Smart Investor, Ini 10 Reksadana Terlaris Semester I 2021 yang Ada di Bareksa

Kenaikan jumlah unit penyertaan merupakan indikator suatu produk reksadana laris dan diminati investor atau tidak
Abdul Malik • 23 Jul 2021
cover

Ilustrasi daftar produk reksadana yang terlaris dan paling diminati investor dan tersedia di Bareksa. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri paruh pertama tahun ini, industri reksadana Tanah Air harus rela mengalami penurunan dana kelolaan (asset under management/AUM) yang cukup dalam. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2021 akumulasi nilai aktiva bersih (NAB) reksadana secara industri adalah Rp536,11 triliun.

Angka tersebut mencerminkan penguapan dana kelolaan reksadanayang mencapai Rp37,44 triliun (-6,53 persen) jika dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yang sebesar Rp573,54 triliun.

Tipe Reksa Dana

AUM Des-20 (Rp triliun)

AUM Jun-21 (Rp triliun)

Pertumbuhan (Rp triliun)

Capital Protected Fund

145,27

102,04

-43,22

Equity Fund

127,79

122,15

-5,64

Exchanged Traded Fund

16,18

14,47

-1,71

Fixed Income Fund

139,15

143,24

4,09

Global Fund

12,65

16,05

3,40

Index Fund

9,40

7,69

-1,70

Mixed Asset Fund

26,81

24,83

-1,98

Money Market Fund

94,55

103,20

8,65

Sukuk Based Fund

1,75

2,43

0,68

Total

573,54

536,11

-37,44

Sumber : OJK, diolah Bareksa

Di sisi lain, per semester I 2021 total unit penyertaan (UP) reksadanajuga ikut mengalami penyusutan 33,68 miliar unit (-7,74 persen) ke angka 401,46 miliar unit, dari sebelumnya 435,14 miliar per Desember 2020. Hal tersebut menandakan pelaku pasar lebih dominan melepas kepemilikan reksadana mereka.

Meski pun secara umum industri reksadana mengalami penurunan UP, nyatanya masih ada beberapa produk yang laris manis di-subscribe alias mencatatkan pertumbuhan unit penyertaan tertinggi sepanjang semester I 2021.

Kenaikan jumlah unit penyertaan merupakan indikator suatu produk reksadana laris dan diminati investor atau tidak.

Berdasarkan reksadana yang dijual di Bareksa, berikut top 10 reksadana dengan peningkatan UP tertinggi pada paruh pertama tahun ini.

No

Nama Reksa Dana

Manajer Investasi

Jenis

UP Des-20

UP Jun-21

Pertumbuhan

1

MANULIFE PENDAPATAN BULANAN II

Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT

Pendapatan Tetap

                 3,464.90

                 6,657.92

                 3,193.02

2

BAHANA DANA LIKUID

Bahana TCW Investment Management, PT

Pasar Uang

                 2,829.66

                 4,265.18

                 1,435.52

3

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

Sucorinvest Asset Management, PT

Pasar Uang

                    947.20

                 1,969.04

                 1,021.83

4

DANAREKSA SERUNI PASAR UANG II

Danareksa Investment Management, PT

Pasar Uang

                 1,115.27

                 2,124.91

                 1,009.63

5

SYAILENDRA DANA KAS

Syailendra Capital, PT

Pasar Uang

                 1,177.42

                 2,030.16

                    852.75

6

DANAMAS RUPIAH PLUS

Sinarmas Asset Management, PT

Pasar Uang

                    519.06

                 1,348.32

                    829.26

7

MANDIRI INVESTA PASAR UANG

Mandiri Manajemen Investasi, PT

Pasar Uang

                 9,019.80

                 9,786.85

                    767.05

8

MANULIFE SAHAM ANDALAN

Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT

Saham

                    591.71

                 1,304.31

                    712.60

9

Batavia Dana Kas Maxima

Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT

Pasar Uang

                 3,911.92

                 4,436.12

                    524.20

10

MAYBANK DANA PASAR UANG

Maybank Asset Management, PT

Pasar Uang

                    166.96

                    613.44

                    446.48

Sumber: OJK, diolah Bareksa; Nominal dalam Juta Unit

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa 10 produk reksadana yang tersedia di Bareksa dengan peningkatan UP terbesar sepanjang enam bulan pertama 2021 didominasi oleh produk reksadana pasar uang sebanyak 8 produk, sementara sisanya merupakan reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham masing-masing 1 produk.

Kondisi tersebut menggambarkan pelaku pasar cenderung memburu reksadana yang bersifat defensif dan rendah risiko untuk menjaga nilai aset mereka, terutama di tengah faktor ketidakpasian ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Selain itu, peningkatan UP pada produk-produk tersebut juga memberikan gambaran bahwa investor antusias dan percaya reksadana yang dikelola oleh manajer investasi yang bersangkutan memiliki reputasi yang baik dalam mengelola dana milik investornya. Hal ini tentu dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang ingin membeli produk suatu reksadana.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.