguat 0,56% atau bertambah 5 poin menjadi Rp890 pada Rabu (10/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham LSIP dengan target harga Rp850 dan stop rugi Rp850, support Rp880 ; Rp870 dan resisten Rp900 ; Rp910. Volume perdagangan saham LSIP pada Rabu lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham LSIP berpotensi menguji resisten Rp900, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp910.

Promo Terbaru di Bareksa

ERAA

Harga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) naik 2,4% atau bertambah 10 poin menjadi Rp426 pada Rabu (10/1). D’Origin Financial merekomendasikan spekulasi beli saham ERAA dengan target harga Rp480 dan stop rugi Rp390, support Rp420 ; Rp416 dan resisten Rp430 ; Rp434. Volume perdagangan saham ERAA pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham ERAA berpoetnsi menguji resisten Rp430, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp434.

Investasi Saham di Sini

BBCA : Menguji Level Support

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,78% menjadi Rp9.550 pada Rabu (10/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, tren bullish saham BBCA di hari sebelumnya mulai memudar, dengan bias teknikal akan melanjutkan koreksi. Support kunci saham BBCA di Rp9.475, jika mampu bertahan, maka saham BBCA berpeluang rebound. Saham BBCA direkomendasi beli saat melemah di Rp9.475 dengan stop rugi di Rp9.400 dan ambil untung di Rp9.550.

Pergerakan saham BBCA

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

INKP : Menguji Level Support

Harga saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) stagnan di level Rp8.000 pada Rabu (10/1). Ciptadana Sekuritas menilai saham INKP sedang fase konsolidasi dengan bias bearish dengan support kuat di Rp7.775. Level resisten saham INKP di kisaran Rp8.200, dan jika melampaui level tersebut, maka berpotensi pembalikan arah menuju level berikutnya di Rp8.525. Saham INKP direkomendasi beli saat melemah (BOW) di kisaran Rp7.775 dengan stop rugi di Rp7.725 dan ambil untung di Rp8.200.

Pergerakan saham INKP

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

INTP : Menguji Level Support

Harga saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk stagnan di level Rp9.150 pada Rabu (10/1). Ciptadana Sekuritas melihat tren saham INTP bergerak bearish dan membentuk pola doji bearish candlestick, sehingga ada ruang pelemahan. Dengan support kuat di Rp9.025, saham INTP direkomendasikan spekulasi beli di Rp9.025 dengan stop rugi di Rp8.980, dan ambil untung di Rp9.200.

Pergerakan saham INTP

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

TOWR : Menguji Level Support

Harga saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melemah 2,55% menjadi Rp955 pada Rabu (10/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, saham TOWR tampak bearish dengan membentuk level rendah atas, bias bearish dan ada ruang pelemahan lanjutan. Saham TOWR bisa melanjutkan pelemahan untuk menguji level support berikutnya di Rp945. Jika mampu bertahan maka berpotensi rebound, dengan resisten terdekat di Rp990. Saham TOWR direkomendasi beli saat melemah (BOW) di Rp945.

Pergerakan saham TOWR

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

Investasi Saham di Sini

Wall Street

Indeks-indeks di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street rebound pada Rabu (10/1/2024). Investor menunggu rilis data inflasi dan dimulainya musim laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat (AS). Indeks S&P 500 naik 0,57% menjadi 4.783,45. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 170,57 poin (0,45%) menjadi 37.695,73 dan Nasdaq Composite meningkat 0,75% menjadi 14,969.65.

IHSG

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,38% atau bertambah 27,09 poin menjadi 7.227,3 pada Rabu (10/1), dengan volume perdagangan lebih kecil dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial, IHSG bergerak di rentang 7.180 - 7.280, support 7.200 ; 7.180 dan resisten 7.250 ; 7.280. Penguatan IHSG berpotensi menguji resisten 7.250, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 7.280.

Nilai transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp9 triliun dengan melibatkan 18 miliaran saham yang berpindah tangan 1,4 juta kali. Sebanyak 273 saham menguat, 243 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Saham dengan kenaikan tertinggi ialah PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) yang naik tajam 34,86% menjadi Rp236. Kemudian PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) mencatatkan kenaikan 22,09% menjadi Rp525.

Sebaliknya, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) menjadi saham dengan penurunan terdalam atau top losers, dengan penurunan 33,33% menjadi Rp2, serta saham PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk. (AIMS) turun 9,87% menjadi Rp1.050.

Rupiah

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.570 per dolar AS pada Rabu (10/1). Mata uang Garuda melemah 50 poin atau 0,32% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp15.568 per dolar AS.

IPR

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penjualan eceran di Desember 2023 diperkirakan stabil, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 217,9 dan pertumbuhan tahunan 0,1%. Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono, menambahkan pertumbuhan ini didorong oleh sektor Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Makanan, Minuman, serta Tembakau. Secara bulanan, penjualan diperkirakan meningkat 4,8%.

Investasi Saham di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak turun hampir US$1 per barel pada Rabu, setelah lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah AS meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan di pasar minyak terbesar. Kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate turun 87 sen, atau 1,2% menjadi US$71,37 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah patokan global Brent turun 79 sen atau 1% menjadi US$76,80 per barel.

