Euforia Bank Digital, Tiga Reksadana ini Punya Portofolionya

Saat ini ada 7 bank yang tengah mempersiapkan diri menjadi bank digital dan 7 lainnya mengklaim sudah menjadi bank digital
Abdul Malik • 15 Jun 2021
cover

Ilustrasi tren bank digital yang berdampak pada sahamnya sehingga mendongkrak kinerja reksadana saham dengan portofolio saham bank digital. (Shutterstock)

agroBareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan ada 7 bank yang tengah mempersiapkan diri menjadi bank digital dan 7 lainnya yang sudah menjadi bank digital.

Dari 14 bank tersebut, ada beberapa bank yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan harga sahamnya naik kencang. Pergerakan harga saham ini juga berdampak positif bagi instrumen investasi seperti reksadana saham.

Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional OJK Tony menjelaskan, Bank-bank yang tengah melakukan proses menjadi bank digital antara lain Bank BCA Digital, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank KEB Hana.

Sementara bank yang telah menobatkan diri sebagai bank digital antara lain Jenius dari PT Bank BTPN Tbk (BTPN), Wokee dari PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), Digibank milik Bank DBS, TMRW dari Bank UOB, serta Jago milik PT Bank Jago Tbk (ARTO).

"Selain lima bank tersebut, terdapat dua bank lainnya yang disebut baru menobatkan diri sebagai bank digital, yakni Motion Banking milik Bank MNC dan juga Aladin milik Bank Aladin Syariah," jelas Tony seperti dikutip dari Investor.id, Selasa (15/6).

Euforia bank digital tersebut ternyata berdampak positif terhadap pergerakan harga saham bank bersangkutan. Berdasarkan data RTI, bank digital seperti Bank Jago, harganya sudah meningkat 978,64 persen dalam satu tahun terakhir ke posisi Rp 12.925 pada penutupan perdagangan, Kamis (15/6). Sementara dalam 6 bulan, harga saham ARTO sudah meningkat 360,88 persen.

Peningkatan harga saham ARTO karena efek bank digital ini ternyata berdampak positif bagi reksadana saham yang memiliki portofolio saham ARTO. Berdasarkan data Bareksa, setidaknya ada tiga reksadana saham yang memiliki portofolio ARTO.

Pertama adalah Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A. Reksadana saham dari PT Eastspring Investments Indonesia ini memiliki portofolio ARTO dan beberapa saham berkapitalisasi besar lainnya.

Dengan strategi portofolio tersebut serta alokasi dana yang 91,6 persen di saham dan 8,4 persen di pasar uang, Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A bisa membukukan return (tingkat pengembalian) hingga 24,07 persen setahun.

Reksadana kedua yang juga memiliki portofolio ARTO adalah Eastspring Investments Value Discovery Kelas A. Reksadana saham ini juga berasal dari PT Eastspring Investments Indonesia. Namun kinerjanya terbilang lebih baik, yakni membukukan return hingga 37,6 persen setahun dan 8,72 persen dalam 6 bulan.

Reksadana ketiga yang memiliki portofolio ARTO adalah TRAM Consumption Plus dari PT Trimegah Asset Management. Reksadana ini mengalokasikan dananya 90,14 persen di saham dan 9,86 persen di alokasi lainnya. Dalam satu tahun, reksadana ini bisa membukukan return hingga 24,67 persen.

(K09/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.