Bareksa Update : Indeks Melesat Tembus 6.500, Reksadana Mana yang Menarik?

Level penutupan indeks saham Tanah Air kemarin merupakan yang tertinggi dalam 16 bulan terakhir
Abdul Malik • 14 Oct 2021
cover

Ilustrasi manajer investasi yang memantau kinerja pasar saham yang tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dampaknya ke reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju di zona hijau meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2021, termasuk Indonesia. Efek pandemi menjadi penyebab utama pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF.

IHSG pada 13 Oktober 2021 naik 0,78 persen ke level 6.536,9 atau berhasil ditutup menembus level psikologis di atas 6.500. Level penutupan indeks saham Tanah Air kemarin merupakan yang tertinggi dalam 16 bulan terakhir.

Menurut analisis Bareksa,  penurunan signifikan kasus Covid-19 serta pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam negeri, mendorong optimisme investor terhadap prospek pasar keuangan Indonesia. Sumringahnya kinerja pasar saham nasional turut mendongkrak kinerja reksadana saham dan reksadana indeks.

Senada pasar obligasi Indonesia juga menguat dan mendorong kenaikan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap. Investor masih menanti rilis hasil pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pekan ini, yang akan menentukan kapan waktu dimulainya pengurangan program pembelian kembali obligasi (tapering).

Investor juga masih mencermati data neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 13/10/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen, pada 13 Oktober 2021.

Seiring hijaunya pasar saham dan obligasi nasional, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa menimbang beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang memiliki catatan kinerja memukau berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 13 Oktober 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Equity Fund : 37,61 persen
BNI-AM Inspiring Equity Fund : 18,34 persen

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 19,47 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 19,36 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 6,98 persen
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 6,38 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.