Umroh Kembali Diberangkatkan, Ini Cara Siapkan Biayanya

Menyiapkan tabungan umroh di BareksaUmroh ada enam kelebihannya
Abdul Malik • 10 Jan 2022
cover

Ilustrasi jemaah sedang menunaikan ibadah umroh di masa pandemi, di Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kabar baik bagi Anda yang berniat umroh pada tahun ini. Setelah hampir dua tahun dihentikan sementara, penyelenggaraan ibadah umroh kembali dibuka. Pada Sabtu (8/1/2022), pemerintah melepas keberangkatan 419 jemaah umroh di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur (Jaktim).

"Kita bersyukur bahwa setelah penantian begitu lama, ada 2 tahun, dan bahkan sempat kita diberi kesempatan berita dari Saudi Arabia untuk melaksanakan umroh di awal tahun ini, akhirnya karena sesuatu hal jemaah haji dan umroh tidak bisa pergi ke Tanah Suci. Tentu ini menjadi kerinduan kita semua," ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Haji dan Umroh Kemenag Hilman Latief, Sabtu (8/1/2022).

Hilman menyebut keseluruhan ada 59 ribu jemaah yang tertunda. "Dilepas 419 jemaah. Ada 59 ribu tertunda, sekarang 500-an terkirim, masih banyaklah. Jadi ini umroh istimewa, umroh rasa haji dan umroh kebangsaan," ujarnya dilansir Detik.com.

Antisipasi Omicron

Hilman mengatakan keberangkatan umroh pada masa pandemi ini menimbulkan rasa khawatir, terlebih dengan adanya varian baru Omicron. Berbagai persiapan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut dengan melakukan karantina dan PCR.

"Mereka begitu mendarat akan di karantina maksimal, di sana peraturan Saudi sudah ketat, pulangnya ada screening, ada karantina, PCR berkali-kali, dan itu mitigasi," sambungnya.

Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Nur Arifin mengatakan perbedaan umroh di tahun pandemi dengan tahun sebelumnya yakni adanya pembatasan serta perlu dilakukannya karantina dan PCR.

"Di sisi kesehatan, terutama tadi karantina dan PCR, juga pembatasan hotel, kalau sekarang 1 kamar hotel 2 orang, kalau di era normal bisa sampai 4 orang, bisa lebih banyak," ujarnya.

Biaya Umroh Rp28 Juta

Arifin mengatakan biaya umroh direncanakan saat ini Rp28 juta, namun belum termasuk untuk karantina dan PCR. Hal itu berdasarkan keputusan musyawarah dari beberapa pihak.

"Jadi biaya umroh saat ini standar minimal Rp28 juta, tahun lalu berdasarkan Keputusan Menag No 777 Tahun 2020, umroh diharapkan Rp26 juta minimal, saat ini sudah kita lakukan musyawarah dengan para asosiasi sepakat biaya Rp28 juta di luar karantina dan PCR, tapi Rp 28 juta ini belum disahkan," ujarnya.

Ia menyampaikan soal karantina ini ranahnya di Satgas COVID-19. "Kami Kemenag tidak punya kewenangan untuk menetapkan biaya karantina, kita mengikuti keputusan Satgas COVID-19," imbuhnya.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Bagi smart investor yang sudah tidak sabar untuk segera berziarah ke Tanah Suci, apakah sudah menyiapkan tabungan untuk memenuhi biayanya?

Jika smart investor punya niat kuat, bisa menyiapkan tabungan umroh di reksadana syariah yang tersedia di platform BareksaUmroh. Selain halal dan berpeluang memberikan imbal hasil lebih tinggi dari menyimpannya di tabungan biasa, juga aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di platform BareksaUmroh smart investor bisa memilih beragam paket umroh sesuai kebutuhan dan kemampuan. Smart investor juga bisa melakukan simulasi atas investasi yang ditanamkan.

Menyiapkan tabungan umroh di BareksaUmroh ada enam kelebihan :

1. Pasti Aman

Uang tabungan nasabah akan disimpan di reksadana syariah, sebagai instrumen investasinya. Tidak dipegang langsung oleh pihak travel atau agen penjual, melainkan disimpan di reksadana Bareksa.

2. Layanan Lengkap

Layanan BareksaUmroh terpadu dari awal hingga akhir, mulai dari perencanaan tabungan di reksadana syariah, pembelian paket umroh, keberangkatan umroh, hingga perjalanan pulang ke tanah air.

3. Serba Online

Pendaftaran dilakukan 100 persen online, dengan hanya menggunakan e-KTP. Proses tanda tangan juga dilakukan secara online menggunakan tanda tangan digital.

4. Terpercaya

Bareksa bermitra dengan agen biro perjalanan (agen travel) yang sudah memiliki reputasi. Tiap mitra agen travel telah memiliki sertifikat untuk keberangkatan umroh yang diatur oleh Kementerian Agama.

5. Sesuai Syariah

Tidak perlu ragu tentang kehalalan produk ini, karena reksadana syariah dikelola berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nomor 20/DSN-MUI/IV/2001.

6. Fleksibel & Potensi Imbal Hasil

Top up tabungan tidak mengikat, smart investor bebas top up kapanpun dan berapapun. Dengan reksadana syariah, tabungan berpotensi tumbuh dan meraih imbal hasil lebih besar dari tabungan bank atau deposito.

Di platform BareksaUmroh, tersedia 4 produk reksadana syariah yang bisa dipilih untuk menyiapkan tabungan umroh. Empat produk reksadana pasar uang syariah tersebut ialah Syailendra Sharia Money Market Fund, Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra, Cipta Dana Kas Syariah, dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund.


Sumber: Bareksa, kinerja per 7 Januari 2022

Investasi di reksadana syariah juga halal karena telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Segera siapkan tabungan umroh di platform BareksaUmroh. Pilih produk yang sesuai dengan profil risiko.

Selengkapnya tentang BareksaUmroh kamu bisa klik tautan berikut ini.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.