Kelolaan Reksadana Syariah Rp43,29 Triliun, Ini Manajer Investasi Juara Pertumbuhan April

Majoris AM, Sucorinvest, dan Henan Putihrai catat pertumbuhan dana kelolaan syariah terbesar secara MOM, YTD, dan YOY
Hanum Kusuma Dewi • 11 May 2022
cover

Ilustrasi manajer investasi yang sedang mengatur portofolio investasinya di saham, obligasi, SBN, hingga pasar uang agar reksadana yang dia kelola membukukan kinerja optimal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah atau reksadana syariah, kembali mengalami koreksi pertumbuhannya.

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2022 menyebutkan dana kelolaan reksadana syariah pada akhir bulan lalu tercatat Rp43,29 triliun. Angka tersebut secara bulanan (MOM) maupun sepanjang tahun berjalan (YTD) dan tahunan (YOY), terkoreksi masing-masing 1 persen, 3 persen, dan 45 persen. 

Baca juga Kelolaan Industri Reksadana April 2022 Turun Lagi Jadi Rp566,44 Triliun

Terkoreksinya dana kelolaan reksadana syariah seiring dengan berkurangnya unit penyertaan. Tercatat unit penyertaan reksadana syariah pada April 2022 mencapai 27,27 miliar unit, terkoreksi 2 persen sepanjang tahun berjalan dan minus 58 persen secara tahunan. Namun, secara bulanan/MOM, unit penyertaan reksadana syariah pada bulan lalu tumbuh 1 persen.

Dana kelolaan bisa menjadi indikator kinerja aset reksadana sekaligus besarnya kepercayaan investor. Sementara unit penyertaan mencerminkan seberapa banyak reksadana tersebut dibeli oleh investor.

Meski industri reksadana syariah mengalami koreksi baik dari sisi dana kelolaan dan unit penyertaan, masih cukup banyak manajer investasi yang menorehkan pertumbuhan positif dana kelolaan reksadana syariah sepanjang April 2022.

Baca juga Top 10 Reksadana Terlaris di Bareksa April 2022

Berikut ini tiga manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada April 2022, secara bulanan/MOM, sepanjang tahun berjalan/YTD, dan setahun terakhir/YOY.

1. Majoris AM

Majoris AM tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar secara bulanan/MOM, yakni 26 persen. Majoris AM menempati posisi ke-13 dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar April 2022. Adapun dana kelolaan reksadana syariah Majoris AM pada bulan lalu tercatat Rp829,43 miliar.

2. Sucor AM

Sementara Sucor AM tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar sepanjang tahun berjalan/YTD, yakni 45 persen. Pada bulan lalu, Sucor AM menempati posisi ke-3 dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar April 2022. Adapun dana kelolaan reksadana syariah Sucor AM pada bulan lalu tercatat Rp4,66 triliun.

3. Henan Putihrai Asset Management (HPAM)

Henan Putihrai AM kembali tercatat membukukan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar secara tahunan/YOY, yakni 87 persen. Pada bulan lalu, Henan Putihrai menempati posisi ke-10 dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar nasional. Dana kelolaan reksadana syariah Henan Putihrai pada April 2022 senilai Rp1,50 triliun.

Top 20 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Syariah April 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2022

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2022. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected])

Lihat juga Baru Mulai atau Rutin Investasi Reksadana Pakai Robo, Raih Voucher hingga Rp50 Ribu

(Martina Priyanti/Tim Data/HM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.