BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Suku Bunga AS Tetap 5,25-5,5% Dorong Wall Street Rebound, Laba BRPT, SMGR dan INTP Melesat

Abdul Malik02 November 2023
Tags:
Suku Bunga AS Tetap 5,25-5,5% Dorong Wall Street Rebound, Laba BRPT, SMGR dan INTP Melesat
Ilustrasi investor yang memantau kinerja investasinya di reksadana dan SBN, yang terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. (Shutterstock)

MEDC, ADRO dan CPIN direkomendasi beli, IHSG, rupiah, emas, batu bara dan CPO melemah, PANR right issue

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dipublikasi Kamis (2/11/2023) :

Stocks Pick

MEDC

Harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 8,63% atau berkurang 110 poin menjadi Rp1.165 pada Rabu (1/11/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham MEDC dengan target Rp1.300 dan stop rugi Rp1.000, support Rp1.150 ; Rp1.140 dan resisten Rp1.180 ; Rp1.200.

Volume perdagangan saham MEDC pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Pelemahan saham MEDC berpotensi menguji support Rp1.150, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.140. Jika saham MEDC mampu bertahan di atas level 1.100, maka membuka potensi penguatan.

Promo Terbaru di Bareksa

ADRO

Harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADR)) turun 5,86% atau berkurang 150 poin menjadi Rp2.410 pada Rabu (1/11/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham ADRO dengan target Rp2.800, stop rugi Rp2.200, support Rp2.400 ; Rp2.350 dan resisten Rp2.450 ; Rp2.500.

Volume perdagangan saham ADRO pada Rabu nlebih besar dari hari sebelumnya. Pelemahan saham ADRO berpotensi menguji support Rp2.450, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp2.500.

CPIN

Harga saham PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) minus 7,33% atau berkurang 425 poin menjadi Rp5.375 pada Rabu (1/11/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham CPIN dengan target Rp5.600 dan stop rugi Rp5.000, support Rp5.350 ; Rp5.300 dan resisten Rp5.400 ; Rp5.450.

Volume perdagangan saham CPIN pada Rabu lebih kecil dari hari sebelumnya. Pelemahan saham CPIN berpotensi menguji support Rp5.350, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp5.300.

Investasi Reksadana di Sini

Wall Street

Indeks-indeks utama di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street memulai November dengan reli pada Rabu (1/11/2023). Rebound itu terjadi terjadi setelah tiga bulan terakhir suram, menyusul Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan untuk kedua kalinya berturut-turut. Hal itu membuat investor memprediksi bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunganya selama sisa tahun ini.

Dow Jones Industrial Average naik 221,71 poin (0,67%) menjadi 33.274,58. Sedangkan S&P 500 menguat 1,05% menjadi 4,237.86, melewati rata-rata pergerakan 200 hari. Sementara itu, Nasdaq Composite bertambah 1,64% menjadi 13.061,47.

IHSG

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,63% atau berkurang 109,79 poin menjadi 6.642,42 pada Rabu (1/11/2023), dengan volume perdagangan lebih besar dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial bergerak di kisaran 6.600 - 6.680, support 6.620 ; 6.600 dan resisten 6.660 ; 6.680. Pelemahan IHSG berpotensi menguji support 6.620, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 6.600.

Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 0,32% menuju level Rp15.935,5 pada Rabu. Di tengah pelemahan ini, indeks dolar AS tercatat menguat 0,1% ke 106,77.

Inflasi RI

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indonesia naik menjadi 2,56% (YOY) dan 0,17% (MTM) pada Oktober 2023.

