Empat Tips Mudah Buat Para Juragan Agar Cuan dan Bisnis Berkelanjutan

Ada baiknya para juragan memperhatikan sejumlah hal agar bisnisnya berkembang secara berkelanjutan
Abdul Malik • 05 Jul 2022
cover

Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari dalam Talkshow Bareksa di Hall C1 Jakarta Fair. (Foto: Martina/Bareksa)

Bareksa.com - Kalau mau bisnis sehat, juragan juga harus sehat. Memiliki bisnis yang terus berkembang, tentu menjadi dambaan semua pengusaha atau juga kerap disebut juragan. Lalu apa hubungannya bisnis sehat dengan kondisi pribadi juragan?

"Pernah kejadian, bisnis sudah bagus tetapi kemudian menurun karena gaya hidup juragan. Kalau bisnis mau sehat, juragan harus sehat," kata Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari dalam Talkshow Bareksa di Hall C1 Jakarta Fair, 1 Juli 2022.

Makanya, terlebih bagi para juragan baru, ada baiknya memperhatikan sejumlah hal agar bisnisnya berkembang secara berkelanjutan. Putu membagi sejumlah tips supaya para juragan memiliki bisnis yang sehat sekaligus juga dirinya sendiri.

Pertama, pisahkan uang bisnis dan pribadi. Putu mengatakan sebaiknya uang yang dipakai dalam putaran bisnis, tidak dipakai juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sang juragan.

Kedua, juragan harus sehat, punya asuransi. Menurut Putu tidak harus memiliki asuransi dari korporat tapi setidaknya atau minimal terdaftar di BPJS.

Jadi, kata Putu misalkan saat bisnis sedang berjalan, namun kondisi juragan sedang sakit, sehingga menjadi tidak produktif, namun hal itu jangan sampai harus menggunakan uang modal bisnis untuk dipakai berobat. Ini untuk kesehatan finansial sang juragan dan juga bisnisnya.

Ketiga, memiliki dana darurat. Juragan harus memiliki dana darurat untuk keperluan pribadi dan atau keluarga. Setidaknya kata putu rumus sederhana menyiapkan dana darurat adalah penggeluaran bulanan dikalikan (x) 6 (enam). Jika dananya bisa lebih besar perkaliannya,  maka hal itu akan lebih bagus.

"Jangan sampai ketika terjadi hal tidak kita mau, mengganggu cashflow perusahaan," lanjutnya.

Keempat, tumbuh bertahap dan diperhitungkan. Putu mengatakan kalau bisnis sudah ada keuntungan, pasti mau ukuran  bisnis meningkat. Misalnya bisnis berhasil mendapatkan margin keuntungan hingga 20 persen, maka harus berfikir agar bisnis tersebut bisa dikembangkan lagi.

"Selalu sisihkan kalau sudah untung, sisihkan 10 persen dari keuntungan untuk bisnis. Kita nggak tahu jalannya bisnis, seperti kemarin pandemi, gimana kalau penjualan turun, alhamdulilah kalau naik. Juragan kan harus tetap bayar gaji dan sewa tempat," papar Putu.

Menurut Putu jika kondisi ini disiapkan, kesehatan pikiran dan kesehatan keuangan juga baik, dan juragan fokus menjalankan bisnis. "Terakhir jangan lupa sedekah," imbuhnya.

Optimalisasi Cuan Dengan Investasi

Putu mengatakan jika juragan sudah memiliki asuransi, dana darurat, dan juga menyisihkan sebagian keuntungan bisnisnya pada tempat yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan dana bisnis maupun dana pribadinya yang ada tersebut. 

"Ternyata saving (menabung) itu tidak lagi memberikan hasil tetapi mengurangi uang yang kita simpan. Sudah ada tidak lagi istilah menabung pangkal kaya," kata Putu

Putu melanjutkan perlu memang tetap menyimpan atau menabung yakni menyimpan uang di bank. Namun ada baiknya juragan juga memperhitungkan misalnya biaya yang terdapat di rekening atau giro yakni biaya admin dan pajak. 

"Bukan berarti kita nggak simpan di bank, itu tetap perlu. Kalau semua dana nganggur hanya di bank, malah tadinya mau untung jadi rugi, sementara ada produk yang mirip produk tabungan, tetapi ini investasi, bisa diperjualbelikan kapan saja, relatif aman, itu namanya reksadana pasar uang," jelas Putu.

Reksadana pasar uang, lanjut Putu, memiliki sejumlah keunggulan terlebih untuk para juragan antara lain pencairan yang tidak memerlukan waktu lama. Selain itu, "Hasil dari reksadana tidak kena pajak dan kemudian hasilnya lebih besar dibandingkan produk tabungan bank. kenapa? Sebab mayoritas isinya deposito," kata Putu.

Selain itu, tersedia juga jenis reksadana lainnya seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Khususnya untuk penyimpanan uang dengan jangka waktu agak lama dan juga memiliki potensi keuntungan lebih besar dibandingkan reksadana pasar uang.

"Sekarang gampang, tidak perlu nyari bank dan yang ditawarkan produk gini punya uang gede. Sekarang dengan fasilitas online kayak Bareksa semua orang bisa dapat kesempatan yang sama untuk memaksimalkan passive incomenya,” dia menjelaskan. 

Sulit mengatur cashflow? Putu mengatakan akan sulit jika para juragan mencampur uang bisnis dan uang pribadi jadi satu.

"Semua mulai pendaftaran online. Bapak ibu juragan, sambil jualan daftar bisa. Kapanpun di manapun, tidak mengganggu waktu berbisnis dan ketika sudah daftar pembayaran untuk produk investasi dan Bareksa ada variasi metode pembayaran, salah satunya OVO," jelas Putu.

Putu menjelaskan selain reksadana, di Bareksa juga tersedia investasi emas dan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel.

Para juragan siap mengembangkan bisnisnya terus cuan dan berkelanjutan?

Investasi Sekarang

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.