Daftar Manajer Investasi dengan Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar Agustus 2022

Ashmore, Syailendra, dan PNM IM catat pertumbuhan dana kelolaan syariah terbesar secara MOM, YTD, dan YOY
Hanum Kusuma Dewi • 12 Sep 2022
cover

Ilustrasi dua investor Muslimah yang memantau perkembangan investasinya di reksadana syariahmelalui aplikasi Bareksa. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan industri reksadana yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah atau reksadana syariah, sebulan terakhir/MOM dan secara tahunan/YOY kembali tercatat tumbuh positif. Lalu, manajer investasi mana saja yang mencatat dana kelolaan reksadana syariah terbesar?

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report August 2022 menyebutkan dana kelolaan reksadana syariah pada akhir bulan lalu tercatat Rp43,86 triliun. Sepanjang tahun berjalan (YTD) hingga akhir Agustus 2022, dana kelolaan reksadana syariah masih tercatat negatif 1%, tapi secara bulanan/MOM dan tahunan/YOY, tumbuh positif yakni masing-masing tumbuh 4% dan 9%.

Di sisi lain unit penyertaan reksadana syariah pada Agustus 2022 mencapai 29,57 miliar unit. Unit penyertaan reksadana syariah tumbuh positif baik secara bulanan/MOM, sepanjang tahun berjalan/YTD, dan tahunan/YOY, masing-masing tumbuh 6%, 6%, dan 8%.

Dana kelolaan bisa menjadi indikator kinerja aset reksadana sekaligus besarnya kepercayaan investor. Sementara unit penyertaan mencerminkan seberapa banyak reksadana tersebut dibeli oleh investor.

3 Besar Manajer Investasi

Adapun tiga besar dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada Agustus 2022 masih diisi oleh tiga nama manajer investasi yang sama seperti bulan sebelumnya tetapi terjadi perubahan posisi pertama dan kedua, seperti berikut ini:

1. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Manulife AM berhasil naik satu peringkat sehingga menempati posisi teratas manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada Agustus 2022. Dana kelolaan reksadana syariah Manulife AM tercatat Rp6,23 triliun pada bulan lalu.

2. BNP Paribas Asset Management

Sementara itu BNP AM tercatat jadi menempati posisi kedua manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar Agustus 2022. Kelolaan reksadana syariah BNP AM pada bulan lalu tercatat Rp6,22 triliun.

3. Sucor Asset Management

Sucor AM bertahan pada posisi ketiga manajer investasi pengelola reksadana syariah terbesar Agustus 2022, dengan kelolaannya Rp5,11 triliun.

Baca juga Ini 10 Reksadana Paling Laris Manis Diborong Investor pada Agustus 2022


Pertumbuhan Tertinggi 

Di sisi lain, pada bulan lalu Ashmore Asset Management Indonesia tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar baik secara bulanan/MOM, yakni kelolaannya tumbuh sebesar 533%.

Sedangkan Syailendra Capital tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar sepanjang tahun berjalan/YTD yakni melonjak 116%.

Sementara itu secara tahunan/YOY, PNM Investment Management tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar, tumbuh 114%.

Top 20 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar Agustus 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report August 2022

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report August 2022. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

Baca juga Promo Top Investment: Beli Reksadana Berhadiah iPhone hingga Voucher Rp1 Juta

(Martina Priyanti/Tim Data)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.