PMI RI

Untuk periode Oktober 2023, PMI manufaktur Indonesia ada di angka 51,5, level terendah sejak Mei 2023 atau dalam lima bulan terakhir. Meski melandai, PMI manufaktur Indonesia sudah berada dalam fase ekspansif selama 26 bulan terakhir. PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

Suku Bunga AS

Bank Sentral AS Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25% -5,5%, tetapi membuka peluang untuk peningkatan lebih lanjut. The Fed menegaskan jika inflasi belum turun sesuai target, maka potensi kenaikan suku bunga masih ada. Keputusan The Fed menahan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (2/11/2023) adalah yang kedua kalinya dalam dua pertemuan terakhir.

The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 25 Juli 2023. Keputusan menahan suku bunga juga sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar. Untuk diketahui, The Fed telah mengerek suku bunga secara agresif hingga 525 bps atau 5,25% sejak Maret 2022 hingga Juli tahun ini.

Investasi Reksadana di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak turun sekitar 1% pada Rabu, ke level terendah dalam tiga minggu karena kebijakan The Fed mengangkat kurs dolar AS. Minyak mentah berjangka Brent turun 39 sen, atau 0,5%, menjadi US$84,63 per barel. Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 58 sen, atau 0,7%, menjadi US$80,44.

Batu Bara

Harga batu bara lagi-lagi terpuruk akibat dari sentimen banjirnya stok batu bara di China dan India. Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 terpangkas US$1,45 menjadi US$119,65 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 jatuh US$0,9 menjadi US$126,5 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 ambles US$1 menjadi US$130,1 per ton.

CPO

Harga kontrak minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melemah pada Rabu. Harga CPO jatuh dua hari beruntun akibat adanya pemelamahan minyak kedelai. Kontrak berjangka CPO untuk November 2023 terkoreksi 61 ringgit Malaysia menjadi 3.564 ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2023 jatuh 61 ringgit Malaysia menjadi 3.643 ringgit Malaysia per ton.

Emas

Harga emas turun pada Rabu, setelah Bank Sentral AS mengumumkan keputusan yang telah diperkirakan secara luas untuk mempertahankan suku bunga dan Ketua Jerome Powell mengatakan pertanyaan tentang penurunan suku bunga tidak ada dalam radar mereka saat ini. Emas spot turun 0,3% menjadi US$1,976.39 per ounce. Emas berjangka AS turun 0,3% menjadi US$1,987.5 pada Rabu.

Investasi Emas di Sini

SRTG

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan kerugian Rp10,6 triliun hingga kuartal III 2023. Adapun, net asset value (NAV) Rp49,8 triliun. Net asset value Saratoga turun 18,96% secara YOY) dibandingkan periode kuartal III 2022 yang sebesar Rp61,51 triliun.

INDY

PT Indika Energy Tbk (INDY) per 30 September 2023 mencatat laba bersih US$93,83 juta, anjlok 72% dari periode yang sama tahun lalu di US$338,39 juta. Alhasil, laba per saham dasar merosot ke posisi US$0,018 dari periode sama tahun lalu senilai US$0,0649.

DOID

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membukukan peningkatan kinerja pada 9 bulan pertama di 2023. DOID mencatatkan laba bersih tumbuh 5,25% menjadi US$21,6 juta atau setara Rp345,19 miliar (kurs Rp15.935 per dolar AS). DOID mencetak pendapatan neto US$1,36 miliar atau setara Rp21,72 triliun. Pendapatan ini meningkat 18,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$1,14 miliar.

SSMS

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencetak penjualan senilai Rp4,42 triliun dengan laba bersih Rp513,18 miliar sekalipun badai El-Nino tengah mengadang.

BRPT

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) membukukan kenaikan laba bersih 217,31% menjadi US$35,84 juta atau setara Rp555,16 miliar per September 2023 (kurs jisdor Rp15.487 per dolar AS) dari periode yang sama tahun lalu US$11,29 juta.

Investasi Reksadana di Sini

ANJT

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatatkan penurunan kinerja hingga kuartal III 2023. ANJT mencatatkan laba bersih US$610.307 atau setara Rp9,6 miliar (kurs Rp15.884 per dolar AS), turun drastis dibandingkan kuartal III tahun lalu.

