Bareksa Insight: Yield SBN Turun, IHSG Melesat, Cermati SR025, Reksadana Pendapatan Tetap & Emas
Yield SBN 10 tahun turun ke 7% dan IHSG naik 1,81%. Simak strategi investasi SR025, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan emas.

Yield SBN 10 tahun turun ke 7% dan IHSG naik 1,81%. Simak strategi investasi SR025, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan emas.
Bareksa - Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun 7,3 basis poin (bps) menjadi 7,005% pada Kamis (27/8/2026), sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,81% ke 6.521,75. Sinyal pemulihan obligasi dan saham ini belum memastikan tren karena pasar masih menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole, dijadwalkan Jumat pukul 21.00 WIB.
Pada Jumat pagi (28/8), rupiah melemah tipis ke Rp17.746 per dolar AS dan emas spot turun 0,14% ke US$4.595 per ons. Investor dapat mencermati SR025 dan reksadana pendapatan tetap (RDPT) bertahap, sambil menjaga likuiditas melalui reksadana pasar uang (RDPU) dan emas sebagai diversifikasi.
Ringkasan untuk Investor
Obligasi: penurunan yield berpotensi mendukung harga obligasi dan NAV reksadana pendapatan tetap, tetapi arahnya dapat berbalik.
SR025: kupon tetap 6,8%–6,9% dapat dicermati untuk horizon tiga hingga lima tahun.
Diversifikasi: reksadana pasar uang menjaga likuiditas; emas menghadapi tekanan suku bunga jangka pendek.
*Indeks 27 Juli 2026 = 100. Penurunan USD/IDR berarti rupiah menguat. Perubahan yield dihitung dalam bps, bukan return. Label menunjukkan nilai aktual pada 27 Agustus.
Promo Terbaru di Bareksa
Yield SBN Turun, tetapi Arah Global Masih Jadi Kunci
Yield SBN 10 tahun turun dari 7,078% menjadi 7,005%. Karena harga dan yield obligasi bergerak berlawanan, penurunan ini mengindikasikan harga obligasi pulih. Dalam sebulan, yield SBN turun 36,9 bps, sedangkan yield US Treasury (UST) 10 tahun naik 3 bps menjadi 4,671%. Selisih keduanya sekitar 233,4 bps.
Inflasi AS masih menjadi risiko. PCE Juli naik 0,2% bulanan dan 3,7% tahunan; PCE inti tumbuh 0,2% dan 3,3%. Kontrak berjangka yang dikutip Kitco mengindikasikan peluang kenaikan Fed Rate 25 bps sebesar 36,5% pada September dan 72,7% untuk setidaknya satu kenaikan hingga Desember. Probabilitas dapat berubah setelah pidato The Fed.
IHSG Rebound, Risiko Minyak Perlu Dicermati
IHSG bangkit 1,81% setelah sehari sebelumnya turun 1,48%. Nasdaq juga naik 1,57% setelah Nvidia membukukan pendapatan kuartal II tahun fiskal 2027 US$96,2 miliar, tumbuh 106% tahunan.
Namun, Brent naik 2,1% ke US$89,7 dan WTI 1,6% ke US$83,53 per barel akibat ketegangan AS–Iran. Harga energi dapat menambah risiko inflasi dan membatasi penurunan yield. Kenaikan IHSG satu hari belum menjadi konfirmasi tren.
Strategi Investasi: Bedakan Fungsi Setiap Instrumen
1. SR025: Mengunci Kupon Tetap Saat Yield SBN Turun
Seri | Tenor | Kupon tetap | Kupon neto | Masa penawaran |
SR025T3 | 3 tahun | 6,8% per tahun | 6,12% per tahun | 21 Agustus–16 September 2026 |
SR025T5 | 5 tahun | 6,9% per tahun | 6,21% per tahun | 21 Agustus–16 September 2026 |
*Setelah pajak kupon SBN 10%.
Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan, diolah Bareksa.
Turunnya yield SBN 10 tahun ke 7,005% membuat SR025 semakin relevan dicermati selama masa penawaran. Sebab, kupon SR025 sudah ditetapkan tetap 6,8% untuk tenor tiga tahun dan 6,9% untuk tenor lima tahun. Meski jika tren penurunan yield berlanjut, investor SR025 tetap menerima kupon dengan tingkat yang sama setiap bulan hingga jatuh tempo.
Namun, kupon SR025 tidak dapat dibandingkan langsung dengan yield SBN 10 tahun. Kupon merupakan imbalan tetap berdasarkan nilai pokok investasi, sedangkan yield mencerminkan tingkat imbal hasil obligasi di pasar yang berubah mengikuti harga dan sisa tenor.
