Indeks Saham Menguat, Imbal Hasil Dua Reksadana Campuran Ini Melompat

HPAM Flexi Plus dan Prospera Balance mencetak imbal hasil 1,01 persen dan 0,83 persen dalam sehari
Abdul Malik • 09 Apr 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana campuran. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 08 April 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : -2,83 persen
Indeks Reksadana Saham : -2,66 persen
TRIM Kapital Plus : -0,81 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,41 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS : 1,93 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,88 persen
STAR Balanced : 3,36 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,44 persen
TRIM Syariah Berimbang : 0,93 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,17 persen
Syailendra Fixed Income Fund : 2,51 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,83 persen
MNC Dana Syariah : 0,93 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,19 persen
HPAM Ultima Money Market : 0,52 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,25 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,38 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 08 April 2021 naik 0,58 persen ke level 6.071,72. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 08/04/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,5 persen pada 08 April 2021.

Ditengah naiknya IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,01 persen dan 0,83 persen dalam sehari pada perdagangan 08 April 2021 Reksadana itu adalah HPAM Flexi Plus dan Prospera Balance.

Reksadana HPAM Flexi Plus mencetak imbal hasil (return) 1,01 persen dalam sehari pada 08 April 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Sedangkan reksadana Prospera Balance mencetak imbal hasil (return) 0,83 persen dalam sehari pada 08 April 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap I, dan Obligasi Berkelanjutan III Summarecon.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.