NICL

PT PAM Mineral Tbk (NICL) menorehkan kinerja ciamik dengan membukukan laba bersih Rp61,64 miliar naik 8,43% (YOY) hingga kuartal III 2023, dari periode sama tahun lalu Rp56,85 miliar, meski penjualan tercatat turun.

BIRD

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyampaikan telah menyerap anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,02 triliun hingga kuartal III 2023. Adapun, realisasi capex BIRD telah digunakan sekitar 51% dari total anggaran belanja modal pada tahun ini Rp2 triliun.

OMED

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan penurunan kinerja penjualan dan laba bersih sepanjang periode sembilan bulan 2023. Penjualan neto OMED terkoreksi sekitar 0,12% menjadi Rp1,266 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,268 triliun.

SMGR

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,71 triliun, naik 1,85% (YOY) pada kuartal III 2023 dengan pendapatan Rp27,7 triliun. Jumlah ini mencerminkan pertumbuhan 4% YoY.

INTP

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengantongi laba bersih Rp1,26 triliun sampai dengan kuartal III 2023, naik 33,84% secara tahunan. Kenaikan laba bersih INTP didorong oleh pendapatan bersih yang tumbuh 10,86% (YOY) menjadi Rp12,92 triliun.

Investasi Emas di Sini

TLKM

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyampaikan telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp22,1 triliun atau 19,9% dari total pendapatan. Belanja modal ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi, untuk pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.

TPSC

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) berencana untuk membagikan dividen Interim kepada pemegang saham untuk periode tahun buku 2023 dengan total senilai Rp225,49 miliar atau Rp50 per saham.

PANR

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memberikan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue 600.000.000 lembar saham baru atau sekitar 33,33% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. PANR memasang harga pelaksanaan Rp500 hingga Rp700 per saham pada nominal Rp50 per lembar. Sehingg jumlah dana yang akan diterima PANR adalah Rp420 milar.

KINO

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) meraih penjualan Rp2,94 triliun hingga periode 30 September 2023 naik dari penjualan Rp2,83 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp1,73 triliun dari Rp1,76 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp1,21 triliun dari laba kotor Rp1,07 triliun.

LPCK

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) meraih prapenjualan atau marketing sales Rp941 miliar per September 2023, atau meralisasi 68,5% dari target marketing sales untuk tahun 2023 sebesar Rp1,37 triliun.

CTRA

PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mencatatkan raihan pendapatan Rp6,5 triliun sepanjang periode Januari – September 2023. Pendapatan tersebut mencerminkan penurunan 8,83% (YOY).

PPRE

PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengantongi kontrak baru Rp4,9 triliun sampai dengan kuartal III 2023. Perolehan itu tercatat telah mencapai 70% dari target kontrak baru tahun ini. Capaian kontrak baru itu meningkat 69,2% dibandingkankan periode yang sama tahun lalu Rp2,93 triliun.

WSKT

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan rugi bersih Rp2,83 triliun pada kuartal III 2023, atau berbalik dari posisi untung pada tahun lalu Rp425,29 juta. Perseroan meraup pendapatan Rp7,81 triliun sepanjang Januari-September. Jumlah ini turun 24,14% (YOY), dari sebelumnya Rp10,3 triliun.

Investasi Reksadana di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,61

Up0,60%
Up3,49%
Up0,01%
Up7,75%
Up17,70%
Up43,65%

STAR Stable Income Fund

1.899,32

Up0,51%
Up2,82%
Up0,01%
Up6,45%
Up30,02%
Up62,01%

I-Hajj Syariah Fund

4.755,2

Up0,55%
Up2,78%
Up0,01%
Up6,46%
Up22,18%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,13

Up0,56%
Up2,12%
Up0,01%
Up5,47%
Up20,26%
Up50,06%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,96

Up0,52%
Up1,50%
Up0,01%
Up2,50%
Down- 2,95%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua