Cuan Reksadana Saham Syariah Trimegah dan Batavia AM Melesat, Ini Rahasianya

TRIM Syariah Saham dan Batavia Dana Saham Syariah mencetak return 1,63% dan 1,14% sehari
Abdul Malik • 07 Nov 2022
cover

Ilustrasi komposisi portofolio investasi reksadana syariah yang digambarkan dengan uang koin di kantung kecil, jam dan tasbih. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 04 November 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -0,38%
Indeks Reksadana Saham : 0,05%
Schroder Dana Istimewa : 3,92%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,98%
Simas Syariah Unggulan : 2,27%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,11%
Schroder Dynamic Balanced Fund : 3,74%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,49%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,34%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,39%
Sucorinvest Stable Fund : 0,42%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,3%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,42%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,3%
Capital Money Market Fund : 0,4%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,15%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,36%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 04 November 2022 naik 0,16% ke level 7.045,53. Berdasarkan data  id.investing.com (diakses 04/11/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,5%. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham syariah yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,63% dan 1,14% sehari pada perdagangan 04 November 2022. Reksadana itu ialah TRIM Syariah Saham dan Batavia Dana Saham Syariah.

Reksadana TRIM Syariah Saham yang dikelola oleh PT Trimegah Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,63% dalam sehari pada 04 November 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), obligasi Sukuk Negara Ritel Seri SR-012, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sedangkan reksadana Batavia Dana Saham Syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, mencetak imbal hasil (return) 1,14% dalam sehari pada 04 November 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), deposito Panin Dubai Syariah KCU Slipi (Pusat), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT XL Axiata Tbk (EXCL), deposito Bank Jabar Banten Syariah dan deposito Bank Jago Syariah.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.