BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Berita Saham Hari Ini : BBTN Penyalur Tapera Tertinggi, MPMX Jajaki Bisnis Kendaraan Listrik

Abdul Malik18 Agustus 2023
Tags:
Berita Saham Hari Ini : BBTN Penyalur Tapera Tertinggi, MPMX Jajaki Bisnis Kendaraan Listrik
Ilustrasi perumahan bersubsidi berlokasi di Malang, Jawa Timur dengan pembiayaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). (Shutterstock)

PGAS, INDF, KLBF, BBTN, BRPT dan INCO direkomendasi beli, defisit APBN 2024 ditarget 2,29%, Wall Street, IHSG, minyak dan emas kompak melemah

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dan Ciptadana Daily and Technical Updates oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia dipublikasi Jumat (18/8/2023) :

Stock Picks

PGAS

Harga saham PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 1,71% pada Rabu (16/8/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham PGAS dengan target harga Rp1.600 dan stop rugi Rp1.400, support Rp1.470 ; Rp1.450 dan resisten Rp1.500 ; Rp1.520.

Volume perdagangan saham PGAS pada Rabu lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham PGAS berpotensi menguji resisten Rp1.500, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.520.

Promo Terbaru di Bareksa

INDF

Harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,43% jadi Rp7.100 pada Rabu (16/8/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham INDF dengan target Rp7.400 dan stop rugi Rp6.800, support Rp7.050 ; Rp7.000 dan resisten Rp7.125 ; Rp7.200.

Volume perdagangan saham INDF pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham INDF berpotensi menguji resisten Rp7.125, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp7.200.

KLBF

Harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 1,08% jadi Rp1.870 pada Rabu (16/8/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham KLBF dengan target Rp2.000 dan stop rugi Rp1.800, support Rp1.860 ; Rp1.850 dan resisten Rp1.900 ; Rp1.920.

Volume perdagangan saham KLBF pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham KLBF berpotensi menguji resisten Rp1.900, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.920.

Beli Reksadana di Sini

BBTN : Potensi Rebound

Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) stagnan di Rp1.300 pada Rabu (16/8/2023). Menurut Ciptadana Sekuritas, saham BBTN tampak tren mendatar di kisaran Rp1.315 dan Rp1.285, dengan membentuk pola rectangle.

Jika mampu menembus Rp1.310, maka saham BBTN berpotensi momentum bullish, dengan level resisten berikutnya di Rp1.365 dan Rp.1395, dan punya support kuat di Rp1.280. Saham BBTN direkomendasi beli jika menembus Rp1.310.

BRPT : Menguji Level Support

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 1,61% jadi Rp915 pada Rabu (16/8/2023). Ciptadana Sekuritas menilai saham BRPT tampak terkoreksi minor setelah menembus level tinggi di Rp940 dengan bias teknikal bullish.

Saham BRPT bergerak di atas MA 55 dalam grafik harian, jika mampu menembus di atas Rp940, maka mengonfirmasi momentum bullish. Level support terdekat di Rp890 (23,6% fibonacci). Saham BRPT direkomendasi beli saat melemah (BOW) di kisaran Rp890, dengan stop rugi Rp850 dan ambil untung Rp940.

INCO : Menguji Level Support

Harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 3,53% jadi Rp6.150 pada Rabu (16/8/2023). Ciptadana Sekuritas melihat saham INCO melanjutkan tren pelemahan di level rendah atas dan rendah bawah, dengan bias bearish dan ada ruang pelemahan lanjutan.

Saham INCO berpotensi melanjutkan tren bearish untuk menguji level support berikutnya di Rp5.925. Jika mampu bertahan di Rp5.925, maka saham INCO punya potensi rebound dengan level resisten terdekat di Rp6.200. Saham INCO direkomendasi beli saat melemah di kisaran Rp5.925.

Beli Reksadana di Sini

Wall Street

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ambruk tiga hari berturut-turut hingga Kamis, karena investor mencerna putaran terakhir musim pendapatan dan data ekonomi, ditambah dengan kekhawatiran kenaikan suku bunga ke level tertinggi baru. Dow Jones Industrial Average pada Kamis (17/8/2023) turun 290,91 poin (0,84%) menjadi 34.474,83. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,77% di 4.370,36, serta Nasdaq amblas 1,17%, ke 13.316,93.

IHSG

Kinerja Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (16/8/2023) ditutup melemah 0,21% di level 6.900,54, dengan volume lebih kecil dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial, IHSG bergerak di kisaran 6.850 - 6.950, support 6.880 ; 6.850 dan resisten 6.930 ; 6.950. Pelemahan IHSG pada Rabu berpotensi menguji support 6.880, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 6.850. IHSG membentuk ekor di bawah cukup panjang, menunjukan adanya dorongan beli.

