Tips Investasi Sekaligus Diversifikasi di Reksadana dengan Jurus 5R

Portofolio investasi harus dijaga keseimbangannya setiap saat
Hanum Kusuma Dewi • 15 Sep 2022
cover

Ilustrasi diversifikasi investasi reksadana dengan konsep portofolio yang digambarkan dengan tumpukan koin dibagi bagi ke beberapa kolom. (Shutterstock)

Bareksa.com - Don't put your eggs in one basket, atau jangan meletakkan telur-telur dalam satu keranjang. Salah satu prinsip investasi tersebut sebaiknya diterapkan oleh Smart Investor. Tapi, untuk investor pemula sebaiknya langkah apa yang perlu diambil?

Ulasan yang dilansir dari laman resmi edukasi Manulife Investment Management berikut ini semoga dapat membantu para Smart Investor dalam menentukan langkah tepat dalam melakukan diversifikasi investasi khususnya di reksadana.

Diversifikasi: Kenapa investor tidak boleh meletakkan semua telur dalam satu keranjang?

Dalam investasi selalu ada risiko. Tapi, bukan berarti investor harus mengambil risiko yang lebih tinggi, hanya untuk meningkatkan hasil investasi investor.

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasilnya masing-masing, serta memiliki kinerja berbeda-beda di setiap titik siklus ekonomi. Dengan membeli beberapa produk reksadana untuk dijadikan satu portofolio investasi, fluktuasi masing-masing produk reksadana akan saling terkompensasi, sehingga fluktuasi portofolio secara keseluruhan akan lebih terkendali.

Ya, inilah keunggulan diversifikasi.

Diversifikasi: Tempatkan telur-telur dalam jumlah yang tepat di keranjang yang berbeda-beda.

Diversifikasi adalah menempatkan dana investasi dalam berbagai kelas aset. Trik ini disebut alokasi aset. Dengan alokasi aset investor bisa memilih beberapa produk reksadana yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko investor.

Alokasi aset adalah proses membentuk portofolio investasi reksadana yang optimal, dengan jenis-jenis dan aset yang berbeda-beda. Dengan demikian, portofolio yang terbentuk dapat memberikan hasil maksimum pada tingkat risiko tertentu. Seluruh proses ini seperti menempatkan telur-telur dalam jumlah yang tepat pada kombinasi beberapa keranjang.

Membangun portofolio dengan jurus alokasi aset: 5R (Risk, Return, Right Mix, Rebalancing dan Review)

Jurus 5R untuk Alokasi Aset

1. Risk: Kenali Toleransi Risiko

Kebutuhan yang senantiasa berubah seiring usia, adalah hal yang menjadi dasar dalam mengevaluasi tingkat risiko yang dapat di toleransi. Umumnya, investor-investor berusia muda memiliki banyak waktu, sehingga dapat mentoleransi tingkat risiko yang lebih tinggi.

Sementara itu, investor pada usia pertengahan menghadapi lebih banyak tekanan keuangan, sehingga hanya dapat menghadapi risiko moderat. Sedangkan investor yang berusia lanjut umumnya tidak lagi memiliki banyak sumber penghasilan, sehingga harus lebih fokus pada preservasi hartanya.

2. Return: Tentukan Target Imbal Hasil

Untuk membangun portofolio investasi reksadana, investor harus mempertimbangkan target imbal hasil yang diharapkan karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan produk reksadana yang sesuai.

3. Right Mix: Campuran yang Pas

Dalam membangun portofolio, pada dasarnya investor yang memutuskan bagaimana menempatkan modal pada reksadana yang berbeda, untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal, namun tetap sesuai dengan profil risiko. Hal penting yang perlu dipertimbangkan: risiko investasinya, keuntungan dan kerugian, jumlah investasi dalam setiap reksadana, dan manajer investasi yang tepat untuk mengelola reksadana.

Baca juga Pemulihan Terus Berlanjut, Potensi Cuan Siap Dikebut

4. Rebalancing: Keseimbangan Portofolio

Setelah portofolio investasi reksadana terbentuk, haruskah investor bertahan selamanya dengan portofolio yang sama tanpa harus mengubahnya? Adanya fluktuasi pasar dan kinerja masing-masing instrumen investasi yang berbeda sesuai dengan siklus kondisi ekonomi, mengharuskan investor untuk tidak membiarkan portofolio investasi tanpa pengawasan, karena hal ini bisa menyebabkan kinerja portofolio tidak sesuai atau menyimpang dari tujuan awal.

Untuk itu portofolio harus diatur kembali secara berkala dari kondisi yang abnormal. Penyesuaian bisa dilakukan dengan cara mengalihkan/menjual unit penyertaan reksa dana yang memiliki kinerja cukup baik untuk diinvestasikan kembali di reksadana yang memiliki kinerja buruk pada harga yang murah.

Atau, bisa dilakukan dengan cara menambah bobot investasi pada reksadana yang kinerjanya tak memuaskan pada harga yang murah, semua dilakukan untuk menjaga agar bobot awal portofolio investasi tetap sesuai.

Lakukan pemantauan portofolio investasi secara berkala jika dibutuhkan secara disiplin. Pemantauan bisa dilakukan secara berkala, bisa bulanan, kuartal atau setiap tahun. Portofolio investasi harus dijaga keseimbangannya setiap saat.

5. Review: Bijak Memilih Produk dan Manajer Investasi

Sangat penting melakukan evaluasi perubahan kebutuhan atau tujuan keuangan dalam setiap tahap kehidupan investor dan memilih reksadana yang sesuai. Pelajari kinerja masa lalu produk reksadana dalam portofolio investasi, apakah instrumen investasi yang dipilih mampu mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

Pilihlah manajer investasi yang memiliki kinerja baik, menerapkan filosofi investasi yang baik dan memiliki prinsip pengendalian risiko.

Baca juga Ini 10 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Paling Jumbo di Agustus 2022

Reksadana Adalah

Reksadana adalah salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, tetapi hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.

Selain itu reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Umumnya, arti reksadana adalah sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada tiga hal yang terkait dari definisi reksadana tersebut yaitu, pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Dengan demikian, dana yang ada dalam reksadana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Setelah membaca ulasan tersebut, Smart Investor tentu makin yakin berinvestasi di reksadana. Pilih jenis dan produk reksadana di Bareksa yang sesuai profil risiko dan tujuan ya.

Baca juga Promo Top Investment: Beli Reksadana Berhadiah iPhone hingga Voucher Rp1 Juta

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.