Pasar Saham Volatil Sepanjang Maret, Begini Strategi Reksadana Sucor AM

Saham sektor komoditas dan saham bank masih disukai oleh manajer investasi ini
Hanum Kusuma Dewi • 30 Mar 2021
cover

Ilustrasi manajer investasi yang mengelola portofolio investasinya di saham, SBN dan deposito agar kinerja reksadana yang dia kelola memberikan kinerja optimal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pergerakan pasar saham terbilang cukup volatil dalam sebulan terakhir, akibat berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri. Manajer investasi mengambil strategi menghadapi pasar ini untuk mengelola reksadana berbasis saham. ​

Taufan Yamin, Investment Specialist Sucor Asset Management menjelaskan bahwa sejak pertengahan Maret 2021, pasar saham cukup volatil (naik turun secara cepat). Sentimen utama penggerak pasar saham adalah kenaikan imbal hasil (yield) surat utang AS (US Treasury) dan kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 di Eropa. 

Grafik Pergerakan IHSG dan Indeks Reksadana Saham Bareksa

Sumber: Bursa Efek Indonesia, diolah Bareksa

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sebulan terakhir turun 3,03 persen (per 29 Maret 2021). Seiring dengan koreksi di pasar saham, Indeks Reksadana Saham Bareksa juga melemah 3,44 persen dalam sebulan. 

"Selain problem di US Treasury, ada kekhawatiran gelombang ketiga kasus Covid-19 di Eropa meski mereka sedang melangsungkan vaksinasi. Kekhawatiran lockdown kembali terjadi, sehingga berdampak ke permintaan komoditi regional," jelas Taufan dalam market update kepada sejumlah APERD, 30 Maret 2021. 

Berkaitan dengan sentimen pasar saham dalam negeri, Taufan menjelaskan bahwa inflasi Indonesia pada kuartal kedua diperkirakan mendatar. Meski ada momen bulan puasa Ramadhan dan Lebaran, pandangan pelaku pasar tidak seoptimis sebelumnya karena larangan mudik yang menahan konsumsi. 

Namun, masih ada sentimen positif bagi pasar saham Indonesia yang datang dari saham-saham yang membagikan dividen, terutama saham sektor keuangan dan perbankan. Apalagi pemerintah sudah membebaskan pajak dividen yang diinvestasikan kembali. 

Berkaitan dengan kondisi pasar saham ini, Taufan memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar atau sideways di kisaran 6.200-6.300. "Saham dengan dividend yield tinggi jadi katalis fund kita, walaupun market enggak ke mana-mana." 

Sucor AM masih mengambil strategi yang sama untuk tetap menaruh bobot besar (overweight) di sektor komoditas, yang diperkirakan akan menguat seiring dengan pemulihan ekonomi dalam 1-2 tahun ke depan. Selain itu, manajer investasi ini juga memilih sektor keuangan dan saham bank. 

"Saham komoditi akan bertahan ke depan, karena kinerja membaik dan bisa bagi dividen. Kami juga suka saham keuangan dan bank. Cash kami masih fully invested. Kami menunggu sentimen laporan keuangan yang akan terlihat di April dan Mei," tambahnya. 

IHSG adalah cerminan pasar modal Indonesia, termasuk investasi berbasis saham seperti reksadana saham. Reksadana saham bisa berfluktuasi jangka pendek tetapi memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang sehingga cocok untuk investor agresif dan investasi jangka panjang di atas 5 tahun. 

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan dalam aset-aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa, klik tautan ini 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.