Investor Buru Saham Adaro Minerals Meski Tak Bagi Dividen, Dikoleksi Reksadana Ini

Dari total laba bersih, US$1,57 juta disimpan sebagai dana cadangan wajib, sisanya US$155 juta ditetapkan sebagai laba ditahan
Abdul Malik • 28 Apr 2022
cover

Petugas memantau heavy dump truck yang mengangkut batu bara di kawasan tambang batu bara milik Adaro, Tabalong, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bareksa.com - Harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) bergerak atraktif pada perdagangan Rabu (27/4/2022). Kemarin, saham ADMR ditutup melonjak 7,66 persen ke level Rp2.670 per saham.

Antusiasme pelaku pasar tercermin dari aktivitas transaksi saham ADMR yang mencapai Rp646,41 miliar, yang merupakan nilai transaksi terbesar kelima di bursa pada perdagangan kemarin.

Selain itu, investor asing juga tampak banyak memborong saham yang bergerak di bidang usaha pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi ini dengan catatan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp47,64 miliar.

Melansir idxchannel, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022 menghasilkan keputusan di mana anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tersebut tidak akan melakukan pembagian dividen pada tahun ini.

Presiden Direktur Adaro Minerals Indonesia, Christian Ariano Rachmat, menyatakan puas terhadap kinerja perseroan pada 2021, di mana Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan produksi, meningkatkan pengembalian, dan menghasilkan penciptaan nilai yang signifikan.

"Kondisi industri yang positif semakin mendorong profitabilitas, yang tentunya kami syukuri. Saat ini kami berfokus untuk mempertahankan keunggulan operasional dan mempersiapkan perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang," ujar Christian dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI, Rabu (27/4/2022).

Emiten yang dulu Bernama PT Jasapower Indonesia ini akan mengoptimalkan peran sebagai pusat pengelolaan dan pengkoordinasian seluruh bisnis Grup Adaro yang berhubungan dengan produk mineral.

"ADMR memiliki rencana pengembangan yang sangat menarik, yang diawali dengan proyek smelter aluminium di bawah PT Adaro Indo Aluminium. Untuk saat ini, manajemen memandang investasi pada pengembangan bisnis adalah pilihan terbaik untuk memaksimalkan penciptaan nilai dari ADMR,” tambahnya. Pemegang saham ADMR menyetujui penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun fiskal 2021 yang mencapai US$156,7 juta.

Pemegang saham ADMR menyetujui penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun fiskal 2021 yang mencapai US$156,7 juta.

Dari total laba bersih, US$1,57 juta disimpan sebagai dana cadangan wajib untuk mematuhi ketentuan pasal 70 UU no. 40 tahun 2007 mengenai perseroan terbatas sementara sisanya sebesar US$155 juta ditetapkan sebagai laba ditahan.

Kondisi pasar yang sangat kondusif pada tahun 2021 memungkinkan ADMR mengejar diversifikasi bisnis demi memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Operasi utama perusahaan yang meliputi pertambangan batu bara metalurgi, serta diversifikasi ke bisnis smelter aluminium, akan membuka jalan merealisasikan potensi ADMR menjadi perusahaan yang lebih lestari dan ramah lingkungan, untuk memasok produksinya ke industri-industri yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ADMR

Belum adanya pembagian dividen kepada investor seharusnya secara umum membuat saham ADMR kurang menarik dalam pandangan pelaku pasar, namun kenyataanya saham ini justru masih diburu dan terus merangkak naik.

Karena itu, menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya. Berikut reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ADMR sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, terdapat 8 produk reksadanayang tercatat memiliki saham ADMR dalam portofolionya, dimana 7 di antaranya berjenis reksadana saham dan 1 lainnya berjenis reksadana campuran.

Kinerja 8 produk reksadana tersebut terbilang cukup mengesankan karena sepanjang tahun berjalan ini periode 31 Desember 2021 hingga 27 April 2022 atau hampir 4 bulan, mayoritas berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga dua digit, yakni mulai 7 persen hingga 15,9 persen. 

Cuan tertinggi diraih reksadana Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dengan imbal hasil 15,94 persen. Kemudian disusul Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A dengan imbalan 14,4 persen, Batavia Dana Saham dengan cuan 12,69 persen dan BNP Paribas Infrastruktur Plus imbal hasil 12,37 persen. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.