Setelah pajak 10%, kupon neto SR025T3 menjadi 6,12% dan SR025T5 sebesar 6,21% per tahun. Untuk investasi Rp100 juta, perkiraan imbalan bersihnya masing-masing sekitar Rp510.000 dan Rp517.500 per bulan.
Pilihan tenor perlu disesuaikan dengan kebutuhan dana. SR025T3 menawarkan periode investasi lebih pendek, sedangkan SR025T5 memberikan tambahan kupon 0,1 poin persentase dengan tenor dua tahun lebih panjang. Pembayaran pokok dan imbalan dijamin negara berdasarkan Undang-Undang SBSN.
Kedua seri dapat diperdagangkan setelah melewati minimum holding period mulai 11 Oktober 2026. Meski demikian, jaminan negara tidak menghilangkan risiko pasar: investor dapat mengalami kerugian apabila menjual SR025 di pasar sekunder ketika harganya berada di bawah nilai nominal. Investor yang memegangnya hingga jatuh tempo tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga tersebut.
2. Reksadana Pendapatan Tetap untuk Akumulasi Bertahap
Produk | Return 1 bulan | Return 1 Tahun |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 1,77% | 6,74% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1,4% | 7,09% |
Allianz USD Fixed Income Fund | 0,4% | 1,9% |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 0,84% | 2,34% (6 bulan) |
Sumber: Bareksa, kinerja per 27/8/2026
Penurunan yield dapat menopang NAV reksadana pendapatan tetap, tetapi tidak menjamin kenaikan. Produk USD membawa risiko kurs.
3. Reksadana Pasar Uang untuk Menjaga Likuiditas
Produk | Return 1 tahun |
Insight Money | 5,18% |
Syailendra Dana Kas | 4,60% |
Bahana Liquid USD | 2,71% |
Mandiri Money Market USD | 2,62% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 27/8/2026
Reksadana pasar uang dapat menampung kebutuhan jangka pendek atau dana yang menunggu peluang. Reksadana pasar uang bukan deposito dan tidak dijamin LPS; produk USD memiliki risiko kurs.
4. Emas sebagai Diversifikasi
Emas spot turun tipis ke US$4.595 per ons pada Jumat pagi (28/8), tetapi masih naik 12,9% dibanding 27 Juli. Resistance terdekat berada di US$4.608 dan US$4.652, sedangkan support di US$4.561 dan US$4.511. Strategi investasi bertahap saat koreksi atau dollar cost averaging di emas bisa dipertimbangkan investor karena outlook jangka panjang dinilai banyak pengamat dunia masih bullish.
Platform | Harga beli per gram* |
Treasury | Rp2.667.996 |
Indogold | Rp2.593.416 |
Pegadaian | Rp2.588.000 |
Sumber: fitur Bareksa Emas per 28/8/2026 pagi
Kesimpulan
Penurunan yield SBN dan rebound IHSG membuka peluang, tetapi pidato The Fed dapat mengubah arah. Sesuaikan fungsi instrumen: SR025 untuk kupon tetap, reksadana pendapatan tetap untuk potensi pasar obligasi, reksadana pasar uang untuk jaga likuiditas, dan emas untuk diversifikasi. Tetap periksa horizon, risiko kurs, dan kebutuhan dana.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pertanyaan Umum
Mengapa yield SBN turun dapat menguntungkan reksadana pendapatan tetap?
Harga obligasi umumnya naik ketika yield turun sehingga NAV reksadana
pendapatan tetap berpotensi terdorong. Dampaknya bergantung pada durasi
dan portofolio.
Apakah kupon SR025 sama dengan yield SBN 10 tahun?
Tidak. Kupon SR025 tetap berdasarkan nilai pokok; yield SBN berubah mengikuti harga pasar.
SR025T3 atau SR025T5, mana yang dipilih?
T3 lebih pendek; T5 memberi kupon 0,1 poin persentase lebih tinggi
tetapi tenornya lebih lama. Sesuaikan dengan kebutuhan likuiditas.
Apakah reksadana pasar uang bebas risiko?
Tidak. Reksadana pasar uang tetap memiliki risiko investasi dan bukan produk bank yang dijamin LPS.
Apakah emas masih menarik saat Fed Rate berpotensi naik?
Suku bunga lebih tinggi dapat menekan emas, tetapi emas tetap dapat menjadi diversifikasi sesuai profil risiko.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.248,30 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.200,64 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.208,54 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.041,18 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
