Bareksa Update : Covid Terkendali, Pasar Saham Naik Signifikan Dorong Reksadana

Reksadana saham dan campuran turut melesat seiring dengan kenaikan indeks saham 1,27 persen sehari
Hanum Kusuma Dewi • 04 Jan 2022
cover

Ilustrasi pelaku pasar optimistis atas pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 sehingga mendongkrak kinerja IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Membuka awal tahun 2022, pasar saham Indonesia bergairah seiring dengan optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi. Reksadana saham dan reksadana campuran ikut melesat. 

Optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 karena terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia, menopang penguatan signifikan indeks saham (IHSG) sekitar 1,27 persen pada awal perdagangan di 2022. Hampir semua sektor mengalami kenaikan dan mendorong penguatan mayoritas reksadana berbasis saham. 

Sementara itu, meski inflasi tahunan per Desember 2021 sebesar 1,87 persen YoY, yang berada di atas konsensus pasar, angka ini masih lebih rendah dibandingkan target Bank Indonesia sebesar 2 persen YoY. Hal ini turut mempengaruhi penurunan tipis harga obligasi serta sejumlah reksadana pendapatan tetap. Namun diproyeksikan pasar obligasi hari ini akan cenderung menguat karena terdapat lelang SBN pertama di 2022.

Baca juga Daftar Produk Reksadana Berkinerja Terbaik 2021 di Bareksa, Cuan hingga 55 Persen

Imbal Hasil 1 Tahun (3 Januari 2021)

Reksadana Saham

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A: +12,32%

Sucorinvest Equity Fund: +9,82%

Reksadana Campuran

Syailendra Balanced Opportunity Fund: +26,19%

Sucorinvest Flexi Fund: +24,65%

Imbal Hasil 3 Tahun (3 Januari 2021)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium: +32,68%

TRIM Dana Tetap 2: +23,19%

Berita Ekonomi Terkini 

Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan neto dari mayoritas sektor penerimaan pajak selama 2021 meningkat. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan yang meningkat 60,52 persen selama 2021, diikuti oleh sektor perdagangan yang meningkat 28,79 persen, dan sektor industri pengolahan yang meningkat sebesar 16,77 persen. 

Kemudian, sektor informasi dan telekomunikasi meningkat sebesar 14,3 persen, sektor jasa meningkat sebesar 9,75 persen dan sektor transportasi dan pergudangan juga mencatatkan angka 9,75 persen. Penerimaan pajak dari sektor keuangan dan asuransi hanya meningkat tipis sebesar 0,02 persen akibat adanya penurunan PPh final obligasi. 

Tim Analis Bareksa melihat semua sektor usaha pada tahun ini akan kembali  mencatatkan kenaikan penerimaan pajak seiring dengan kembali normalnya ekonomi yang ada. Diharapkan dengan penerimaan pajak yang baik, defisit APBN dapat ditekan ke angka 2-3 persen terhadap PDB pada tahun ini.

Baca juga ​Tahun Baru Mulai Investasi Reksadana, Raih Total Hadiah Rp25 Juta

(Sigma Kinasih/hm)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.