Indeks Naik Tipis, Reksadana Saham Dominasi Imbalan Harian Tertinggi

IHSG menutup perdagangan Selasa dengan kenaikan tipis 0,01 persen ke level 5.834,39
Abdul Malik • 19 May 2021
cover

Ilustrasi manajer investasi sedang memantau pergerakan IHSG dan dampaknya terhadap kinerja reksadana saham dan campuran, serta pengaruhnya ke SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Menjalani perdagangan dengan dominan di zona merah sepanjang hari, bursa saham tanah air akhirnya mampu ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin meskipun nyaris tidak berubah.

Sempat menyentuh level terendahnya dengan melemah -0,88 persen pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan Selasa (18/5/2021) dengan kenaikan tipis 0,01 persen ke level 5.834,39.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi Rp10,89 triliun. Di sisi lain, investor asing terlihat dominan melepas saham mereka yang tercermin dari adanya aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp311,39 miliar di pasar reguler.

Adapun sentimen yang ada pada perdagangan kemarin datang dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, di mana kenaikan kasus infeksi virus corona (Covid-19) memaksa keduanya untuk kembali mengunci perekonomiannya.

Mulai Ahad (16/5/2021) kemarin, Singapura kembali mengetatkan pembatasan kegiatan publik dan akan berlangsung dalam satu bulan ke depan.

Malaysia juga kembali menerapkan pembatasan wilayah (lockdown) secara nasional mulai 12 Mei lalu hingga 7 Juni. Lockdown ini merupakan ketiga kalinya, setelah Maret 2020 dan Januari 2021. Malaysia kini berada di tengah gelombang ketiga kebangkitan Covid-19.

Apabila lockdown semakin marak terutama di kawasan Asia, maka prospek pemulihan ekonomi menjadi terhambat.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang relatif flat pada perdagangan kemarin, secara umum turut mempengaruhi kinerja reksadana saham yang memang mengalokasikan sedikitnya 80 persen portofolionya ke dalam aset berupa ekuitas tersebut.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak mencatatkan kenaikan masing-masing 0,27 persen dan 0,43 persen, sedikit di bawah IHSG yang bertambah 0,24 persen.

Sumber: Bareksa

Kondisi tersebut membuat beberapa reksadana saham yang tersedia di Bareksa mendominasi kinerja positif pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan top 10 imbal hasil (return) pada perdagangan kemarin, 8 di antaranya ditempati oleh produk reksadana saham, dan 2 produk lainnya ditempati oleh produk reksadana campuran yang memang juga punya alokasi pada aset saham.

Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.