Perpanjang Buyback Buat Saham Adaro Meroket, Jadi Portofolio 45 Reksadana Ini

Kemarin, saham ADRO ditutup meroket 5,73 persen ke level Rp2.950 per saham
Abdul Malik • 20 Jul 2022
cover

Petugas memantau heavy dump truck yang menurunkan batubara di kawasan tambang batubara milik Adaro, Tabalong, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bareksa.com - Harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) kembali bergerak positif pada perdagangan Selasa (19/7/2022) dengan lonjakan signifikan setelah Perseroan diberitakan memperpanjang periode melakukan pembelian saham kembali (buyback) senilai Rp4 triliun agar meningkatkan kepercayaan investor.

Kemarin, saham ADRO ditutup meroket 5,73 persen ke level Rp2.950 per saham. Selain itu, saham perusahaan tambang batu bara itu juga menempati peringkat keenam saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa pada perdagangan kemarin dengan nilai Rp369,99 miliar.

Kemudian saham yang bergerak di bidang pertambangan batu bara ini juga menjadi saham yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan kemarin dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp126,16 miliar.

Head of Corporate Communication Adaro Febriaty Indira mengatakan dengan langkah ini ADRO berharap buyback akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor.

"Selain itu agar harga saham Adaro dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya," ujarnya kepada Bisnis, dikutip Ahad (17/7/2022).

Sebelumnya, perseroan memutuskan akan memperpanjang jangka waktu pembelian kembali saham selama 3 bulan. Adaro juga menyatakan rencana buyback tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor dan tetap menjaga jumlah saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5 persen.

Rencana buyback pertama kali dilakukan perseroan sejak 27 September 2021 hingga 26 Desember 2021. Lalu, perseroan kembali memperpanjang masa buyback selama tiga bulan dari 24 Desember 2021 hingga 23 Maret 2022.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ADRO

Melihat adanya sentimen positif terhadap saham ADRO, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa produk reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ADRO sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 45 produk reksadana yang tercatat memiliki saham ADRO dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut cukup beragam, mulai dari reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana indeks & ETF.

Reksadana tersebut di antaranya Avrist Ada Saham Blue Safir, Batavia Disruptive Equity, BNP Paribas Pesona, Eastspring Investments Value Discovery Kelas A, Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus, Manulife Greater Indonesia Fund hingga TRIM Syariah Berimbang. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.