Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat, Waktunya Diversifikasi Investasi?

Dengan melakukan diversifikasi, investor berpeluang mendapatkan kinerja terbaik dari semua kelas aset
Abdul Malik • 22 Sep 2021
cover

ilustrasi diversifikasi portofolio yang digambarkan dengan kotak-kotak jenis investasi reksadana saham obligasi komoditas reits etf di dalam keranjang belanja di atas komputer laptop.

Bareksa.com - Kinerja pasar saham hingga akhir tahun ini dinilai masih akan terpengaruh oleh banyak sentimen termasuk ketidakpastian ekonomi global. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk diversifikasi investasi?

Isu perusahaan properti raksasa asal China, Evergrande Group dikabarkan terancam bangkrut, dinilai menjadi memicu kekhawatiran pelambatan ekonomi global. Di sisi lain pada saat ini, investor menanti kelanjutan rencana bank sentral Amerika Serikat, The Fed mengenai kebijakan tapering.

Maka, menghadapi risiko dari ketidakpastian ekonomi global, ada baiknya Anda terlebih investor pemula, menerapkan prinsip jangan meletakkan 'telur-telur dalam satu keranjang.' Don't put your eggs in one basket.

Iya, ada baiknya melakukan diversifikasi investasi. Tujuannya tak lain untuk mengurangi risiko investasi dari instrumen berikut jenis investasi yang Anda pilih. Jadi tempatkanlah dana Anda dalam beberapa jenis instrumen investasi dengan melakukan diversifikasi.

Menempatkan telur Anda dalam beberapa keranjang maka dengan begitu, jika salah satu keranjang investasi Anda jatuh, maka Anda masih memiliki cadangan keranjang investasi di tempat lain.

Tingkatkan Kinerja Investasi

Dengan begitu harapannya dapat menopang keseluruhan jenis investasi Anda agar tidak jatuh nilainya secara keseluruhan.

Syailendra Capital dalam Market Insight yang diterbitkannya, menyatakan diversifikasi adalah solusi bagi investor dalam menghadapi sulitnya melakukan timing pasar. Dengan melakukan diversifikasi, investor tidak perlu takut melewatkan hari-hari terbaik kinerja dari suatu kelas aset. Melewatkan hari-hari terbaik ini dapat menurunkan kinerja investasi secara signifikan.

Menurut Syailendra Capital, volatilitas pasar saat ini masih tinggi akibat kondisi pandemi. Untuk meningkatkan kinerja investasi, ada baiknya investor melakukan diversifikasi pada beberapa kelas aset, seperti di reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.