Imbalan Obligasi Korporasi di April Tertinggi, Positif Buat Reksadana Pendapatan Tetap

Obligasi korporasi mencatat tingkat imbal hasil 2,76 persen pada April 2021, tertinggi dibandingkan kelas aset lainnya
Abdul Malik • 06 May 2021
cover

Ilustrasi investasi reksadana dan SBN di tengah gejolak pasar saham dan obligasi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi korporasi mencatat tingkat imbal hasil (return) 2,76 persen pada April 2021. Return ini merupakan level tertinggi dibandingkan kelas aset lain. Besarnya return ini bisa berpengaruh positif terhadap instrumen investasi berpendapatan tetap, yakni reksadana pendapatan tetap.

Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Dhian Karyantono, menjelaskan return obligasi korporasi lebih tinggi dibandingkan kelas aset lain pada 2021.

Aset kelas yang lain seperti deposito bank hanya mencatatkan return sekitar 0,5 persen, saham sekitar 2 persen dan emas sekitar 0,5 persen. Sedangkan obligasi pemerintah masih mencatatkan return negatif.

"Hal ini disebabkan oleh karakteristik dari obligasi korporasi yang jauh lebih likuid, kepemilikan investor asing yang lebih rendah dan kupon yang lebih tinggi," ujar dia dalam Konferensi Pers Virtual, Kamis (6/5).

Tingginya return ini juga sebanding dengan antusiasme korporasi dalam menerbitkan obligasi. Mirae Asset memperkirakan penerbitan obligasi korporasi tahun ini bisa mencapai Rp102 triliun. Nilai ini meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp87 triliun.

Dhian menjelaskan, faktor yang mendorong semaraknya penerbitan obligasi itu adalah adanya peningkatan refinancing oleh korporasi dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kami perkirakan ada penerbitan obligasi korporasi lebih dari Rp20 triliun per kuartalnya sehingga bisa mencapai Rp102 triliun pada akhir tahun," jelas dia.

Selain itu, faktor penentu lainnya adalah tren bunga rendah yang menyebabkan korporasi lebih memilih menerbitkan obligasi sebagai sumber pendanaan dibandingkan pembiayaan dari bank.

Sektor keuangan, multifinance dan perbankan menurut Dhian menjadi sektor yang akan banyak menerbitkan obligasi tahun ini.

Realisasi Penerbitan Obligasi Korporasi hingga April 2021

Sementara itu, sampai April 2021, Mirae Asset Sekuritas mencatat penerbitan obligasi korporasi meningkat 53,76 persen dibandingkan akhir 2020 menjadi Rp23,84 triliun. Penerbitan obligasi ini, ungkap Dhian cenderung didominasi oleh obligasi bertenor pendek dengan rating di atas A.

Institusi keuangan masih mendominasi penerbitan obligasi hingga April 2021, yakni 28 persen. Kemudian diikuti oleh sektor infrastruktur serta pulp and paper sebanyak 16 dan 14 persen. Selain itu, sektor lainnya yang mendominasi adalah sektor chemical, konstruksi bangunan, perkebunan dan lainnya.

Positifnya performa obligasi korporasi bisa berdampak positif terhadap instrumen reksadana pendapatan tetap. Di Bareksa, terdapat 30 produk reksadana pendapatan tetap yang tersedia.

Reksadana tersebut mencatat kinerja positif dalam setahun, yakni rata-rata di atas 10 persen. Dalam daftar top 10 imbalan tertinggi bahkan 10 reksadana pendapatan tetap di Bareksa mencatatkan imbal hasil antara 13,66 persen hingga 31,46 persen.

Top 10 Reksadana Pendapatan Tetap Imbalan Tertinggi 1 Tahun (per 5 Mei 2021)

Sumber : Bareksa

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Demi kenyamanan investasi, selalu sesuaikan instrumen investasi dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu ya!

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.