Bingung Membagi Porsi Diversifikasi Investasi Reksadana? Begini Contohnya

Membagi investasi ke dalam beberapa jenis reksadana yang berbeda dapat menjadi suatu pilihan strategi investasi yang lebih bijaksana
Abdul Malik • 30 Jun 2021
cover

Ilustrasi perempuan investor yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi investasi ke dalam beberapa jenis reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Anda investor dengan profil risiko konservatif yang ingin melakukan diversifikasi investasi tapi masih bingung menentukan strategi aset reksadana? Jika iya, semoga ulasan berikut bisa membantu Anda dalam menentukan strategi aset reksadana.

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, menyampaikan secara umum, bisa dikatakan investor reksadana di Indonesia berdasarkan jumlah uang yang ditempatkan memiliki karakter yang lebih konservatif.

Adapun tipe investor konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah. Ciri-cirinya, investor tipe ini menginginkan investasi yang aman, tingkat imbal hasil (return) cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang.

Dengan kata lain, investor konservatif cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali. Biasanya, yang masuk dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru saja tertarik untuk berinvestasi.

Di sisi lain, Rudiyanto menyampaikan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti, aset alokasi adalah strategi investasi yang lebih baik karena tidak semua investor memiliki keahlian untuk melakukan market timing yang baik.

Menurutnya mencoba untuk masuk ketika harga turun dan jual ketika harga naik di jenis reksadana yang agresif memang terdengar bagus. Namun, faktanya sulit untuk mendapatkan orang yang mampu melakukan hal tersebut secara konsisten.

"Untuk itu, membagi reksadana ke dalam beberapa jenis yang berbeda dapat menjadi suatu pilihan strategi investasi yang lebih bijaksana. Yang sering menjadi pertanyaan, bagaimana cara untuk melakukan aset alokasi yang ideal?," kata Rudiyanto dilansir Kompas.com (29/6/2021).

Pembagian Aset

Rudiyanto menyampaikan penting melakukan pembagian aset reksadana dengan mengikuti profil risiko, rekomendasi dari tenaga pemasar, bahkan yang sekarang lebih canggih yaitu menggunakan robo advisor.

"Namun jika Anda mau ikut arus, pangsa pasar masing-masing reksadana di atas dapat menjadi salah satu referensi," lanjutnya.

Ia mengatakan salah satu referensi aset alokasi dengan mengikuti minat investor Indonesia secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

1. Reksadana pasar uang : 15-20 persen
2. Reksadana pendapatan tetap : 25-30 persen.
3. Reksadana terproteksi : 15-20 persen.
4. Reksadana campuran : 5 –10 persen.
5. Reksadana saham : 20 – 25 persen.
6. Reksadana indeks : 5 – 10 persen.
7. Reksadana dolar : 2 – 5 persen.

Sumber: Instagram Rudiyanto

Apapun jenis reksadana dan produk yang dipilih, pastikan sesuai dengan profil risiko Anda ya, baik untuk mengoptimalkan potensi keuntungan maupun meminimalkan risiko kerugian.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.