Daftar Kelebihan Reksadana Indeks, Investasi Pilihan Warren Buffet

Reksadana indeks adalah reksadana yang meniru portofolio indeks acuannya, baik itu indeks saham maupun indeks obligasi
Hanum Kusuma Dewi • 26 Apr 2021
cover

Warren Buffet (shutterstock)

Bareksa.com- Salah satu jenis reksadana yang ada dalam industri reksadana nasional adalah reksadana indeks. Reksadana ini juga merupakan salah satu investasi yang disarankan dipilih oleh Warren Buffet, salah satu orang terkaya dunia yang mengumpulkan hartanya dari investasi. ​

Adapun reksadana indeks adalah reksadana yang meniru portofolio indeks acuannya, baik itu indeks saham maupun indeks obligasi. Maka, tujuan dari penerbitan reksadana indeks adalah meniru pergerakan indeks acuannya.

Jadi, semakin mirip dengan indeks acuannya, maka reksadana indeks tersebut semakin baik. Sebagai contoh, salah satu produk reksadana indeks dari Syailendra Asset Management adalah Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund.

Pada produk saham ini, yang menjadi indeks acuan adalah Indeks MSCI Indonesia, yang daftar sahamnya di-review setiap 6 bulan sekali dan dapat dilihat pada website ini. Mengacu pada website MSCI Indonesia, saat ini hanya terdapat 22 saham yang masuk ke dalam konstituen indeks MSCI Indonesia per 23 April 2021.

Sebuah reksadana indeks memang tidak memiliki return yang sama persis seperti indeks acuan, tapi angkanya sangat mendekati. Artinya, target performa investasinya bukan untuk mengalahkan kinerja Indeks MSCI Indonesia, melainkan hanya menyamai saja. Maka, kinerja sebuah reksadana indeks dapat dikatakan semakin baik apabila memiliki selisih kinerja yang semakin kecil dari indeks acuannya.

Reksadana Indeks Dibandingkan Reksadana Saham

Dibandingkan reksadana yang dikelola secara aktif, reksadana indeks punya beberapa keunggulan, antara lain :

1. Investasi Terjangkau

Bila seorang investor ingin punya beragam aset tetapi dananya terbatas, reksadana indeks bisa jadi pilihan. Dengan membeli reksadana indeks, misalnya Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund, otomatis kita seperti membeli 22 saham yang ada dalam indeks itu, dengan minimal pembelian mulai dari Rp50.000. Di sisi lain, kalau mau langsung membeli saham, kita harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk melakukan diversifikasi ke 22 saham tersebut.

2. Risiko Terdiversifikasi

Seperti dijelaskan sebelumnya, reksadana indeks meniru kinerja indeks acuannya. Contoh, indeks saham yang ditiru adalah LQ-45 atau saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar. Saham-saham dalam indeks ini sudah diseleksi sebelum masuk indeks acuan sehingga risikonya juga lebih kecil dibandingkan dengan investasi langsung di saham-saham lainnya. 

3. Biaya Pengelolaan (Management Fee) Lebih Murah

Reksadana Indeks dikelola secara pasif, sehingga manajer investasi tidak banyak melakukan transaksi dalam pengelolaan portofolionya. Akibatnya ini membuat biaya pengelolaan (expense ratio) dari reksadana indeks lebih kecil dari reksadana konvensional.

Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksadana indeks adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya. Komposisinya mirip atau bahkan persis dengan indeks acuan, maka hasilnya juga tentunya akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi manajemen pasif (passive management strategy).

Pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya karena manajer investasi tidak memerlukan tenaga analis yang banyak untuk menganalisis saham atau obligasi sebuah perusahaan. Kemudian, biaya transaksi juga menjadi lebih kecil karena manajer investasi tidak melakukan trading jual beli secara aktif. Karena itu, biaya reksadana indeks umumnya lebih kecil dibandingkan reksadana konvensional.

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.