Bunga Acuan BI Naik, Reksadana Saham dan Campuran Dominasi Juara Cuan

Investor masih mengantisipasi pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell tentang kondisi inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam simposium di Jackson Hole, Wyoming AS
Abdul Malik • 24 Aug 2022
cover

Logo Bank Indonesia yang diakses melalui smartphone. BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan, namun pasar saham Tanah Air merespons positirf sehingga mendongkrak kinerja IHSG dan cuan reksadana berbasis saham. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham Tanah Air menorehkan kinerja positif pada perdagangan Selasa (23/8/2022) dan berhasil naik cukup signifikan. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 0,77% ke level 7.163,27. Aktivitas perdagangan saham tergolong cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp14,46 triliun, di mana investor asing tercatat menorehkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp462,32 miliar di pasar reguler.

Investor hingga saat ini masih mengantisipasi komentar terbaru Ketua The Fed Jerome Powell tentang kondisi inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam simposium ekonomi tahunan bank sentral AS yang akan dihelat di Jackson Hole, Wyoming hari Jumat (26/8) mendatang.

"Ketua Fed, Powell kemungkinan akan terdengar jauh lebih hawkish selama pidatonya di Jackson Hole pada Jumat (26/8) pukul 10 pagi daripada yang dilakukan pada konferensi pers 27 Juli 2022, ketika dia mengatakan suku bunga Fed Fund sudah kembali ke netral," tulis Analis Wolfe Research Chris Senyek yang dikutip CNBC International.

Dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) menjadi 3,75% pada Agustus 2022. Keputusan BI tersebut berbeda dengan ekspektasi konsensus ekonom yang memperkirakan BI masih mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

Keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan tersebut dilakukan sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan kembali mengalami pelemahan.

Reksadana Saham Dominasi Juara Cuan Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang bergerak positif pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana berbasis saham. Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak mencatatkan kenaikan masing-masing 0,81% dan 0,83%.

Sumber : Bareksa

Kemudian secara lebih rinci, produk reksadana saham memang terlihat mendominasi kinerja positif dengan imbal hasil harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan top 10 reksadana dengan cuan harian tertinggi pada perdagangan kemarin, 8 di antaranya ditempati oleh reksadana jenis saham, kemudian 2 lainnya ditempati oleh reksadana campuran yang notabene memiliki alokasi juga pada aset saham.

10 reksadana juara cuan harian tertinggi tersebut yakni Bahana Dana Prima, Manulife Dana Campuran II, HPAM Syariah Ekuitas, TRAM Infrastructure Plus, Bahana Trailblazer Fund, BNP Paribas Solaris, Shinhan Equity Growth, Manulife Saham SMC Plus, Shinhan Balance Fund, serta Semesta Dana Saham

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.