Minyak Mentah

Harga minyak menguat pada Kamis (17/8/2023), setelah jatuh selama tiga sesi berturut-turut, karena dolar AS melemah dan Bank Sentral China berusaha untuk meningkatkan pasar properti dan ekonomi yang lebih luas. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat 67 sen atau 0,8%, menjadi US$84,12. Sementara, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September meningkat US$1,01 atau 1,3% menjadi US$80,93 per barel di New York Mercantile Exchange.

Emas

Harga emas berjangka kembali anjlok, memperpanjang pelemahan emas selama sepekan berturut-turut, dan menetap di level terendah dalam lebih dari sebulan. Hal ini terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah dan nilai dolar AS mengalami kenaikan setelah data ekonomi dirilis. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman bulan Desember di divisi Comex New York Exchange turun US$8,8 atau 0,45%, dan ditutup di US$1.935,20 per ons pada Kamis (17/8). Ini terjadi setelah mencapai harga tertinggi di US$1.944 dan terendah di US$1.927,5.

Beli Emas di Sini

Nota Keuangan

Dalam nota keuangan 2024 yang diumumkan Rabu (16/8/2023), Presiden Joko Widodo mematok target defisit APBN tahun depan di level 2,29% dari produk domestik bruto. Sedangkan target rata-rata rupiah Rp15.000 per dolar AS sepanjang 2024.

Rupiah

Kurs rupiah Jisdor menguat 0,25% ke Rp15.308 per dolar AS pada Rabu (16/8/20230) dari posisi Selasa Rp15.346 per dolar AS. Kurs rupiah spot ditutup di Rp15.282 per dolar AS, menguat 0,39% dari Selasa Rp15.342 per dolar AS.

Beli Reksadana di Sini

BBTN

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat penyaluran pembiayaan tabungan perumahan rakyat (Tapera) per 13 Agustus 2023 sebanyak 2.165 unit rumah dari total penyaluran rumah Tapera sebanyak 3.324 unit rumah senilai Rp375,35 Miliar. Jumlah tersebut menjadikan Bank BTN dan BTN Syariah sebagai bank dengan pembiayaan Tapera tertinggi di antara 40 bank penyalur pembiayaan Tapera lain.

SMGR

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) siap membelanjakan Rp1,6 triliun untuk memperkuat fasilitas pengolah limbah sebagai material alternatif pengganti batu bara pada tahun depan.

DMAS

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales Rp1 triliun di semester I 2023 atau 59,7% dari target Rp1,8 triliun tahun ini. Perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas.

INDS

Produsen komponen otomotif berupa pegas, PT Indospring Tbk (INDS) optimistis tahun ini bisa mencapai target penjualan secara konsolidasian Rp4,1 triliun seiring dengan potensi pasar yang masih positif baik domestik maupun global. HC & Finance Director INDS, Bob Budiono mengatakan hingga semester I 2023, capaian kinerja penjualan produk komponen otomotif INDS ini telah terealisasi Rp1,97 triliun atau setara 48% dari target.

Beli Emas di Sini

GGRP

Emiten baja PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mengalami penurunan kinerja sepanjang enam bulan pertama 2023. GGRP mencetak penjualan bersih US$369,64 juta per semester I 2023, anjlok 19,07% dari US$456,78 juta pada periode yang sama tahun lalu.

HEAL

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) telah menyerap Rp640 miliar anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada semester I 2023. Angka itu setara 53% dari capex yang dianggarkan tahun ini Rp1,2 triliun. Capex, salah satunya dipakai untuk merampungkan pembangunan rumah sakit (RS) Hermina yang baru di Ciawi dan Aceh.

MPMX

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menjajaki peluang ekspansi ke bisnis ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Rencana ini menjadi bagian dari pipeline strategi pengembangan bisnis MPMX. General Manager Corporate Communication & Sustainability Mitra Pinasthika Mustika Natalia Lusnita mengatakan, arah ekspansi MPMX akan berfokus pada peluang di sektor otomotif maupun digital. MPMX ingin menciptakan sinergi pada segmen usaha yang berpotensi mendisrupsi bisnis eksisting.

Beli Reksadana di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini


Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,66

Up0,99%
Up4,37%
Up0,04%
Up5,01%
Up18,41%
-

Capital Fixed Income Fund

1.782,41

Up0,56%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,88%
Up16,27%
Up43,28%

STAR Stable Income Fund

1.933,11

Up0,52%
Up3,01%
Up0,03%
Up6,01%
Up28,67%
Up59,89%

I-Hajj Syariah Fund

4.841,92

Up0,57%
Up3,13%
Up0,03%
Up6,13%
Up21,96%
Up40,57%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.143,44

Up0,40%
Up2,80%
Up0,03%
Up4,98%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua