Peran Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah dalam Portofolio Investasi Saat Pasar Bergejolak
Reksa dana pendapatan tetap syariah seperti Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A bisa menjadi pilihan untuk risiko yang lebih rendah daripada kelas aset saham

Reksa dana pendapatan tetap syariah seperti Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A bisa menjadi pilihan untuk risiko yang lebih rendah daripada kelas aset saham
Bareksa - Semester I/2026 dipenuhi oleh berbagai macam tekanan dari global maupun domestik. Portofolio saham yang tadinya hijau bisa berubah merah dalam hitungan hari, dan berita ekonomi yang silih berganti membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah saya harus tetap all-in di saham, atau ada opsi lain yang lebih tenang?
Kondisi pasar yang bergejolak ini menimbulkan kebingungan dan ketakutan pada investor saham pemula. Tapi kabar baiknya, terdapat instrumen keuangan lain yang cenderung lebih stabil dan menawarkan imbal hasil atraktif bagi investor yang tidak biasa dengan volatilitas instrumen saham.
Instrumen keuangan apakah yang dimaksud?
Promo Terbaru di Bareksa
Jawabannya adalah instrumen obligasi yang menjadi aset utama di dalam reksa dana pendapatan tetap (RDPT).
Terdapat beberapa perbedaan antara saham dan RDPT yang dilihat dari berbagai aspek, antara lain :
Tabel: Saham vs Reksa Dana Pendapatan Tetap
Aspek | Saham | Reksa Dana Pendapatan Tetap |
|---|---|---|
Potensi return | Relatif lebih tinggi namun dengan risiko yang tinggi pula | Relatif lebih stabil dan terprediksi (khususnya dari segi kupon) |
Fluktuasi harga | Tinggi, bisa berubah secara cepat | Relatif rendah |
Likuiditas | Tinggi (selama memang saham yang dipilih bersifat likuid/aktif diperdagangkan) | Tinggi (untuk obligasi Pemerintah) dan cukup likuid untuk obligasi Korporasi - investment grade) |
Cocok untuk | Tujuan keuangan jangka panjang agar pertumbuhan lebih optimal | Tujuan keuangan jangka menengah |
Salah satu instrumen yang dapat menjadi alternatif untuk mengisi porsi 'stabil' dalam portofolio adalah reksa dana pendapatan tetap syariah, seperti Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF).
Menyusun Portofolio yang Lebih Seimbang
Kehadiran RDPT melengkapi susunan portofolio yang dapat dirancang secara seimbang dengan menyesuaikan tujuan keuangan (bukan berdasarkan tren pasar) yang terdiri dari:
Dana darurat: harus mudah dicairkan kapan saja, biasanya di instrumen paling likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang.
Dana jangka menengah (misalnya untuk 2–5 tahun ke depan): bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih stabil seperti reksa dana pendapatan tetap.
Dana jangka panjang: di sinilah saham atau instrumen dengan potensi return lebih tinggi punya tempat, karena punya waktu lebih panjang untuk menghadapi berbagai fluktuasi.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menaruh semua dana di instrumen saham demi mengejar return tinggi, lalu terpaksa menjualnya di saat yang salah karena butuh uang mendadak. Padahal, menyisihkan sebagian dana ke instrumen yang lebih stabil bukan berarti kalah dari pasar—justru itu yang membuatmu bisa bertahan lebih lama sebagai investor, tanpa panik setiap kali market bergejolak.
Tujuan investasi seharusnya menentukan pilihan instrumen, bukan sebaliknya.
Mengenal Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF)
Produk ini mengalokasikan sebagian besar dananya ke efek pendapatan tetap syariah yang mayoritasnya berupa sukuk. Sukuk yang dipilih mayoritas adalah Sukuk Korporasi dengan rating minimal single A (investment grade).
Sukuk korporasi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada sukuk pemerintah, akibat adanya tambahan risk premium. SSFIF fokus memilih sukuk dari penerbit yang memiliki track record bagus dan kinerja cash flow yang kuat untuk memperkecil risiko gagal bayar atau default. Selain dari imbal yang atraktif, sukuk korporasi memiliki volatilitas lebih minim dibandingkan dengan instrumen saham terutama saat pasar sedang tidak kondusif.
Lapisan filter syariah dapat menjadi pengaman bagi investor untuk membatasi eksposur ke instrumen dan sektor yang tidak sesuai prinsip syariah. Bagi investor yang menginginkan kesesuaian nilai sekaligus stabilitas, ini menjadi nilai tambah tersendiri.
Di aplikasi Bareksa, minimum pembelian reksa dana ini hanya Rp100.000, sehingga cukup terjangkau bagi investor pemula yang ingin mulai mencoba diversifikasi tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.
SSFIF tercatat membukukan return sekitar 6,39% dalam setahun terakhir (per 17 Juli 2026, data Bareksa).
Kinerja NAB Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A Setahun
Per akhir Juni 2026, sekitar 88% aset dialokasikan ke Sukuk Korporasi (investment grade - min.rating single A) ; 7% ke Sukuk Pemerintah dan sisanya ke instrumen pasar uang. Worth to note, Sukuk Korporasi tenor pendek (<2 tahun) dan Sukuk Pemerintah serta instrumen pasar uang berperan sebagai alat likuiditas yang membuat produk ini tetap aman dari risiko likuiditas.
Dari sisi sektor di Sukuk Korporasi, terdapat beberapa diversifikasi ke sektor pulp & paper, lembaga keuangan hingga pertambangan logam dan mineral. Seluruh penempatan juga masih berada di dalam negeri, tanpa eksposur ke efek luar negeri.
Kesimpulan: Bukan Soal Mencari yang “Terbaik”, Tapi yang Paling Sesuai
Tidak ada satu instrumen investasi yang cocok untuk semua orang di semua kondisi. Yang lebih penting adalah memahami tujuan keuangan,, dan seberapa nyaman kamu dengan fluktuasi harga. Reksa dana pendapatan tetap syariah dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi portofolio yang sudah punya eksposur saham, terutama bagi investor yang mengalokasikan dananya ke instrumen yang lebih stabil dengan prinsip syariah.
Sebelum memutuskan, pastikan kamu membaca dan memahami prospektus serta fund fact sheet produk, agar keputusan investasi benar-benar sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko kamu sendiri sebagai investor.
Beli Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A
(ADV)
***
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.
Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.225,99 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.182,87 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,42 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.201,67 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
