Beleid OJK Beri Angin Segar Bank Digital, Dua Reksadana Ini Punya Sahamnya

Dua reksadana yang memiliki saham bank digital ialah Manulife Saham Andalan dan Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
Abdul Malik • 23 Aug 2021
cover

Ilustrasi tren bank digital yang berdampak pada sahamnya sehingga mendongkrak kinerja reksadana saham dengan portofolio saham bank digital. (Shutterstock)

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya merilis aturan mengenai bank digital. Peraturan ini tidak hanya bisa menjadi payung hukum bagi bank yang beroperasi dengan mengandalkan teknologi informasi, namun juga bisa menggerakan harga saham bank digital yang tercatat di bursa.

Peningkatan harga saham bank digital ini tentunya berpengaruh positif bagi reksadana saham yang memiliki portofolio bank digital.

Adapun peraturan mengenai bank digital tertuang dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2021. Peraturan tersebut memayungi operasional bank secara secara umum, sementara khusus terkait bank digital terdapat pada pasal 23 hingga pasal 31. Di dalam peraturan itu, bank digital didefinisikan sebagai bank dengan kegiatan usaha yang menggunakan saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau dapat menggunakan kantor fisik yang terbatas.

Bank digital dapat beroperasi dengan dua model. Pertama, melalui pendirian bank  baru sebagai bank digital. Lalu kedua dengan transformasi dari bank umum atau bank existing menjadi bank digital. Dalam mendirikan bank baru, OJK mewajibkan investor pengendali menyediakan modal inti minimum senilai Rp10 triliun.

Dalam peraturan ini, OJK menekankan bank digital untuk melakukan penggunaan teknologi yang inovatif, manajemen risiko yang memadai, memiliki direksi yang memenuhi kompetensi di bidang teknologi informasi dan menjalankan perlindungan keamanan data nasabah. Melalui regulasi ini, OJK berharap bisa memberikan kepastian bagi investor yang ingin memiliki bank digital di Indonesia.

Sumber : OJK

Sejauh ini, beberapa bank seperti PT BCA Digital, PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Capital Tbk (BACA), PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT KEB HanaBank dalam proses menjadi bank digital.

Sementara, bank-bank yang telah menyatakan diri sebagai bank digital seperti Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW Bank UOB, Jado milik Bank Jago, MotionBanking dari MNC Bank, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Peluncuran peraturan ini berpengaruh positif terhadap harga saham bank digital. Saham ARTO milik Bank Jago misalnya, meningkat 2,97 persen ke level Rp16.475 pada penutupan perdagangan, Senin (23/8). Sementara tiga bulan, harga saham ARTO sudah melesat 53,97 persen dan 173,11 persen dalam enam bulan.

Beberapa reksadana saham juga menempatkan ARTO dalam portofolionya. Adapun dua reksadanadi antaranya adalah Manulife Saham Andalan dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dan Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dari PT Eastspring Investments Indonesia.

Kedua produk reksadanaini memiliki kinerja cukup baik, Manulife Saham Andalan bisa membukukan tingkat pengembalian (return) 58,23 persen dalam setahun dan Eastspring Investments Value Discovery Kelas A mencatatkan imbalan 21,1 persen dalam setahun (per 22 Agustus 2021).

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.