Penggalangan Dana di Pasar Modal Melonjak, Sentimen Positif Reksadana Saham

Nilai fundraising yang ada di pipeline pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk rata-rata naik 50 persen
Abdul Malik • 07 Jun 2022
cover

Ilustrasi maraknya penggalangan dana di pasar modal seperti initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham dan obligasi yang bisa menjadi sentimen positif bagi kinerja reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penggalangan dana dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), rights issue dan sukuk terus meningkat. Meningkatnya penggalangan dana ini berpengaruh positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dan juga reksadana berbasis saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, hingga 6 Juni 2022, sudah ada 43 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham dengan total dana yang direncanakan Rp14,1 triliun.

Adapun rincian sektornya, yakni tiga perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor industrials, empat perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, sembilan perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, delapan perusahaan dari sektor consumer cyclicals dan dua perusahaan dari sektor teknologi. 

Kemudian, sebanyak dua perusahaan dari sektor healthcare, tiga perusahaan dari sektor energi, empat perusahaan dari sektor properties and real estate, serta lima perusahaan dari sektor infrastruktur.

Sampai dengan 3 Juni 2022, pada pipeline right issue BEI saat ini terdapat 33 perusahaan yang berencana melakukan right issue dengan perkiraan dana yang akan dihimpun Rp25,2 triliun.

Sedangkan pada pipeline pencatatan efek bersifat utang dan sukuk terdapat 36 emisi yang rencananya akan diterbitkan oleh 30 perusahaan dengan perkiraan total dana yang akan dihimpun Rp44,9 triliun.

Sektor perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan efek bersifat utang dan sukuk adalah 17 perusahaan dari sektor keuangan, tiga perusahaan dari sektor infrastruktur, satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dua perusahaan dari sektor properties and real estate, tiga perusahaan dari sektor industrials, dua perusahaan dari sektor basic materials, satu perusahaan dari sektor transportasi & logistik serta satu perusahaan dari sektor energi.

Nyoman mengungkapkan, data pipeline yang tercatat di BEI menunjukkan tingginya minat perusahaan yang berencana melakukan pendanaan melalui pasar modal, baik berupa saham, efek bersifat utang dan sukuk kondusif.

Sampai dengan 3 Juni 2022, jumlah perusahaan maupun nilai fundraising yang ada di pipeline pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk mengalami peningkatan secara rata-rata sekitar 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan catatan kami pada 3 Juni 2022, jumlah perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham merupakan nilai yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir,” jelas Nyoman dalam keterangan resmi kepada wartawan, Selasa (7/6). 

Meningkatnya penghimpunan dana dari pasar modal ini tentunya berdampak positif bagi IHSG. Berdasarkan data RTI, dalam satu tahun terakhir, IHSG telah meningkat 19,48 persen dan 8,36 persen sejak awal 2022. Sementara pada saat berita ini diturunkan, IHSG telah meningkat 0,57 persen ke level 7.137.

Peningkatan IHSG juga berdampak positif bagi reksadana berbasis saham. Hampir semua produk reksadana saham yang ada di Bareksa mencatatkan tingkat pengembalian (return) positif dalam setahun terakhir.

Sucorinvest Equity Fund dari PT Sucor Asset Management menjadi reksadana dengan tingkat pengembalian tertinggi, yakni mencapai 28,64 persen setahun. Disusul kemudian reksadana Prospera Saham SMC dengan imbalan 18,74 persen, TRIM Kapital imbal hasil 18,63 persen dan TRIM Kapital Plus cuan 18,03 persen.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.