Sepanjang Tahun Berjalan Kelolaan Reksadana Turun Tapi Diprediksi Tumbuh Semester II

Sejalan dengan prospek perkembangan pasar saham dengan target IHSG akhir tahun di level 7.800
Hanum Kusuma Dewi • 07 Apr 2022
cover

Ilustrasi seorang manajer investasi memegang layar tablet berisikan grafik dan laporan untuk mengatur portofolio untuk memberikan saran investasi di berbagai aset keuangan seperti saham reksadana emas obligasi negara kepada nasabah prioritas high net worth individuals (HNWI). (shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana per akhir bulan lalu atau Maret 2022, tercatat Rp568,19 triliun, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana kelolaan industri reksadana diprediksi akan mulai tumbuh pada semester II/2022. Apa pendorongnya?

Dana kelolaan reksadana per akhir bulan lalu sedikit turun 0,46 persen atau menyusut sekitar Rp2 triliun secara bulanan, dibandingkan Rp570,83 per akhir Februari 2022. Namun, bila dibandingkan dengan posisi setahun sebelumnya yaitu Maret 2021, dana kelolaan reksadana per Maret 2022 tumbuh 0,4 persen.

Grafik Kelolaan Reksadana per Bulan


Sumber: OJK, diolah Bareksa.com

Lihat Begini Kinerja Dana Kelolaan Industri Reksadana Februari 2022

Direktur Utama Trimegah Asset Management, Antony Dirga berpendapat pertumbuhan dana kelolaan di industri reksadana di bulan Maret memang cenderung menurun secara sepanjang tahun berjalan/YtD. Menurutnya seperti dilansir Bisnis, hal ini disebabkan oleh kombinasi sentimen antara gerakan the Fed yang mulai menaikan suku bunga serta perang Rusia dan Ukraina yang hingga kini belum berakhir.

Secara spesifik, ia melanjutkan sentimen lain dari dalam industri reksadana yang menghambat pertumbuhan dana kelolaan adalah disamakannya pajak untuk investasi obligasi secara langsung dan investasi obligasi di reksadana. Sebagai informasi, mulai 2021, pajak bunga atau kupon obligasi baik investasi secara langsung atau melalui reksadana adalah sebesar 10 persen. 

"Untuk paruh pertama tahun ini, kemungkinan besar tren yang sama akan berlanjut," katanya saat dihubungi, Rabu (6/4/2022).

Baca juga CEO Trimegah AM, Antony Dirga : Sektor Investasi Favorit dan Potensi Reksadana saat Ramadan

Tumbuh di Semester Kedua

Meski secara bulanan AUM reksadana Maret turun, Antony meyakini, tren pertumbuhan dana kelolaan reksadana akan mulai membaik pada paruh kedua tahun 2022. Hal ini sejalan dengan prospek perkembangan pasar saham dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditargetkan oleh Trimegah di level 7.800 pada akhir tahun 2022.

Selain itu, ia melanjutkan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah dilakukan juga akan berimbas positif terhadap kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan. Hal ini akan meningkatkan animo investor untuk masuk ke pasar reksadana

"Animo ini juga akan didukung oleh efek multiplier yang positif dari harga komoditas yang tinggi," kata Antony.

Lihat IHSG Diprediksi Menuju 7.600, Sentimen Positif Reksadana Saham

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.