Sucor AM dan Syailendra Catat Pertumbuhan Kelolaan Reksadana Tertinggi Maret 2022

Kedua manajer investasi ini mencatat pertumbuhan dana kelolaan 6 persen secara bulanan
Hanum Kusuma Dewi • 12 Apr 2022
cover

Ilustrasi investor atau manajer investasi melihat outlook pasar saham dan obligasi dan dampaknya ke reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan reksadana nasional tercatat kembali mengalami penurunan pada akhir Maret 2022. Meski demikian, masih ada manajer investasi/MI yang justru mencatatkan pertumbuhan kelolaan reksadana bulan lalu.

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report March 2022 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan dana kelolaan industri reksadana pada bulan lalu tercatat Rp568,18 triliun, terkoreksi 2 persen sepanjang tahun berjalan (YTD).

Baca juga Dana Kelolaan Industri Reksadana Maret 2022 Turun Jadi Rp568,19 Triliun

Dalam daftar 20 manajer investasi (MI) dengan dana kelolaan reksadana terbesar Maret 2022, Sucorinvest Asset Management tercatat sebagai Manajer Investasi (MI) dengan pertumbuhan dana kelolaan terbesar secara bulanan/MOM, sepanjang tahun berjalan/YTD, dan secara tahunan/YOY.

Dana kelolaan reksadana Sucor AM pada bulan lalu tercatat Rp32,10 triliun, tumbuh 6 persen secara MOM. Sedangkan secara tahun berjalan dan setahun terakhir, masing-masing tumbuh 22 persen dan 121 persen.

Sucor AM berada di posisi keenam atau naik satu peringkat dibandingkan bulan sebelumnya, dalam daftar 20 MI dana kelolaan terbesar Maret 2022. Adapun pangsa pasar (market share) kelolaan Sucor AM mencakup sekitar 6 persen dari industri reksadana nasional.

Selain Sucor AM, ada Syailendra yang juga tercatat mengalami pertumbuhan dana kelolaan reksadana paling besar, namun hanya secara bulanan/MOM. Sama seperti Sucor AM, dana kelolaan reksadana Syailendra secara bulanan, tumbuh 6 persen.

Baca juga Sepanjang Tahun Berjalan Kelolaan Reksadana Turun Tapi Diprediksi Tumbuh Semester II

Pada Maret 2022, Syailendra berada di posisi ke-10 dari daftar 20 manajer investasi dengan kelolaan reksadana terbesar. Dana kelolaan reksadana Syailendra pada Maret 2022, tercatat Rp24,77 triliun, tumbuh 9 persen secara YTD dan 4 persen secara YOY.

Sementara itu perlu dicatat, laporan industri reksadana ini tidak memasukkan reksadana penyertaan terbatas, private equity fund, Kontrak Penyertaan Dana (KPD) atau Discretionary Fund, DIRE dan KIK EBA.

Daftar 20 Manajer Investasi dengan Dana Kelolaan Reksadana Terbesar Maret 2022

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report March 2022

Sebagai informasi, dana kelolaan atau asset under management (AUM) tidak selalu mencerminkan kinerja produk reksadana, tetapi bisa jadi satu indikator kepercayaan investor menaruh dana mereka pada produk reksadana atau manajer investasi tersebut.

Baca juga Promo Big Ramadan: Investasi Plus Donasi dengan Reksadana Syariah, Bisa Raih Hadiah

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report March 2022. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.