Kelolaan Industri Reksadana April 2022 Turun Lagi Jadi Rp566,44 Triliun

Reksadana jenis pendapatan tetap mencatat penurunan terdalam dana kelolaan
Hanum Kusuma Dewi • 10 May 2022
cover

Ilustrasi analis reksadana saham sedang memantau pergerakan investasi saham reksadana dengan grafik di layar monitor laptop. (shutterstock)

Bareksa.com - Industri reksadana Tanah Air tampaknya belum bisa keluar dari tekanan penurunan kinerja pada tahun ini, yang tercermin dari kembali merosotnya total dana kelolaan (asset under management/AUM) reksadana pada bulan lalu.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per April 2022 AUM industri reksadana di Indonesia tercatat sebesar Rp566,44 triliun, turun Rp1,76 triliun (-0,31 persen) dari posisi per Maret 2022 yang senilai Rp568,19 triliun.

Baca juga Dana Kelolaan Industri Reksadana Maret 2022 Turun Jadi Rp568,19 Triliun

Sebagai informasi, penurunan tersebut merupakan penurunan AUM untuk keempat kali beruntun sejak awal tahun ini. Dengan kata lain, sepanjang empat bulan pertama tahun ini, belum sekalipun AUM industri reksadana mencatatkan pertumbuhan positif.

Di sisi lain, penurunan AUM yang terjadi pada bulan lalu juga disebabkan oleh keluarnya sebagian pelaku pasar, karena mereka cenderung mengurangi kepemilikan reksadana mereka. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya unit penyertaan dari sebelumnya 416,37 miliar unit per Maret 2022, menjadi 410,59 miliar unit penyertaan per April 2022.

Artinya, sepanjang bulan lalu terdapat penurunan unit penyertaan sebesar 5,78 miliar atau sekitar -1,39 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Baca juga Bareksa Insight: Pasar Saham Murah, Peluang Tambah Investasi Reksadana

Reksadana Pendapatan Tetap Tekan AUM Industri

Penurunan AUM industri reksadana yang terjadi pada April 2022 secara umum memang disebabkan oleh penurunan mayoritas jenis reksadana yang ada. Berdasarkan data OJK, dari 9 jenis reksadana yang ada, 5 di antaranya menorehkan penurunan AUM, sementara 4 jenis lainnya mencatatkan kenaikan AUM.

Tipe Reksa Dana

AUM Mar-22 

AUM Apr-22 

Pertumbuhan

Capital Protected Fund

102.54 

105.20 

2.66 

Equity Fund

124.53 

129.35 

4.82 

Exchanged Traded Fund

15.66 

14.74 

(0.91)

Fixed Income Fund

155.77 

149.84 

(5.93)

Global Fund

19.54 

18.67 

(0.87)

Index Fund

9.04 

9.48 

0.44 

Mixed Asset Fund

27.14 

26.25 

(0.89)

Money Market Fund

110.67 

109.22 

(1.44)

Sukuk Based Fund

3.31 

3.68 

0.37 

Total

568.19 

566.44 

(1.76)

Sumber: OJK, diolah Bareksa; Nominal dalam Rp Triliun

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa reksadana pendapatan tetap mengalami penurunan terbesar dengan merosot Rp5,93 triliun dan berkontribusi paling besar terhadap penurunan AUM industri, disusul oleh reksadana pasar uang yang juga turun cukup dalam mencapai Rp1,44 triliun.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Lihat juga Baru Mulai atau Rutin Investasi Reksadana Pakai Robo, Raih Voucher hingga Rp50 Ribu

(KA01/Arief Budiman/hm)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.