Batu Bara

Harga batu bara rontok pada Rabu gara-gara sentimen dari India dan China. Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Januari 2024 jatuh US$2,15 menjadi US$133, 5 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Februari 2024 melemah US$2,7 menjadi US$131,5 per ton. Sementara itu, kontrak berjangka Maret 2024 terkerek US$2,2 menjadi US$130,05 per ton.

CPO

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali naik pada Rabu. Dengan demikian, harga CPO menguat 5 hari beruntun, ditopang sentimen menyusutnya stok yang lebih rendah dari perkiraan, serta penurunan produksi. Kontrak berjangka CPO untuk Januari 2024 naik 20 ringgit Malaysia menjadi 3.712 ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Februari 2024 menguat 20 ringgit Malaysia menjadi 3.742 Ringgit Malaysia per ton.

Emas

Harga emas melunak pada Rabu menjelang data inflasi AS yang dapat membentuk pandangan Federal Reserve tentang pemotongan suku bunga tahun ini, meskipun dolar yang lebih lemah menopang harga. Emas spot turun 0,4% menjadi US$2.021,39 per ons. Kontrak berjangka emas AS turun 0,3% menjadi US$2027,8.

Investasi Emas di Sini

BBCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus membuka keran pembiayaan ke seluruh sektor berkelanjutan. Adapun, pada tahun ini, BCA menargetkan penyaluran kredit ke sektor ini akan tumbuh 8%.

TPIA

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengalokasikan US$800 juta (Rp12,45 triliun dengan kurs Rp15.568) untuk pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang akan dimulai di awal 2024. Investasi ini adalah langkah strategis untuk masuk ke industri hilir. Rincian lebih lanjut dan keputusan investasi akan diumumkan dalam waktu dekat. Pabrik tersebut direncanakan selesai dalam 26-28 bulan dan akan mendukung supply chain kendaraan listrik Indonesia dan global, berkontribusi pada margin TPIA.

ZINC

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat obligasi Kapuas Prima Coal (ZINC) dari idCCC ke idD, sambil menurunkan peringkat perusahaan menjadi idSD dari idCCC dengan CreditWatch negatif. Penurunan itu karena Kapuas Prima Coal gagal menyelesaikan kewajiban obligasinya setelah masa remedial berakhir pada 4 Januari 2024, termasuk ketidakmampuan membayar obligasi Rp23 miliar yang jatuh tempo pada 21 Desember 2023.

GULA

PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menyampaikan hasil realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana IPO per tanggal 31 Desember 2023. GULA merealisasikan dana IPO untuk pembangunan pabrik dan fasilitas lainnya Rp7,31 miliar dan Rp14 miliar untuk pembelian dan instalasi mesin serta modal kerja Rp10,06 miliar. Dengan realisasi itu, maka GULA sudah menggunakan dana IPO Rp31,38 miliar.

SOCI

Soechi Lines (SOCI) telah membubarkan 3 anak usahanya yang berbadan hukum di Singapura, yang telah mendapatkan persetujuan penutupan dari otoritas Singapura. Anak usaha yang dibubarkan adalah Soechi Capital Pte. Ltd. (SCPL) dengan kepemilikan 100%, Success Marine Offshore Pte. Ltd. (SMO) dengan kepemilikan 99,99%, dan Soechi International Pte. Ltd. (SIPL) dengan kepemilikan 100%.

Investasi Saham di Sini

AVIA

Avia Avian (AVIA) menanamkan sisa dana dari penawaran saham perdana (IPO) Rp1,15 triliun. Dana tersebut saat ini ditempatkan di deposito. Dana baru ini disimpan di Bank Central Asia (BBCA) dan UOB dengan berbagai variasi tingkat suku bunga.

RAAM

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham per 31 Desember 2023. Emiten bidang perfilman itu, masih menyimpan dana IPO Rp60,17 miliar, dari hasil bersih Rp211,7 miliar.

META

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana mengadakan tender offer sukarela untuk go private mulai 25 Januari hingga 23 Februari 2024 dengan harga Rp250 per lembar saham. Namun rencana ini masih menunggu persetujuan dari OJK.

ADHI

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan kontrak baru Rp37,4 triliun di 2023, naik 58% dari tahun sebelumnya Rp23,7 triliun, melewati target pertumbuhan 15-20%. Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto, mengungkapkan 93% dari kontrak tersebut berasal dari lini bisnis engineering & construction, 3% dari manufaktur, dan sisanya dari property & hospitality serta investasi.

LPKR

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerapkan praktik pengelolaan air berkelanjutan di setiap proyek pengembangannya. Dalam jangka panjang, LPKR menargetkan konsumsi air berkelanjutan mencapai 20% pada 2023.

Investasi Saham di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.313,18

Up0,15%
Up3,81%
Up0,02%
Up5,82%
Up18,30%
-

Capital Fixed Income Fund

1.766,42

Up0,60%
Up3,41%
Up0,02%
Up7,32%
Up17,24%
Up43,22%

STAR Stable Income Fund

1.917,41

Up0,56%
Up2,94%
Up0,02%
Up6,33%
Up30,71%
Up60,33%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.753

Down- 0,46%
Up3,74%
Up0,01%
Up4,38%
Up18,76%
Up47,23%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.035,73

Down- 0,22%
Up1,77%
Up0,01%
Up2,68%
Down- 2,15%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua