Daftar Produk Reksadana Berkinerja Terbaik 2021 di Bareksa, Cuan hingga 55 Persen

Reksadana campuran dan reksadana saham mendominasi top 10 return tertinggi di Bareksa
Hanum Kusuma Dewi • 03 Jan 2022
cover

Ilustrasi top 10 reksadana dengan kinerja tertinggi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tahun 2021 telah pergi meninggalkan kita. Kinerja pasar modal Tanah Air menunjukkan hasil yang lumayan manis pada tahun lalu, sehingga mendorong kinerja sejumlah produk reksadana.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi tolok ukur kinerja pasar saham Indonesia mencatatkan kenaikan 10,08 persen sepanjang 2021 dengan berakhir di level 6.581,48.

Sementara itu, menurut data marketplace reksadana Bareksa, kinerja reksadana saham yang diharapkan tumbuh tinggi setidaknya mendekati pertumbuhan IHSG, kenyataannya berbanding terbalik. Indeks reksadana saham Bareksa justru menorehkan kinerja paling tertinggal.

Baca juga Review Kinerja Indeks Saham 2021, Reksadana Mana Paling Untung?

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, reksadana saham menjadi yang paling rendah pertumbuhannya dengan kenaikan hanya 0,32 persen. Satu tingkat di atasnya, reksadana pendapatan tetap tercatat bertambah 2,01 persen.

Adapun di peringkat kedua terbaik diraih oleh reksadana campuran dengan kenaikan 2,68 persen. Alhasil yang menjadi juara pada tahun lalu justru ditorehkan oleh reksadana pasar uang yang tumbuh 2,93 persen.

Reksadana Juara 2021

Adapun secara lebih rinci, produk reksadana campuran dan reksadana saham terlihat mendominasi imbal hasil (return) tertinggi sepanjang tahun lalu. Berdasarkan reksadana yang tersedia di Bareksa, berikut top 10 produk reksadana dengan return tertinggi sepanjang tahun lalu.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa produk reksadana campuran mendominasi top 10 return tertinggi sepanjang 2021 dengan 6 produk, sementara 4 produk lainnya merupakan reksadana saham. Top 10 produk reksadana terbaik ini bisa mengalahkan kinerja IHSG pada 2021. 

Kenaikan yang diraih produk-produk reksadana tersebut terbilang cukup signifikan mulai dari 16 persen hingga di puncak tertinggi berhasil melesat 55 persen, yang diraih oleh reksadana campuran Jarvis Balanced Fund. Adapun reksadana saham berkinerja tertinggi 2021 adalah Manulife Saham Andalan dengan imbal hasil 25,58 persen setahun. 

Baca juga Reksadana Manulife Saham Andalan Berkinerja Andal dan Juara, Kamu Sudah Punya?

Capaian produk-produk ​reksadana tersebut setidaknya dapat menjadi pertimbangan dan evaluasi bagi investor yang ingin memilih produk ​reksadana terbaik. Kinerja imbal hasil yang konsisten biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama.

Meski demikian, faktor profil risiko dan tujuan investasi juga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih suatu produk ​reksadana. Kemudian yang perlu diingat juga bahwa kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan bahwa di masa depan suatu produk investasi akan menorehkan kinerja yang sama.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga Beli Reksadana dan Emas Berhadiah Voucher Grab Food & OVO Point Total Rp500 Juta

(Arief Budiman/KA01/hm)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.