Top 10 Reksadana Cuan Tertinggi Saat IHSG Rekor All Time High di 7.262

Produk reksadana saham terlihat mendominasi kinerja positif dengan return atau imbal hasil harian tertinggi pada perdagangan kemarin
Abdul Malik • 14 Apr 2022
cover

Ilustrasi top 10 reksadana imbalan tertinggi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja pasar saham Tanah Air seakan belum kehabisan tenaga untuk terus menguat dan memecahkan rekor baru. Pada perdagangan Rabu (13/4/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir dengan kenaikan 0,67 persen ke level 7.262,78 yang menjadi level penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan nilai transaksi yang mencapai Rp17,06 triliun, disertai dengan aksi beli investor asing yang mencatatakan net buy senilai Rp858,34 miliar di pasar reguler.

Melansir CNBC Indonesia, Rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) jadi sentimen negatif di Wall Street. Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan laju inflasi pada Maret 2022 mencapai 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YOY).

Lebh tinggi dibandingkan dengan konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 8,4 persen sekaligus jadi rekor tertinggi sejak Desember 1981.

'Tsunami' inflasi yang semakin terkonfirmasi. Tidak hanya di AS, dunia mengalaminya termasuk Indonesia.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan inflasi tahunan pada April 2022 bisa mencapai 3,2 persen YOY. Jika terwujud, maka akan menjad yang tertinggi sejak November 2018.

Riset Citi memperkirakan inflasi pada kuartal II-2022 akan berada di rentang 2,5-3,5 persen yoy. Laju inflasi akan didorong oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, minyak goreng, dan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ditambah lagi ada faktor peningkatan permintaan (demand-pull inflation) saat Ramadan-Idul Fitri.

Untuk semester II 2022, Citi memperkirakan inflasi bisa melampaui batas atas 4 persen dari proyeksi BI. Pada akhir tahun, Citi 'meramal' inflasi Indonesia bisa menyentuh 4,4 persen

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang bergerak positif pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana berbasis saham.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak menorehkan kenaikan masing-masing 0,83 persen dan 0,71 persen.

Sumber : Bareksa

Kemudian secara lebih rinci, produk reksadana saham memang terlihat mendominasi kinerja positif dengan return atau imbal hasil harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan top 10 produk reksadana cuan tertinggi pada perdagangan kemarin, 6 di antaranya ditempati oleh produk reksadana saham, sementara 4 lainnya ditempati oleh produk reksadana campuran.

TRIM Syariah Saham dan TRIM Syariah Berimbang, dua produk reksadana kelolaaan Trimegah Asset Management berada di posisi pertama dan kedua dengan imbal hasil masing-masing 2,91 persen dan 2,38 persen sehari. 

Selanjutnya ada reksadana kelolaan BNP Paribas Asset Management yakni BNP Paribas Solaris dengan imbalan 2,38 persen dan Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A dengan imbal hasil 2,27 persen. Selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.